Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Olah Raga. Show all posts
Showing posts with label Olah Raga. Show all posts

Rekor Menakutkan, Spanyol Nyaris 100 Persen Juara di Final

Iki Radio - Sukses timnas Spanyol lolos ke final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Prancis membuat La Furia Roja punya peluang sangat besar menjadi juara berdasarkan sejarah yang ada.

Kali kedua Spanyol lolos ke final Piala Dunia setelah edisi 2010. (IMAGN IMAGES via Reuters/JEROME MIRON)

Permainan luar biasa Spanyol membuat timnas Prancis merasakan kekalahan terbesar dalam 16 tahun setelah Lamine Yamal dan kawan-kawan menang 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Rabu (15/7) dini hari WIB.

Gol penalti Mikel Oyarzabal di babak pertama dan gol Pedro Porro di babak kedua memastikan kemenangan 2-0 Spanyol atas Prancis.

Momen terakhir Prancis kalah lebih dari satu gol sebelumnya terjadi di Piala Dunia 2010, ketika ditekuk Meksiko 0-2 di fase grup.

Ini adalah kali kedua Spanyol lolos ke final Piala Dunia setelah edisi 2010. Dan peluang tim asuhan Luis de la Fuente itu menjadi juara Piala Dunia 2026 sangat besar.

Berdasarkan sejarah, Spanyol hanya pernah satu kali kalah di final Piala Dunia atau Euro. Total dari enam final sebelumnya, Tim Matador hanya pernah satu kalah di Euro 1984, ketika dikalahkan Prancis 0-2 di laga final.

Setelah itu timnas Spanyol selalu mampu menjadi juara di empat laga final Piala Dunia atau Euro.

Selanjutnya, Spanyol akan menghadapi pemenang antara Inggris vs Argentina pada laga final Piala Dunia 2026 di New York, Senin (20/7) dini hari WIB. Sementara Prancis akan menjalani pertandingan peringkat ketiga satu hari sebelumnya.

Rekor Spanyol di final Piala Dunia dan Euro


Piala Dunia :
2010: Juara menang 1-0 atas Belanda

Euro :
1964: Juara menang 2-1 atas Uni Soviet
1984: Kalah 0-2 dari Prancis
2008: Juara menang 1-0 atas Jerman
2012: Juara menang 4-0 atas Italia
2024: Juara menang 2-1 atas Inggris


Daftar 11 Pemain Persib Bandung Masuk Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Iki Radio - Sebanyak 11 pemain Persib Bandung masuk ke dalam daftar skuad sementara Timnas Indonesia dalam masa persiapan menghadapi ASEAN Championship Hyundai Cup atau Piala AFF 2026.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan 50 pemain yang mendapatkan panggilan dari pelatih John Herdman pada Selasa (7/7/2026).

Para pemain ini nantinya akan menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali menjelang bergulirnya Piala AFF 2026.

Adapun, ASEAN Championship Hyundai Cup atau Piala AFF 2026 akan diselenggarakan pada 24 Juli sampai dengan 26 Agustus 2026.

Selama TC, tim pelatih akan menyeleksi para pemain lalu mengerucutkannya menjadi skuad final.

Kali ini, Persib Bandung mengirimkan 11 nama yang masuk ke dalam skuad sementara.

Menariknya, nama penjaga gawang Teja Paku Alam akhirnya masuk ke dalam daftar pemanggilan setelah memecahkan rekor sebagai penjaga gawang dengan clean sheet terbanyak dalam satu musim dalam sejarah Liga Indonesia, yakni sebanyak 18 kali.

Sejatinya, Teja Paku Alam pernah masuk ke dalam daftar pemain Timnas Indonesia pada ajang kualifikasi Piala Dunia zona Asia tahun 2019. Namun, ia hanya duduk di bangku cadangan saat itu.

Sementara, Dion Markx dan Kakang Rudianto mendapatkan panggilan untuk kategori senior untuk pertama kalinya setelah lebih dulu membela kategori kelompok usia.

Ada pula nama Adam Alis yang kembali masuk panggilan setelah terakhir kali mendapatkan kesempatan berlaga untuk Timnas Indonesia pada 2024.

Musim lalu, Adam Alis berhasil tampil impresif bersama Persib Bandung di lini tengah dengan catatan tujuh gol dan tiga assist.

Berikut adalah 11 pemain Persib Bandung dalam pemanggilan skuad sementara Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026:

  1. Teja Paku Alam
  2. Saddil Ramdani
  3. Sandy Walsh
  4. Dion Markx
  5. Kakang Rudianto
  6. Marc Klok
  7. Thom Haye
  8. Adam Alis
  9. Eliano Reijnders
  10. Ragnar Oratmangoen
  11. Beckham Putra

Daftar Lengkap

Selain ke-11 pemain tersebut, berikut adalah daftar 39 pemain lainnya yang mendapatkan panggilan Timnas Indonesia selengkapnya:

  1. Cahya Supriadi
  2. Nadeo Argawinata
  3. Muhamad Riyandi
  4. Justin Hubner
  5. Brian Fatari
  6. Dony Tri Pamungkas
  7. Mathew Baker
  8. Muhammad Ferarri
  9. Rizky Ridho
  10. Shayne Pattynama
  11. Wahyu Prasetyo
  12. Yakob Sayuri
  13. Yance Sayuri
  14. Fajar Fathurrahman
  15. Hokky Caraka
  16. Komang Teguh
  17. Tim Geypens
  18. Pratama Arhan
  19. Jordi Amat
  20. Rayhan Hannan
  21. Marselino Ferdinan
  22. Arkhan Fikri
  23. Egy Maulana Vikri
  24. Ivar Jenner
  25. Ricky Kambuaya
  26. Toni Firmansyah
  27. Victor Dethan
  28. Witan Sulaeman
  29.  Kadek Agung
  30. Jens Raven
  31. Mauro Zijlstra
  32. Mitchell Baker
  33. Eka Pratama Rizky
  34. Arkhan Kaka
  35. Eksel Runtukahu
  36. Rafael Struick
  37. Rahmat Arjuna
  38. Ramadhan Sananta
  39. Taufik Rustam

Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Di Piala AFF 2026 ini, Indonesia bergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.

Adapun, jadawal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 adalah sebagai berikut:

• 27 Juli 2026 Indonesia vs Kamboja

• 31 Juli 2026 Timor Leste vs Indonesia

• 3 Agustus 2026 Indonesia vs Vietnam

• 7 Agustus 2026 Singapura vs Indonesia

Wali Kota Malang Soroti PTMSI, Kejuaraan Ini Disiapkan untuk Kejar Medali Porprov

Iki Radio - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai memperkuat pembinaan atlet tenis meja melalui Kejuaraan Wali Kota Cup Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) seluruh Kota Malang Tahun 2026.



Turnamen tersebut menjadi ajang penjaringan atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2027.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi membuka kejuaraan itu di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (5/7/2026).

Ia menegaskan Pemerintah Kota Malang memberi perhatian terhadap pembinaan cabang olahraga tenis meja, terutama setelah hasil Pekan Olahraga Provinsi sebelumnya belum menghasilkan medali bagi Kota Malang.

“Saya memang sedang fokus dengan PTMSI Kota Malang. Kemarin pada Porprov belum menghasilkan medali. Karena itu, saya hadir untuk memberikan semangat baru agar PTMSI bisa bangkit. Saya yakin Kota Malang memiliki atlet-atlet yang berprestasi dan berpotensi memberikan hasil terbaik ke depan,” ujar Wahyu.

Menurutnya, Wali Kota Cup tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet secara berjenjang. Kompetisi diperlukan untuk mengukur kemampuan, keterampilan, dan perkembangan hasil latihan para atlet.

“Kalau hanya berlatih tanpa kompetisi, kita tidak akan mengetahui sejauh mana perkembangan atlet. Karena itu, kompetisi seperti ini menjadi wadah untuk melihat kemampuan, keterampilan, sekaligus perkembangan latihan para atlet. Dari sini nanti akan muncul bibit-bibit terbaik yang diproyeksikan tampil pada Porprov 2027 maupun kejuaraan tingkat Jawa Timur,” katanya.

Wahyu mengapresiasi kepengurusan baru PTMSI Kota Malang yang dinilai memiliki semangat membangun prestasi. Ia optimistis pembinaan yang lebih terarah dapat memperbaiki pencapaian tenis meja Kota Malang pada ajang olahraga mendatang.

“Kita tidak perlu terus melihat ke belakang. Walaupun sebelumnya belum memperoleh medali, saya yakin dengan semangat baru dan pembinaan yang lebih baik, PTMSI mampu memberikan hasil terbaik bagi Kota Malang pada Porprov 2027,” tegasnya.

Usai membuka kejuaraan, Wahyu meninjau jalannya pertandingan dan menyaksikan penampilan para atlet muda. Ia mengaku optimistis melihat potensi atlet tenis meja Kota Malang, termasuk peserta usia dini yang menunjukkan kemampuan menonjol.

“Saya melihat potensi atlet tenis meja Kota Malang sangat baik. Bahkan tadi ada atlet yang masih taman kanak-kanak, tetapi mampu mengalahkan peserta yang usianya lebih tinggi. Ini menunjukkan pembinaan usia dini sudah mulai terlihat hasilnya,” ungkapnya.

Wahyu secara khusus mengapresiasi atlet muda bernama Kenta yang masih berusia taman kanak-kanak dan tampil tenang dalam pertandingan. Menurutnya, atlet usia dini dengan potensi tersebut perlu mendapat pendampingan serta pembinaan secara berkelanjutan.

“Anak-anak seperti Kenta harus benar-benar dilatih, dibimbing, dan dibina oleh PTMSI. Mereka adalah aset Kota Malang yang berpotensi menjadi atlet berprestasi dan membawa pulang medali di masa mendatang,” pungkasnya.

 

Erick Thohir Sebut Pemerintah Siapkan Skema Dana Pensiun Untuk Atlet

Iki Radio - Pemerintah menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan dan jaminan kesejahteraan.

Skema tersebut saat ini masih difinalisasi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan transparansi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan masa karier atlet relatif lebih singkat dibandingkan profesi lainnya.

Untuk itu negara perlu memastikan para atlet tetap memiliki jaminan kehidupan ketika tidak lagi aktif bertanding.

“Mungkin banyak atlet masih main sampai umur 40, tetapi dibandingkan dengan banyak pekerjaan lain yang bisa pensiun di umur 50-60, mereka (pensiun) lebih muda. Akhirnya, mereka harus punya dana pensiun," ujar Erick, dikutip Jumat (3/7/2026).

Erick menuturkan pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam menyusun skema tersebut.

Salah satu perhatian utamanya adalah memastikan pengelolaan dana pensiun dilakukan secara akuntabel dan tidak mengulang berbagai kasus penyalahgunaan dana pensiun yang pernah terjadi.

Kementerian Olahraga menggandeng sejumlah institusi seperti Kejaksaan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga pakar olahraga.

“Jangan sampai dana pensiun ini jadi koruptif lagi. Sudah banyak sejarah dana pensiun itu dikorupsi," kata dia.

Menurut Erick, tantangan penyusunan skema dana pensiun atlet juga berbeda dibandingkan pekerja pada umumnya.

Selama ini, program dana pensiun umumnya berasal dari potongan gaji bulanan, sementara atlet tidak memiliki pola pendapatan tetap seperti pekerja formal.

"Nah, atlet tidak ada gaji bulanan. Tidak ada uang juara. Ini yang kita sedang godok bagaimana mencari jalan keluar agar dana pensiun ini bisa continue, sustain," tuturnya.

Eks Menteri BUMN itu menambahkan, pemerintah juga mempelajari praktik terbaik dari sejumlah negara seperti Malaysia dan India sebelum menetapkan skema yang paling sesuai diterapkan di Indonesia.

"Kalau Malaysia-India bisa, masa negara kita, bangsa yang besar ini, tidak bisa,” tambah Erick. 

Menpora Dorong Pelatnas Jangka Panjang, Judo Indonesia Harus Miliki Roadmap Prestasi

Iki Radio - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pentingnya pembinaan atlet judo secara berkelanjutan melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang untuk melahirkan prestasi yang konsisten di tingkat internasional.

Hal itu disampaikan Menpora saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Judo Seluruh Indonesia Tahun 2026 di Aula Prakasa Mako Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (29/6/2026).

Dalam sambutannya, Erick mengapresiasi kontribusi cabang olahraga judo terhadap prestasi Kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand. Menurutnya, keberhasilan Indonesia menempati peringkat kedua klasemen akhir tidak terlepas dari sumbangan empat medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu yang diraih atlet-atlet judo.

"Saya tentu sangat apresiasi. Kemarin di SEA Games kita targetnya peringkat tiga. Alhamdulillah setelah 32 tahun, ketika kita tidak menjadi tuan rumah, kita bisa peringkat dua. Dan judo menyumbangkan empat medali emas, dua medali perak, serta satu medali perunggu," ujar Menpora.

Ia berharap prestasi tersebut dapat ditingkatkan pada SEA Games 2027 di Malaysia. Menurut Erick, persaingan akan semakin ketat karena negara tuan rumah dipastikan menargetkan posisi puncak, sementara Indonesia harus bersaing dengan Thailand, Vietnam, dan Filipina yang terus menunjukkan perkembangan olahraga prestasi.

"Semoga judo juga bisa memberikan medali yang lebih banyak lagi, dan kami dari Kemenpora terus mendorong bahwa pelatnas itu tidak bisa hanya jangka pendek, harus jangka panjang," katanya.

Menpora menjelaskan pembinaan atlet berprestasi membutuhkan proses yang panjang dan terencana. Karena itu, strategi pembinaan tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu singkat menjelang pelaksanaan kejuaraan.

Ia mengapresiasi jajaran pengurus PJSI yang telah menyusun strategi pembinaan jangka pendek, menengah, dan panjang dalam Rakernas sebagai fondasi pengembangan olahraga judo nasional.

Menurut Erick, seorang atlet membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam tahun untuk mencapai prestasi puncak di level internasional. Atas dasar itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan terhadap skema pendanaan multiyears bagi pelatnas yang diusulkan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Bapak Presiden sangat mengharapkan skema ini terjadi, karena itu visi beliau untuk kemajuan olahraga Indonesia. Mudah-mudahan ada kesamaan pengertian dengan administrasi negara, bahwa anggaran multiyears itu sesuatu yang sudah dilakukan di banyak negara, dan ini merupakan keharusan yang sedang ditunggu seluruh cabang olahraga," jelasnya.

Menurut Menpora, sistem pembinaan berkelanjutan merupakan prasyarat utama untuk menghasilkan atlet berkelas dunia. Oleh sebab itu, seluruh cabang olahraga perlu memiliki perencanaan yang jelas, terukur, dan berorientasi pada target prestasi jangka panjang.

Erick berharap Rakernas PJSI tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menghasilkan konsolidasi program pembinaan yang komprehensif, termasuk penyusunan roadmap pengembangan atlet menuju berbagai ajang internasional.

Rakernas PJSI Tahun 2026 diikuti 19 Pengurus Provinsi beserta jajaran pengurus pusat dan dibuka oleh Wakil Ketua Umum PB PJSI, MB Hutagalung, yang mewakili Ketua Umum PJSI Maruli Simanjuntak.

Penguatan pembinaan olahraga melalui pelatnas jangka panjang tersebut sejalan dengan implementasi Asta Cita, khususnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing serta penguatan prestasi olahraga nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kehormatan bangsa di tingkat internasional.

Peringati HUT ke-59, PERWOSI Kabupaten Madiun Gelar Sosialisasi Senam Kampung Pesilat 2026

Iki Radio – Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kabupaten Madiun sukses menggelar Sosialisasi Senam Kampung Pesilat Tahun 2026 di Pendopo Muda Graha pada Selasa (19/5/2026). 

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh semangat ini dihadiri oleh berbagai unsur organisasi wanita se-Kabupaten Madiun. Mulai dari Dharma Wanita Persatuan (DWP), Tim Penggerak PKK Kecamatan, hingga perwakilan organisasi wanita lainnya turut ambil bagian secara aktif.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT PERWOSI ke-59. Selain sebagai perayaan hari jadi, sosialisasi ini bertujuan utama untuk mengampanyekan Senam Kampung Pesilat sebagai warisan identitas Kabupaten Madiun yang kaya akan nilai luhur.

Ketua PERWOSI Kabupaten Madiun, Fitriya Purnomo Hadi, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh peserta yang hadir. 

Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun masyarakat yang sehat, berdaya, dan berkarakter.

“Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya yakin ibu-ibu dapat menjadi duta-duta Senam Kampung Pesilat Indonesia di masing-masing organisasi dan wilayahnya, sehingga Senam Kampung Pesilat sebagai identitas Kabupaten Madiun yang menjunjung tinggi persatuan, sportivitas, dan nilai luhur budaya bangsa dapat tersebar luas di lingkungan organisasi maupun masyarakat,” ungkapnya.

Tidak berhenti pada tahap sosialisasi, gerakan hidup sehat ini akan terus digelorakan secara berkelanjutan. PERWOSI Kabupaten Madiun merencanakan agenda lanjutan Lomba Senam Kampung Pesilat, yang akan digelar pada September 2026,bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS).

Selain menjadi sarana edukasi fisik, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat tali silaturahmi antarorganisasi wanita di Kabupaten Madiun.

Melalui kegiatan ini, kaum perempuan didorong untuk menjadi agent of change (agen perubahan) dalam membudayakan pola hidup sehat, yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga merambah ke masyarakat luas.

Di penghujung acara, antusiasme peserta memuncak saat seluruh hadirin bersama-sama turun ke lapangan untuk mempraktikkan gerakan Senam Kampung Pesilat. Praktik langsung ini menjadi bukti komitmen dan implementasi nyata dari materi sosialisasi.(ir)

Kementerian PU Bangun Stadion Sudiang di Makassar untuk Perkuat Olahraga Nasional

Iki Radio - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) membangun Stadion Sudiang di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi olahraga nasional melalui penyediaan infrastruktur berstandar internasional.

Stadion berkapasitas sekitar 27.000 penonton ini dibangun di Kawasan Olahraga Sudiang dengan konsep full single seat dan dirancang menjadi pusat kegiatan olahraga sekaligus ikon baru di Kota Makassar.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur olahraga merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. “Pemerintah melalui Kementerian PU berkomitmen menghadirkan infrastruktur olahraga yang berkualitas dan berstandar internasional. Stadion tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga ruang pembinaan bibit-bibit atlet muda agar mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Stadion Sudiang dirancang memenuhi standar FIFA dengan berbagai fasilitas modern, antara lain lapangan dengan rumput berkualitas tinggi, sistem pencahayaan LED dengan tingkat terang 1.500 lux, ruang ganti atlet, serta sistem penyiraman otomatis dan sistem drainase yang optimal guna mendukung kenyamanan dan mitigasi potensi genangan.

Pembangunan stadion dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Selatan dengan kontraktor pelaksana Waskita–Adhi (KSO), menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai sekitar Rp637,15 miliar.

Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan struktur, arsitektur, dan mekanikal elektrikal plumbing (MEP) pada bangunan utama stadion yang mencakup tribun utara, barat, selatan, dan timur, lapangan sepak bola, serta infrastruktur dan lanskap kawasan.

Pembangunan Stadion Sudiang ditargetkan selesai pada tahun 2027. Hingga 1 April 2026, pekerjaan konstruksi telah dimulai dengan tahap persiapan dan pematangan lahan.

Kementerian PU optimistis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembinaan olahraga serta melahirkan generasi atlet unggul Indonesia.

Ke depan, Stadion Sudiang diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga mendukung kegiatan sosial, pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

 

close
Pasang Iklan Disini