Iki Radio - Senyum bahagia terpancar dari wajah ratusan warga Kabupaten Madiun. Sebanyak 513 Kepala Keluarga (KK) yang tergolong rumah tangga kurang mampu kini resmi memiliki akses listrik mandiri berkat program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
![]() |
| Suparni Bahlil Lahadalia menyalakan sambungan listrik penerima BPBL di Desa Pacinan, Kamis (7/5/2026) |
Ketua Dharma Wanita Kementerian ESDM, Sri Suparni Bahlil, menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut di Desa Pacinan, Kecamatan Balerejo, pada Kamis (7/5/2026).
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk memastikan keadilan energi di seluruh pelosok Indonesia.
"Sasarannya adalah warga kurang mampu yang belum memiliki akses listrik maupun rumah tangga miskin yang selama ini menyalur dari tetangga. Kami mendapat data bahwa masih ada warga di Kabupaten Madiun yang belum mendapat akses listrik sendiri," ujar Sri Suparni.
Program BPBL ini tidak sekadar menyambungkan kabel, namun memberikan paket instalasi lengkap agar warga bisa langsung menikmati manfaatnya. Setiap penerima bantuan mendapatkan sambungan daya listrik 900 Volt Amper (VA), dengan instalasi 3 titik lampu dan 1 stop kontak, serta sudah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Tidak hanya itu, para penerima juga mendapatkan token awal senilai Rp 100 ribu.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat. Menurutnya, program ini sangat membantu meningkatkan taraf hidup warga yang selama ini terbatas dalam aktivitas malam hari karena kendala listrik.
Adapun penerima bantuan ini di Kecamatan Balerejo terdapat 257 KK, Kecamatan Pilangkenceng dan lainnya 256 KK.
Secara lebih luas, Provinsi Jawa Timur mendapat alokasi yang cukup besar dalam program ini, yakni mencapai 40.910 KK sasaran.
Selain meresmikan sambungan listrik, rombongan Dharma Wanita Kementerian ESDM juga melakukan serangkaian aksi sosial di wilayah Balerejo dan Pilangkenceng.
Diantaranya penyaluran paket peralatan sekolah untuk siswa SD, penyerahan paket Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan), pemberian perlengkapan shalat, dan pemasangan lampu penerangan jalan di titik-titik strategis.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kemandirian energi di tingkat rumah tangga dapat mendorong produktivitas ekonomi dan kualitas pendidikan anak-anak di Kabupaten Madiun.(ir)












