Iki Radio - Perkembangan Kota Madiun dengan berbagai hal menarik yang ditawarkan, membawa dampak positif bagi usaha usaha di Kota Pendekar (sebutan Kota Madiun).
![]() |
| Foto : istimewa |
Salah satunya saat momen Natal dan Tahun Baru 2026. Tingginya animo masyarakat untuk menikmati malam pergantian tahun di Kota Madiun terbilang cukup tinggi.
Hal ini bisa dilihat dari adanya kenaikan hunian Hotel saat malam tahun baru 2026.
“Kalau pada saat malam tahun baru kemarin, okupansinya sampai dengan 80 persen,” ujar Dimas Ardianto, Manager Marketing Sun Hotel Madiun, Sabtu (3/1/2025).
Dijelaskan, kenaikan jumlah okupansi ini dipengaruhi tingginya minat masyarakat untuk mengisi momen malam pergantian tahun di Kota Madiun.
“Jadi kebanyakan para tamu tidak memesan jauh hari sebelumnya, namun ya pada hari itu juga,” jelasnya.
Kata Dimas, kenaikan terasa pada saat tanggal 31 Desember 2025 kemarin.
“Misalnya pagi itu hanya beberapa, sekitar 40 an, lalu masuk pada siang hingga sore hari kenaikannya sangat drastis,” tambahnya.
Adanya larangan untuk tidak menyalakan kembang api, diakuinya juga sebagai salah satu yang mengurangi daya tarik masyarakat menghabiskan malam tahun baru.
“Ya kita juga empati dengan bencana alam yang ada di Sumatra. Untungnya ada kegiatan bazar di Mall, jadi banyak tamu hotel yang memanfaatkan itu. Ada juga yang disini (Sun Hotel) untuk bermalam, karena ingin menikmati suasana pergantian malam tahun baru misalnya di PSC (Pahlawan Street Center) dan tempat lain di Madiun,” imbuhnya.
Kelengkapan fasilitas seperti Mall, arena bermain dan water park di Sun City juga menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk menikmati libur natal dan Tahun Baru di Sun Hotel.
“Kalau sekarang ini anak anak sekolah sudah mulai mau
masuk, jadi awal tahun ini okupansi Sun Hotel seperti hari biasanya,”
pungkasnya.(iw/IR)














