Nomor Tujuh Se Jatim, Pemkab Madiun Siap Menjaga Swasembada Pangan

Iki Radio – Kabupaten Madiun masuk pada urutan ke tujuh se Jawa Timur, dalam produksi padi. Ini menunjukan bahwa Kabupaten Madiun menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur, yang telah banyak memberikan kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi bersama Komandan Korem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Haryanto, dan Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Inf I Nyoman Adhisaputra usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden secara during di Puspem Kabupaten Madiun, Rabu (7/1/2026).

Dengan demikian, Kabupaten Madiun sudah menjadi salah satu kabupaten atau daerah di Jawa Timur yang sudah mampu mencukupi kebutuhan pangan atau ber-swasembada.

“Kedepan kita akan jaga terus, bersama petani kita tetap swasembada pangan,” ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto secara during, di kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun, Rabu (7/1/2026).

Kata Bupati, kerjasama dan kolaborasi dari seluruh pihak sangat dibutuhkan, dalam rangka menjaga ketahanan pangan, guna mencapai swasembada pangan di Kabupaten Madiun.

“Jadi stok sudah cukup. Beberapa waktu lalu kita sampaikan, kita kerja sama dengan bulog juga,” lanjutnya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ir Soedjiono menjelaskan, luas area panen padi di Kabupaten Madiun pada 2025, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dijelaskan, pada tahun 2025 luas area panen padi di Kabupaten Madiun mencapai 94.588,66 hektar, dengan produksi padi 634.507,44 ton. Pada tahun 2024, luas area panen 87.265 Hektar, dengan produksi padi 599.098,37 ton.

“Secara perhitungan kalau untuk konsumsi penduduk di Kabupaten Madiun sudah surplus,” jelasnya.

Komandan Komando Resor Militer (Korem) 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Haryanto mengatakan siap untuk mensukseskan program ketahanan sebagai program prioritas nasional.

“Untuk ketahanan pangan, kita akan mensukseskan semua program dari kementerian Pertanian RI utamanya dalam ramngka untuk ketahanan pangan,” ujarnya usai mengikuti usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kolonel Untoro juga menyampaikan kesiapannya, untuk mencapai target yang ditentukan.

“Tahun ini memang belum ditetapkan berapa  target. Namun dari kementerian pertanian disampaikan target 2026 akan lebih tinggi dari tahun lalu. Tapi kita siap, berapapun yang ditargetkan kita siap,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan memaksimalkan peran Bintara Bina Desa (Babinsa) untuk bersama sama mendukung program ketahanan pangan.

“Dengan melibatkan seluruh personil, khususnya Babinsa untuk mendanpingi petani dan Babinsa mendampingi bulog untuk menyerap gabah dari petani. Kita siap mendukung pemerintah daerah, Pak Bupati, dalam rangka menjadikan madiun sebagai lumbung pangan dan memenuhi kebutuhan pangan di madiun sendiri,” pungkasnya.

Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI dan jutaan petani di seluruh Indonesia ini, menjadi momentum dalam menegaskan keberhasilan kolektif bangsa, memperkuat ketahanan pangan nasional tanpa impor beras medium.

"Kita mengerti dan paham bahwa bangsa kita negara yang kaya. setelah saya dipilih dan diangkat menjadi presiden setelah saya mengambl alih pemerintah lebih paham mengerti atas kekayaan kita," kata Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dipusatkan di Karawang Jawa Barat.

Stok beras pemerintah secara nasional kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan cadangan beras mencapai 4,2 juta ton pada pertengahan 2025 dan 3,25 juta ton di akhir tahun, dengan produksi beras nasional 34,71 juta ton.

Sedangkan harga beras tetap terkendali, inflasi terjaga, dan kesejahteraan petani terus meningkat.(iw/IR)

close
Pasang Iklan Disini