Iki Terbaru/Paling Greeess

Sukses Jaga Stabilitas Pangan, BULOG Madiun Rampungkan Penyaluran Bapang Lebih Cepat dari Target

Iki Radio – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG) Kantor Cabang Madiun membuktikan komitmen nyatanya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban pengeluaran masyarakat.


BULOG Madiun telah merampungkan 100 persen pendistribusian Program Bantuan Pangan (Bapang) berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026.

Langkah percepatan ini diambil sebagai instrumen strategis pemerintah dalam mengantisipasi dinamika harga pangan di pasaran, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

Dalam program ini, BULOG Madiun menggelontorkan komoditas pokok dalam jumlah besar yang menyasar ratusan ribu keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Penyaluran yang dilakukan secara bertahap namun progresif ini berhasil diselesaikan lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), yaitu sebelum 31 Mei 2026.

Secara akumulatif, BULOG Madiun telah menyalurkan beras sebanyak 5.835 ton, miyak goreng: 1.167 Kilo Liter (KL), dengan jumlah sasaran 291.753 Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Untuk penerima di wilayah Kota Madiun, Bulog Cabang Madiun telah merampungkan penyaluran pada Maret 2026 lalu. Sedangkan untuk di Kabupaten Madiun, capaian 100 persen penyaluran pada April 2026. Dan untuk wilayah Kabupaten Ngawi, telah selesai pada 26 Mei 2026.

Pemimpin Cabang Perum BULOG Madiun, Agung Sarianto, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi yang kuat di lapangan antara BULOG, Pemerintah Daerah, dan seluruh stakeholder terkait.

"BULOG Madiun telah menuntaskan pendistribusian bantuan pangan 100 persen kepada Keluarga Penerima Bantuan Pangan sebelum tanggal 31 Mei 2026,”  ujar Agung Sarianto, Selasa (9/6/2026).

Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat, sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengendalikan gejolak harga pangan dan inflasi.

Kelancaran program ini juga diakui oleh pihak Pemerintah Daerah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Paryoto, menambahkan bahwa komunikasi intensif dengan BULOG memastikan bantuan yang diterima masyarakat tidak hanya tepat waktu, tetapi juga berkualitas tinggi.

"Kami terus berkoordinasi dengan BULOG terkait penyaluran program bantuan pangan, mulai dari pengecekan kualitas hingga monitoring pelaksanaan di lapangan. Hasilnya, pendistribusian banpang (bantuan pangan) dapat berjalan dengan lancar dan diterima dengan baik oleh masyarakat," jelas Paryoto.

Program bantuan pangan ini terbukti menjadi instrumen strategis yang langsung meringankan dapur masyarakat di tingkat bawah.

"Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan bantuan ini. Minyak dan beras bantuan yang saya terima juga bagus, cukup untuk makan sehari-hari jadi kami tidak perlu beli beras dan minyak lagi,” ungkap Kasiem, warga dari Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Kasiem berharap program bantuan pangan ini terus berlanjut, karena sangat membantu masyarakat.

“Semoga bulan depan ada bantuan seperti ini lagi," tambahnya.

Dengan selesainya alokasi Februari dan Maret ini, BULOG Madiun memastikan kesiapannya untuk terus mengawal ketahanan pangan dan mengantisipasi fluktuasi harga di pasar pada periode-periode berikutnya.(ir)

 

Filosofi Mendalam di Balik Logo HUT ke-458 Kabupaten Madiun Karya Pemuda Saradan

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun mengumumkan pemenang Sayembara Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-458 Kabupaten Madiun.

Juara dalam ajang kreatif ini berhasil diraih Ridho Agung Laksono, pemuda asal Desa Bongsopotro, Kecamatan Saradan.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Madiun, Robani, menyatakan bahwa karya yang terpilih tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman makna yang luar biasa.

"Hasil seleksi penilaian dewan juri, filosofinya lengkap," ujar Robani, Selasa (9/6/2026).

Logo karya Ridho ini dinilai sukses merangkum visi, misi, kekayaan budaya, serta potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Madiun untuk melangkah menuju masa depan yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Desain logo pemenang ini memuat elemen-elemen penting yang merepresentasikan identitas Kabupaten Madiun secara mendalam, yang terbagi menjadi dua poin utama:

Elemen Bentuk dan Simbol

Angka 458: Melambangkan usia Hari Jadi Kabupaten Madiun. Bentuk visualnya dibuat saling terhubung, menggambarkan konsep sinergi dan kolaborasi untuk terus bergerak bersama.

Simbol Industri: Garis yang mengarah ke atas menggambarkan pengembangan kawasan industri demi mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Gapura (Alun-Alun Reksogati): Melambangkan pusat pemerintahan yang bersih, efektif, terpercaya, serta maksimal dalam pelayanan publik berbasis teknologi.

Pesilat: Menegaskan identitas Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat, yang merepresentasikan kekuatan, kebersamaan, dan kerukunan antarwarga.

Air: Menjadi simbol sumber kehidupan, keseimbangan, serta keterhubungan melalui alur yang mengalir.

Batik (Motif Beras Kutah): Menggambarkan pelestarian warisan budaya dan inovasi. Uniknya, motif ini membentuk pola angka 206 yang merepresentasikan jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Madiun sebagai simbol pembangunan yang merata.

Ukiran: Melambangkan nilai ekonomi dari kerajinan lokal sekaligus simbol dalam menjunjung tinggi keharmonisan dan keselarasan hidup.

Padi dan Jagung: Dua komoditas pangan utama Madiun yang menyimbolkan kemakmuran. Jumlah 15 bulir padi secara spesifik melambangkan 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun.

Perkebunan: Menunjukkan potensi lereng Gunung Wilis yang subur, menempatkan Madiun sebagai salah satu lumbung pangan dan sentra hortikultura utama di Jawa Timur.

Gunung Wilis: Merepresentasikan sektor pariwisata yang kaya, mulai dari wisata alam, agrowisata, desa wisata, hingga wisata sejarah dan budaya.

Ulir: Visualisasi dari gotong royong, kolaborasi, dan keselarasan yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat.


Makna Warna Logo

Warna-warna yang digunakan dalam logo ini dipilih dengan cermat untuk membawa pesan psikologis yang kuat.

Kuning : Melambangkan jiwa yang penuh semangat dan optimisme untuk terus berinovasi dan bergerak maju.

Hijau : Melambangkan keharmonisan, kemakmuran, dan keberlanjutan dalam mewujudkan Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Biru : Melambangkan kepercayaan, keselarasan, sinergitas, serta stabilitas antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan yang berkeadilan.

Dengan logo ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap seluruh elemen masyarakat dapat meresapi semangat kolaborasi dan gotong royong yang tertuang di dalamnya.

Logo ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk membawa Kabupaten Madiun menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Nantinya logo dari pemenang sayembara ini akan digunakan dalam berbagai bentuk media publikasi kegiatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 458.(ir)


BACA JUGA : 

Sambut Hari Jadi ke-458, 30 Karya Berebut Jadi Logo Resmi Kabupaten Madiun

Raih Penghargaan Kemendagri, Bupati Madiun Gandeng Kementerian PU Matangkan Pembiayaan Kreatif Infrastruktur Jalan

Iki Radio – Sukses meraih penghargaan Creative Financing dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bupati Madiun Hari Wuryanto, terus bergerak cepat mengembangkan skema pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBD.

Langkah konkret ini diwujudkan melalui audiensi dan koordinasi bersama Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI di Jakarta pada Senin (8/6/2026). 

Pertemuan ini membahas rencana mekanisme pembiayaan kreatif berupa Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk proyek preservasi jalan di Kabupaten Madiun.

Audiensi strategis yang dihadiri oleh Bupati beserta jajaran pimpinan OPD terkait ini merupakan tindak lanjut dari dua agenda besar yakni proses pengusulan Project Development Facility (PDF), terkait proyek kerja sama Pemerintah Daerah dan KPBU Preservasi Jalan Kabupaten Madiun yang saat ini tengah diajukan ke Kementerian Keuangan RI.

Dan sosialisasi program IJD, dimana hal ini menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi yang telah digelar pada 26 Mei 2026 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hari Wuryanto didampingi oleh dua staf Kementerian PU yang mewakili Direktur, yaitu Agnes Intan dan Fara Baselin.

Dalam paparannya, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa peningkatan pelayanan infrastruktur di Kabupaten Madiun diselaraskan dengan visi daerah "Madiun BERSAHAJA", khususnya Misi IV, yakni membangun sarana dan prasarana kewilayahan yang lebih memadai, merata, dan berkeadilan.

Pemerintah Kabupaten Madiun sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat mengingat pembangunan infrastruktur jalan membutuhkan anggaran yang besar dan berkelanjutan.

"Peningkatan kemantapan jalan menjadi prioritas utama kami karena merupakan infrastruktur vital yang langsung mendukung swasembada pangan serta memutar roda pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Bupati Hari Wuryanto.

Selain mematangkan skema finansial kreatif, Bupati Madiun juga memaparkan daftar usulan penanganan sejumlah ruas jalan daerah untuk tahun anggaran 2026.

Besar harapan Pemkab Madiun agar usulan pembangunan melalui berbagai program pembiayaan alternatif ini dapat segera terealisasi. 

Melalui konektivitas jalan yang prima, diharapkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun meningkat pesat sekaligus mampu menyokong penuh program ketahanan pangan nasional.(ir)

Prabowo Lantik Kepala BGN Baru dan Stafsus Presiden di Istana Negara

Iki Radio – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026). Selain Kepala BGN, Presiden juga melantik dua Wakil Kepala BGN baru serta Said Iqbal sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Pelantikan Nanik S. Deyang—yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN—dilakukan untuk menggantikan Dadan Hindayana. Dadan bersama dua Wakil Kepala BGN terdahulu, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, resmi dicopot setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain Kepala BGN, Presiden Prabowo melantik jajaran pimpinan baru BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono (telah mengajukan pensiun dini dari TNI) sebagai Wakil Kepala BGN.

Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN, serta Pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

Dalam upacara yang sama, Presiden Prabowo juga mengambil sumpah jabatan Said Iqbal sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Posisi ini diberikan setelah melalui pertimbangan matang. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya sempat mengonfirmasi pada Kamis (4/6/2026) bahwa pemerintah memang mencari posisi yang tepat untuk Said Iqbal guna mengakomodasi rekam jejak perjuangannya di bidang buruh dan ketenagakerjaan.

Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, diikuti dengan penandatanganan berita acara upacara pelantikan.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap para pejabat baru secara serempak di Istana Negara.

Ratusan Guru Dipindah, Ini Penjelasan Wakil Bupati Madiun

Iki Radio – Kebijakan pergeseran tempat tugas ratusan tenaga pendidik di Kabupaten Madiun mulai dilaksanakan.

Sedikitnya 450 guru tingkan SD dan SMP di Kabupaten Madiun, kini menjalankan tugas mengajarnya lebih dekat dengan domisili atau tempat tinggalnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi memberikan penjelasan mendalam terkait latar belakang di balik keputusan penataan personel tersebut.

Menurut Wabup, langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis Bupati Madiun selaku Pejabat Pembina Kepegawaian dalam merumuskan kebijakan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan seluruh ASN dan jajaran birokrasi di Kabupaten Madiun.

Kebijakan ini berfokus pada efisiensi dengan cara mendekatkan tempat tugas para guru ke domisili atau tempat tinggal mereka masing-masing.

Dijelaskan bahwa salah satu pertimbangan utama dari kebijakan ini adalah dorongan efisiensi penekanan pengeluaran bagi para ASN, selaras dengan kebijakan operasional daerah lainnya seperti pemberlakuan Work From Home (WFH) pada hari Jumat.

Dengan memindahkan para pendidik di bawah Dinas Pendidikan ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah mereka, beban finansial operasional harian para guru otomatis akan berkurang.

"Kami sempat bertanya kepada salah satu guru. Selama ini harus menempuh perjalanan jauh, sekarang didekatkan di wilayah Sawahan yang jaraknya cuma sekitar 3 kilometer dari rumahnya. Ada selisih jarak hingga 30 kilometer. Bisa dibayangkan berapa liter bensin yang bisa dihemat setiap harinya," ujar Wakil Bupati, Senin (8/6/2026).

Selain dari aspek finansial, Pemerintah Kabupaten Madiun membidik dua dampak positif utama bagi kualitas pendidikan di lapangan. Dengan jarak tempuh yang jauh lebih pendek, para guru diharapkan dapat hadir di sekolah secara lebih disiplin dan tepat waktu. Pengurangan kelelahan fisik di jalan diharapkan mampu menjaga energi para guru agar tidak terdistraksi hal-hal lain di luar pekerjaan, sehingga mereka bisa lebih fokus dan efisien dalam mengajar.

Guna memastikan kebijakan berjalan lancar, Pemerintah Kabupaten Madiun secara bertahap akan melakukan pemetaan (mapping) secara menyeluruh. Proses ini akan dikawal langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) serta Kepala Dinas Pendidikan agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan profesional.

Wakil Bupati Madiun juga menegaskan dengan keras bahwa kebijakan penataan berbasis zonasi domisili ini bersifat universal dan murni demi kesejahteraan bersama, bukan sebuah langkah yang tendensius atau didasari motif tertentu.

"Kami selalu mewanti-wanti dan mengingatkan agar jangan sampai ada praktik gratifikasi. Tindakan seperti itu sangat tidak mendidik. Semuanya no, tidak boleh ada pungutan sama sekali dalam proses ini. Ini demi mewujudkan komitmen Madiun Bersaja: Bersih, Sehat, Sejahtera," tegasnya.

Wakil Bupati Madiun menitipkan pesan penting kepada ratusan guru yang mendapatkan tempat tugas baru yang lebih dekat dari rumah. Mengingat kebijakan ini membawa dampak positif bagi efisiensi anggaran pribadi, para guru diminta untuk menyambut baik peluang ini.

"Tolong diterima dengan sebaik mungkin dan segera lakukan adaptasi di lingkungan baru. Target utama kita adalah profesionalisme. Semoga dengan jarak kerja yang kini lebih dekat dengan domisili dan keluarga, kinerja para guru harus semakin meningkat dan semakin profesional," pungkasnya.(ir)

BACA JUGA :

Dekatkan Tempat Tugas dengan Domisili, 450 Guru di Kabupaten Madiun Dipindah

 

Dekatkan Tempat Tugas dengan Domisili, 450 Guru di Kabupaten Madiun Dipindah

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi menerbitkan Surat Tugas Pendekatan Tempat Tugas dengan Domisili bagi 450 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pendidikan.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas kinerja, efisiensi energi, serta kualitas mutu pelayanan pendidikan di Kabupaten Madiun.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menegaskan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan.

Oleh karena itu, pemangkasan jarak tempuh ini diharapkan memberikan ruang bagi para guru untuk tampil lebih optimal.

"Pengurangan jarak tempuh diharapkan membuat para pendidik mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan pelayanan terbaik dan menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan," ujar Agus Sucipto, Senin (8/6/2026).

Selain itu, kebijakan berbasis zonasi domisili ini bertujuan menumbuhkan rasa Handarbeni—yaitu rasa ikut memiliki, menjaga, merawat, dan bertanggung jawab terhadap tempat tugas yang baru.

Kebijakan ini juga diklaim sangat efektif dalam mendukung program penghematan energi pemerintah daerah sekaligus menyukseskan Gerakan SELAMAT ASRI guna mewujudkan Kabupaten Madiun yang BERSAHAJA.

Penerbitan 450 surat tugas ini menyasar guru PNS, PPPK Penuh Waktu, hingga PPPK Paruh Waktu dengan rincian guru SD (Total 402 Orang), terdiri dari 161 PNS, 196 PPPK Penuh Waktu, dan 45 PPPK Paruh Waktu. Dan guru SMP (Total 48 Orang) terdiri dari 36 PNS, 9 PPPK Penuh Waktu, dan 3 PPPK Paruh Waktu.

Kebijakan penataan ini memicu berbagai respons dari para guru yang mendadak harus berpindah tugas.

Wieke Retnaningrum, seorang guru yang sebelumnya telah mengabdi selama 6 tahun di SDN Wonorejo 01 Kecamatan Mejayan, kini dipindahkan ke wilayah Kecamatan Sawahan.

Ia mengakui dari segi efisiensi, penempatan baru ini sangat membantu karena hanya berjarak 3 kilometer dari rumahnya.

"Tentu ini lebih mudah dan lebih efisien karena dekat dengan rumah, jadi bisa optimal dalam mengajar," ungkap Wieke.

Meski demikian, Wieke tidak menampik dirinya sempat terkejut karena proses mutasi ini berjalan tanpa adanya sosialisasi atau pemberitahuan awal.

"Sebenarnya agak syok karena tanpa ada pemberitahuan sama sekali dan saya tidak mengajukan pindah. Tiba-tiba surat tugas masuk dan lokasinya baru saya ketahui hari ini. Karena ini pertama kalinya saya pindah sekolah, tentu harus siap adaptasi lagi," tambahnya.

Dampak efisiensi waktu yang signifikan juga dirasakan oleh Hari Wibowo, seorang guru dengan status kepegawaian PPPK Paruh Waktu.

Setelah 10 tahun lamanya mengajar di SDN Dolopo 01, kini ia dialihkan ke SDN Tileng yang lokasinya jauh lebih dekat dari tempat tinggalnya.

"Sebelumnya saya harus menempuh perjalanan selama 30 menit untuk menuju ke sekolah (di Dolopo). Sekarang dengan dipindah ke SD Tileng, perjalanan ke tempat tugas hanya memakan waktu 5 menit," tutur Hari.

Melalui kebijakan yang memangkas waktu di jalan dan menghemat biaya operasional ini, Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan para guru dapat datang tepat waktu, lebih bugar secara fisik, dan memberikan dedikasi penuh demi peningkatan mutu pendidikan di wilayah masing-masing.(ir)

BACA JUGA :

Ratusan Guru Dipindah, Ini Penjelasan Wakil Bupati Madiun

 

Tiba di Madiun, Dua Jemaah Haji Langsung Menjalani Perawatan

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi menyambut kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Madiun Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, pada Minggu (7/6/2026). Suasana haru dan syukur mewarnai kedatangan ratusan jemaah yang kembali dengan selamat dan lengkap.

Acara penyambutan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati beserta istri, Sekretaris Daerah (Sekda), jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, organisasi keagamaan, serta ribuan keluarga jemaah haji yang setia menunggu.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun, Bisri Mustofa, melaporkan bahwa total jemaah haji yang tiba pada gelombang ini berjumlah 451 orang. Mereka terbagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter).

“Kepulangan jemaah haji sudah terjadwal sehingga pemerintah daerah dapat mempersiapkan proses penyambutan dengan baik. Untuk hari ini, Kloter 24 berjumlah 374 jemaah dan Kloter 25 berjumlah 77 jemaah. Kepulangan kloter berikutnya akan terus kami pantau sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” jelas Bisri.

Namun, Bisri juga menyampaikan kabar bahwa terdapat dua jemaah yang harus langsung mendapatkan penanganan medis setibanya di tanah air akibat kondisi kesehatan yang menurun.

“Untuk Kloter 24 dan 25 terdapat dua orang jemaah yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Dungus dan RSUD Caruban. Kami terus memantau kondisi keduanya agar segera pulih,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan seluruh jemaah haji Kabupaten Madiun dalam keadaan selamat dan utuh secara jumlah.

“Pemerintah Kabupaten Madiun mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah haji. Alhamdulillah, sesuai laporan yang kami terima, jemaah haji Kabupaten Madiun tahun ini berangkat dengan selamat dan pulang dengan selamat serta lengkap,” ujar Bupati.

Bupati berharap seluruh jemaah dapat menjaga kemabruran hajinya, terus istiqamah dalam beribadah, serta menjadi teladan yang baik di tengah-tengah masyarakat. Tak lupa, ia juga menitipkan doa untuk kemajuan bumi Kampung Pesilat.

“Mohon doa yang ikhlas dari seluruh jemaah agar Kabupaten Madiun menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, masyarakatnya guyub rukun, serta mampu mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja—yaitu Bersih, Sehat, dan Sejahtera,” tambahnya.

Usai acara penyambutan, Bupati Hari Wuryanto menambahkan bahwa keberhasilan kepulangan jemaah ini tidak lepas dari kerja sama dan pemantauan intensif yang dilakukan oleh tim petugas haji selama di tanah suci.

“Kami selalu memantau perkembangan jemaah setiap hari melalui laporan panitia. Memang ada beberapa jemaah yang sempat mengalami gangguan kesehatan, namun berkat penanganan cekatan dari panitia dan petugas di Makkah maupun Madinah, semuanya dapat diatasi dengan baik,” ungkapnya.

Bupati juga memberikan pesan kepada masyarakat yang masih berada dalam daftar tunggu (waiting list) keberangkatan haji agar tetap bersabar dan mulai mempersiapkan diri.

“Menunaikan ibadah haji membutuhkan kesabaran. Yang terpenting adalah meluruskan niat dan mengikhlaskannya, karena ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang prima,” tegas Bupati.

Dengan tibanya Kloter 24 dan 25 ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap seluruh jemaah membawa keberkahan yang luar biasa, baik bagi keluarga, lingkungan sekitar, maupun kemaslahatan seluruh daerah Kabupaten Madiun.(ir)

Presiden Tinjau Program Sekolah Rakyat di Bali, Pastikan Akses Pendidikan Merata

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Minggu (7/6/2026).

Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Minggu (7/6/2026). 


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemantauan program prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang rentan putus sekolah.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.42 WITA dan disambut antusias oleh para siswa serta masyarakat yang telah menunggu di lingkungan sekolah.

Saat kendaraan yang membawa Presiden memasuki area sekolah, para pelajar menyambut dengan nyanyian dan seruan selamat datang.  “Selamat datang Bapak Presiden Prabowo!” seru para siswa secara bersamaan.

Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan Tari Kecak yang dibawakan para siswa SRMP 17 Tabanan. Pertunjukan seni khas Bali tersebut ditampilkan sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan Presiden.

Usai menyaksikan pertunjukan, Prabowo menyempatkan diri menyapa dan berjabat tangan dengan para siswa. Presiden juga berbincang singkat dengan sejumlah pelajar sebelum melanjutkan peninjauan fasilitas dan proses pembelajaran di sekolah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal. 

“Sekolah Rakyat ini merupakan arahan langsung Bapak Presiden. Tidak ada pendaftaran berbayar, tidak boleh ada titipan. Kita menjangkau anak-anak yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Saifullah, program tersebut dirancang untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan, terutama mereka yang berasal dari kelompok rentan dan berisiko putus sekolah.

Pemerintah terus memperluas pelaksanaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemerataan layanan pendidikan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

close
Pasang Iklan Disini