Iki Radio - Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan, menjadi lokasi peluncuran Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
![]() |
| Momen Peresmian Peluncuran Permendikdasmen tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. |
Regulasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan
Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti di SMP Negeri 2
Banjarbaru, Senin (12/1/2026).
Peluncuran ini menandai komitmen pemerintah dalam
memperkuat perlindungan peserta didik serta menciptakan lingkungan sekolah yang
aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Wali kota
Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, turut hadir sebagai bentuk dukungan pemerintah
daerah terhadap implementasi kebijakan nasional tersebut.
Abdul Mu’ti menjelaskan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun
2026 dirancang untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman secara
menyeluruh, mencakup aspek sosial, lingkungan alam, serta ekosistem pendidikan.
Ia menyebutkan regulasi ini mengusung pendekatan berbeda
dari kebijakan sebelumnya dengan menekankan nilai humanis, komprehensif, dan
partisipatif.
“Pendekatan yang dikembangkan adalah budaya mendengar,
menerima, menghormati, dan melayani. Sanksi bukan menjadi fokus utama,
melainkan membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama,”jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan penerapan budaya sekolah aman
dan nyaman tidak hanya bergantung pada pendidik dan kebijakan, tetapi juga
membutuhkan keterlibatan aktif peserta didik sebagai agen perubahan di
lingkungan sekolah.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
Arifah Fauzi, menyoroti pentingnya regulasi ini berdasarkan hasil Survei
Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2024. Data tersebut menunjukkan lebih
dari separuh anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan, termasuk di
lingkungan keluarga dan sekolah.
“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak untuk tumbuh
dan berkembang. Regulasi ini diharapkan mempercepat terwujudnya pendidikan yang
tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun kepribadian anak secara
utuh,”imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali kota Banjarbaru
menyatakan harapannya agar kebijakan ini memberikan dampak nyata bagi
peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik di
daerahnya.
Peluncuran Permendikdasmen ini menegaskan sinergi
pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem pendidikan yang berfokus
pada perlindungan anak, kesejahteraan emosional, dan penguatan karakter secara
berkelanjutan.













