Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Pembangunan Sekolah Rakyat Madiun Capai 75 Persen, Target Rampung 20 Juni 2026

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mengebut pembangunan sarana dan prasarana Proyek Strategis Daerah "Sekolah Rakyat". 

Program yang merupakan bagian dari program prioritas nasional ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir bulan ini.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi menyatakan bahwa hingga saat ini progres pembangunan fisik proyek tersebut telah mencapai 75 persen.

Pihaknya optimistis seluruh fasilitas akan siap digunakan tepat waktu.

"Melihat tren positif di lapangan, kami sangat optimis target penyelesaian pada 20 Juni 2026 mendatang dapat tercapai dengan baik," ujar Supriyadi, Jum'at (5/6/2026).

Selain fokus pada infrastruktur, Dinas Sosial juga tengah bersiap untuk menjaring calon peserta didik. 

Supriyadi menegaskan bahwa target kuota siswa untuk Sekolah Rakyat ini dipastikan akan terpenuhi secara optimal.

Secara rinci, Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun ini direncanakan menampung total 360 siswa, yang terbagi ke dalam tiga jenjang pendidikan, yakni 120 siswa SD, 120 siswa SMP dan 120 siswa SMA.

Supriyadi menjelaskan bahwa prioritas utama penerimaan siswa baru ini didasarkan pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan fokus utama pada masyarakat rentan yang berada di kelompok desil 1 dan desil 2 (kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).

Meski demikian, pemerintah daerah telah menyiapkan strategi cadangan jika kuota belum terpenuhi setelah penyaringan tahap pertama.

"Prioritas mutlak kami adalah anak-anak dari desil 1 dan 2. Namun, kalau semua warga dari desil tersebut sudah masuk dan ternyata jumlah kuota siswa belum terpenuhi, maka skema pendaftaran akan kami perluas dengan menyasar warga di desil atasnya," pungkas Supriyadi.

Melalui program prioritas nasional ini, Pemkab Madiun berharap dapat memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi masyarakat yang paling membutuhkan.(ir)

Puteri Indonesia Siap Gaungkan PP Tunas, Dari Sekolah hingga Panggung Dunia

Iki Radio - Dukungan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) tidak hanya datang dari pemerintah dan kalangan akademisi. Para finalis Puteri Indonesia 2026 juga menyatakan kesiapan mereka menjadi bagian dari upaya melindungi generasi muda Indonesia dari berbagai risiko di ruang digital.

Dirjen KPM Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya (tengah) bersama Ketua dan pengurus Yayasan Puteri Indonesia serta enam Putri Indonesia di kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Ketika audiensi bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Kamis (4/6/2026), para Puteri Indonesia menilai PP Tunas sebagai langkah strategis yang tidak bertujuan membatasi anak-anak, melainkan memastikan mereka mendapatkan akses media sosial secara lebih aman dan sesuai tahap perkembangan.

Puteri Indonesia Pendidikan 2026 sekaligus Miss Charm Indonesia 2026, Gisela Belicia Alma Thesalonica, menilai regulasi tersebut lahir melalui proses yang matang karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, psikolog hingga praktisi.

Menurutnya, PP Tunas merupakan bentuk perlindungan bagi anak-anak agar dapat mengakses media sosial pada waktu yang tepat, bukan sekadar pembatasan penggunaan teknologi.  “Ini bukan soal larangan atau pembatasan semata, tetapi bagaimana kita melindungi anak-anak muda agar dapat mengakses media sosial pada waktunya. Regulasi ini juga telah disusun secara matang dengan melibatkan banyak pihak,” ujarnya.

Sebagai Puteri Indonesia Pendidikan, Gisela menyatakan siap mengambil peran aktif dalam menyosialisasikan PP Tunas, khususnya di lingkungan sekolah.

Ia meyakini kolaborasi antara pemerintah, Yayasan Puteri Indonesia, dan generasi muda menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan tersebut.

Lebih jauh, Gisela berencana membawa isu perlindungan anak di ruang digital ke tingkat internasional melalui ajang Miss Charm yang akan berlangsung di Vietnam.

Menurutnya, Indonesia memiliki kesempatan menjadi contoh bagi negara lain dalam upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak.  “Sebagai generasi muda Indonesia, saya bangga dengan adanya PP Tunas. Saya juga ingin menggaungkan isu ini di media sosial dan forum internasional agar semakin banyak pihak memahami pentingnya perlindungan anak di ruang digital,” katanya.

Senada dengan itu, Puteri Indonesia Pariwisata 2026 sekaligus Miss Cosmo Indonesia 2026, Karina Moudy Widodo, menilai PP Tunas merupakan gerakan penting untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia menghadapi tantangan media sosial yang semakin kompleks.

Menurut Karina, salah satu persoalan terbesar yang dihadapi anak-anak saat ini adalah ketergantungan terhadap media sosial yang telah berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari.  “Adiksi terhadap media sosial sudah menjadi tantangan besar. PP Tunas dapat menjadi langkah penting untuk menekan angka ketergantungan tersebut sekaligus membantu anak-anak membangun pola penggunaan media sosial yang lebih sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, platform digital yang dimiliki para Puteri Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda tentang penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab.

Karina Moudy Widodo juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu negara yang mengambil langkah progresif dalam perlindungan anak di ruang digital.

Karena itu, isu PP Tunas dinilai layak diperkenalkan di berbagai forum internasional sebagai praktik baik yang dapat menginspirasi negara lain.

Pentingnya Pengawasan Orang Tua

Sementara itu, Puteri Indonesia Intelegensia II sekaligus Influencer 2026, Athalla Hartiana Putri Hardian, menyoroti pentingnya pengawasan orangtua terhadap penggunaan gawai oleh anak-anak, terutama yang berusia di bawah 16 tahun.

Menurutnya, pada usia tersebut perkembangan fisik dan psikologis anak masih membutuhkan pendampingan yang kuat sehingga akses terhadap ruang digital perlu dikelola secara hati-hati.  “Ini merupakan upaya yang baik untuk menjaga anak-anak muda agar lebih bijak dan terlindungi saat menggunakan gawai. PP Tunas juga menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih memperhatikan penggunaan gadget oleh anak-anak mereka,” katanya.

Sebagai figur publik dan kreator konten, Athalla mengaku siap mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak di ruang digital serta dampak penggunaan teknologi yang tidak terawasi terhadap tumbuh kembang anak.

Dukungan para Puteri Indonesia tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak di ruang digital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas sektor, PP Tunas diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia di era digital.

 

Berkolaborasi dengan Inspira Risbo, Pemkab Bojonegoro Gelar Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan untuk Bojonegoro Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro (Inspira Risbo). Kegiatan digelar di Ruang Angling Dharma Lt. 2 Pemkab Bojonegoro, Selasa (26/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Pembina Inspira Risbo Cantika Wahono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadho, serta beberapa kepala OPD lain seperti Kepala Dinas Budpar, dan BRIDA.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan pentingnya semangat belajar dan kolaborasi untuk memajukan pendidikan di Bojonegoro. Menurutnya, pemerintah daerah masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam membangun dunia pendidikan yang semakin baik dan mendekati sempurna, terutama dalam memastikan hak pendidikan bagi seluruh warga negara.

“Kita harus terus belajar dan berbenah agar pendidikan Bojonegoro menjadi lebih baik lagi. Setidaknya kita harus mampu memberikan hak warga negara untuk mengenyam pendidikan,” ungkapnya.

Bupati juga menegaskan bahwa penanganan ATS tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Mengatasi ATS tidak bisa sendirian. Kebijakan Pemda harus menjadi amanah dan mampu menumbuhkan keterlibatan elemen lainnya. Saya juga akan sering turun ke lapangan, terutama di wilayah-wilayah tertentu, karena masih ada anak-anak yang belum sekolah bahkan tidak mau keluar rumah. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Setyo Wahono.

Selain itu, ia berharap kegiatan crowdsourcing ide pendidikan ini mampu melahirkan solusi konkret dalam perencanaan dan penganggaran daerah, sekaligus mendorong lahirnya kompetisi dan inovasi pendidikan di Bojonegoro.

“Harapannya, forum ini bisa memberikan solusi nyata terhadap perencanaan dan penganggaran Pemda, sekaligus melahirkan kompetisi dan inovasi demi kemajuan pendidikan Bojonegoro,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadho menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan, inovasi, dan ide yang diberikan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya menjadi urusan jenjang tertentu saja.

“Pendidikan di Kabupaten Bojonegoro ini adalah PR bersama. Pendidikan tidak hanya milik SMA, SMP, SD maupun TK, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak. Terima kasih atas masukan dan inovasi yang diberikan demi kemajuan pendidikan Bojonegoro,” ujarnya.

Anwar juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan serius di Bojonegoro. Berdasarkan data terakhir, terdapat ribuan ATS yang membutuhkan perhatian bersama. “Kalau sesuai hasil terakhir kami, masih ada sekitar 5.610 ATS. Ini perlu kerja sama semua pihak agar ke depan ATS di Bojonegoro segera dapat dituntaskan,” tambahnya.

Tingkatkan IPM dan Optimalkan Potensi Daerah, Pemkab Madiun Jalin Sinergi Strategis dengan STAINU Madiun

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun.

Kerja sama yang dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini difokuskan pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi guna mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta mengoptimalkan berbagai potensi daerah di Kabupaten Madiun.

Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi yang secara historis berizin di wilayah Kabupaten, STAINU tidak dapat berdiri sendiri.

Sinergi dan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Madiun merupakan sebuah keniscayaan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi masyarakat Madiun yang mayoritas warga Nahdliyin.

"Hari ini menjadi pondasi dasar kita dengan pemerintah daerah untuk bekerja sama dan membangun sinergi. Kami berharap MoU ini segera ditindaklanjuti dengan program nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pengabdian masyarakat, penelitian, pengajaran, hingga program PPL dan KKN," ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Anwar Sholeh juga memohon dukungan moral serta kebijakan dari pemerintah daerah agar STAINU dapat terus eksis dan memberikan warna positif bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Madiun.

Gayung bersambut, Pemerintah Kabupaten Madiun menyambut baik dan menaruh harapan besar terhadap kolaborasi ini.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di wilayah kabupaten sudah lama dinantikan demi mendukung peningkatan kualitas SDM setempat.

Saat ini, capaian IPM Kabupaten Madiun masih berada di posisi menengah (middle) Jawa Timur, yaitu di angka 75. Pemkab menargetkan angka tersebut dapat terkerek naik hingga minimal mencapai angka 81.

"Salah satu supporting utama untuk mendongkrak penilaian IPM adalah lewat kerja sama dengan perguruan tinggi. Kami sangat berharap, insyaallah tahun depan STAINU sudah bisa mulai membangun kampusnya di wilayah Kabupaten Madiun, memanfaatkan lahan yang sudah ada di dekat Puskesmas Desa Buduran. Lewat gotong royong, saya yakin STAINU di Kabupaten Madiun akan berkembang pesat," ungkap Bupati.

Selain persoalan IPM, Bupati juga menyoroti angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Madiun yang saat ini masih berada di angka 8,9 tahun (setingkat di bawah SMP). Padahal, target pendidikan dasar wajib telah menyentuh 13 tahun.

Pemkab Madiun terus berupaya mengikis ketertinggalan tersebut, salah satunya melalui program Sekolah Rakyat serta edukasi pentingnya pendidikan tinggi yang nantinya digerakkan melalui program KKN mahasiswa STAINU.

Di sektor pembangunan dan ekonomi daerah, Pemkab Madiun telah melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pokok untuk langsung merumuskan kerja sama riset dengan STAINU.

Keterlibatan akademisi dinilai sangat krusial dalam memikirkan pengelolaan potensi wilayah yang luar biasa, seperti pengembangan komoditas kakao, alpukat, hingga cengkeh yang tersebar di lereng Gunung Wilis.

Bupati Madiun menegaskan komitmen penuh jajarannya agar nota kesepahaman ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan harus diimplementasikan secara istikamah dalam aksi nyata di lapangan.(ir)

 

 

 

 

Progres Capai 60 Persen, Bupati Madiun Targetkan Proyek SR Rampung 20 Juni

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mengejar penyelesaian proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) sebagai fasilitas pendidikan terbaru yang ditargetkan selesai pada pertengahan tahun ini.

Saat ini, progres fisik pembangunan telah menunjukkan tren positif dan berjalan sesuai rencana.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut, proyek pembangunan SR kini telah menyentuh angka 60 persen.

Pihaknya optimistis fasilitas tersebut bisa mulai dioperasikan dalam waktu dekat.

"Progres alhamdulillah sudah bagus, 60 persen. Nanti tanggal 20 Juni insyaallah selesai," ujar Bupati Madiun usai memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Jiwan Madiun, Rabu (20/5/2026).

Terkait kesiapan operasional, khususnya penjaringan peserta didik, Pemerintah Kabupaten Madiun telah menetapkan target kuota awal sebanyak 360 siswa. Target ini nantinya akan terus dikembangkan secara bertahap hingga mencapai kapasitas maksimal.

Saat ini telah menjaring 144 siswa, dari kuota awal 360 siswa. Kapasitas total akan dikembangkan berangsur-angsur hingga menampung 1.200 siswa.

Untuk kuota awal sebanyak 360 siswa tersebut, Pemkab Madiun membaginya secara merata tiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP dan SMA yang masing masing 120 siswa.

Bupati juga menegaskan bahwa seluruh siswa yang masuk tidak perlu mengkhawatirkan masalah pemenuhan kebutuhan penunjang belajar.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, termasuk pemenuhan seragam sekolah dan fasilitas pendukung lainnya.

"Oh semuanya, jangan khawatir. Lengkap. Pokoknya didukung," tegas Bupati.

Tak hanya fokus pada fasilitas fisik bangunan dan administrasi siswa, Pemkab Madiun juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan di sekitar lokasi.

Sebagai langkah penghijauan, Pemkab telah mengirimkan sejumlah bibit tanaman buah untuk ditanam di kawasan tersebut.

Beberapa jenis tanaman ikonik yang disiapkan antara lain bibit pohon alpukat, mangga, serta beberapa tanaman hias khas yang biasa mempercantik halaman depan kantor Pemkab Madiun.(ir)

 

UMMAD Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT)

Iki Radio – Sebuah tonggak sejarah baru ditorehkan oleh persyarikatan Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi. 

Gedung UMMAD, Jalan Panjaitan Kota Madiun


Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) kini telah resmi bertransformasi dan berganti nama menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT).

Kepastian perubahan identitas ini disambut hangat oleh keluarga besar Muhammadiyah. 

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dr. Sukadiono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, atas terbitnya Surat Keputusan (SK) perubahan nama tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri atas terbitnya SK perubahan nama ini. Sekarang sudah resmi, namanya menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur,” ujar dr. Sukadiono saat menerima kunjungan silaturahmi Menteri Brian Yuliarto di Kantor PWM Jatim, Sabtu (9/5/2026).

Perubahan besar ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 480/B/0/2026 yang dirilis pada 4 Mei 2026. Langkah ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan momentum penguatan eksistensi akademik. 

Saat ini, UMJT mengelola 13 program studi strategis yang terbagi dalam tiga rumpun utama. Diantaranya Rumpun Kesehatan dan Sains yang mencakup Administrasi Kesehatan, Ilmu Aktuaria, Ilmu Lingkungan, Kebidanan (D3), dan Biokewirausahaan.

Rumpun Teknologi, meliputi Informatika dan Sistem Informasi.

Rumpun Sosial dan Humaniora yang meliputi Ilmu Komunikasi, Psikologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Hukum, Manajemen, dan PGSD.

Ketua PWM Jatim, Sukadiono (batik hitam) memberikan beberapa buku pada Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto.


Rektor UMJT, Prof. Dr. Sofyan Anif, menegaskan bahwa perubahan nama ini adalah bagian krusial dari strategi revitalisasi institusi. 

Menurutnya, transformasi ini menyentuh dua aspek fundamental, yaitu mikro dan makro.

“Secara mikro, kami telah membenahi sarana penunjang pembelajaran untuk memastikan kualitas pendidikan terbaik. Di tingkat makro, kami berhasil menggandakan jumlah program studi dari semula 6 menjadi 13 melalui mekanisme hibah penyatuan,” jelas Prof. Sofyan.

Ia menambahkan bahwa dengan identitas baru ini, UMJT berkomitmen penuh untuk menjadi bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang unggul dan berkemajuan di tingkat nasional.

Proses panjang menuju UMJT dimulai sejak Mei 2024 melalui program Hibah Akselerasi Program Penggabungan/Penyatuan Perguruan Tinggi Swasta (APPP-PTS) dari Ditjen Diktiristek. 

Hibah ini menjadi katalisator utama yang memungkinkan penyatuan UMMAD dengan Politeknik Seni Yogyakarta.

Langkah berani ini mendapat dukungan penuh dari seluruh tingkatan organisasi, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), PWM Jatim, hingga Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Dengan nama baru ini, UMJT kini bersiap melangkah lebih jauh dalam mencetak generasi unggul yang siap berkontribusi bagi Jawa Timur dan Indonesia.(ir)

Peringati Hardiknas 2026, Kabupaten Madiun Perkuat Sinergi Wujudkan Pendidikan Bermutu

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di halaman Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban, Senin (4/5/2026).

Upacara tersebut menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di Bumi Kampung Pesilat.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Dalam pidato tersebut, ditekankan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia yang berlandaskan kasih sayang untuk membentuk insan yang beriman, mandiri, jujur, serta demokratis.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini menetapkan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas.

Untuk mendukung visi tersebut, terdapat lima kebijakan strategis yang tengah dilaksanakan, meliputi revitalisasi sarana pendidikan (tercatat 16.167 satuan pendidikan telah direhabilitasi sepanjang 2025). Digitalisasi pembelajaran melalui penggunaan papan interaktif. Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui sertifikasi serta insentif bagi guru honorer. Penguatan karakter melalui kegiatan Pramuka dan pembiasaan positif. Dan perluasan akses pendidikan yang inklusif.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, mengandung pesan mendalam tentang pentingnya kolaborasi.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan hasil kolaborasi antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Sinergi ini adalah kunci menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, serta berakhlak mulia,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dirasakan manfaatnya oleh ribuan siswa di Kabupaten Madiun. Berdasarkan data, program ini telah menjangkau 52 SMP, 405 SD, dan 685 satuan PAUD/TK.

Meski capaian terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Madiun terus berupaya mencakup sisa persentase peserta didik yang belum menerima bantuan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh jenjang pendidikan.

Upacara ditutup dengan penampilan memukau yang menunjukkan bakat generasi muda Madiun. Atraksi drumband ditampilkan oleh siswa-siswi cilik dari TK Kartika VIII-21, disusul oleh penampilan juara drumband Bupati Cup 2026 dari SDN Kaibon 3.

Selain itu, aksi seni pencak silat turut mewarnai rangkaian acara sebagai simbol pelestarian budaya lokal di tengah semangat pendidikan modern.

Hadir dalam upacara tersebut jajaran Forkopimda, tokoh pendidikan, guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Madiun.(ir)

Kolaborasi Seni dan Pendidikan, Banyuwangi Hidupkan Hardiknas Lewat Kuntulan Ewon

Iki Radio - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berlangsung meriah dan inklusif dengan melibatkan ribuan masyarakat dalam pesta rakyat pendidikan di Taman Blambangan, Sabtu (2/5/2026).

Momentum ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan seni budaya yang menghadirkan pembelajaran kontekstual sekaligus memperkuat karakter peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai perayaan Hardiknas di Banyuwangi sebagai salah satu yang paling semarak di Indonesia. “Ini peringatan Hari Pendidikan Nasional yang paling meriah se-Indonesia,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang mampu menghadirkan peringatan Hardiknas secara khidmat sekaligus menggembirakan, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini dalam rangka memajukan dan mencerdaskan bangsa menuju Indonesia yang maju dan bermartabat,” tambahnya.

Daya tarik utama perayaan ini adalah pagelaran seni kolosal “Kuntulan Ewon” yang melibatkan lebih dari 1.100 pelajar lintas jenjang pendidikan. Terdiri dari sekitar 600 pemusik dan 500 penari, pertunjukan tersebut memadukan harmoni gerak, musik, dan vokal yang sarat pesan pendidikan karakter, kebersamaan, dan keberagaman.

Penampilan ini menjadi contoh konkret integrasi pendidikan dengan pelestarian budaya lokal, sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda Banyuwangi untuk menampilkan potensi mereka.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Mendikdasmen turut bergabung bersama para pelajar menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman”, yang merefleksikan nilai persahabatan dan semangat belajar yang menyenangkan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini dirancang sebagai kolaborasi lintas sektor, melibatkan pelajar, guru, seniman, dan budayawan dalam satu panggung.

“Hardiknas kami kemas bersama atraksi Kuntulan Ewon sebagai wujud kolaborasi pendidikan dan budaya. Lebih dari seribu pelajar terlibat dalam pertunjukan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, momentum Hardiknas menjadi pengingat pentingnya pendidikan yang inklusif dan menghargai keberagaman potensi setiap anak. “Mari kita hargai setiap potensi anak. Mereka memiliki peran penting dalam membangun masa depan Indonesia,” tuturnya.

Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi menunjukkan bahwa pendidikan dapat dihadirkan secara lebih dekat, menyenangkan, dan partisipatif. Dari ruang kelas hingga ruang publik, semangat belajar, kreativitas, dan kebersamaan menjadi fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Kabar Gembira! Tahun Ini Kuota Beasiswa Mahasiswa Kabupaten Madiun Naik Menjadi 180 Orang

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) memastikan bahwa program beasiswa untuk mahasiswa tetap berjalan di tahun 2026 ini.



Bahkan kuota tahun ini, mengalami peningkatan. 


Kepala Dispendikbud Kabupaten Madiun, Agus Sucipto menegaskan, meski saat ini sedang dilakukan efisiensi di berbagai lini anggaran, sektor pelayanan masyarakat, khususnya hak atas pendidikan, tidak akan terganggu.


Kata Agus, jumlah penerima beasiswa tahun 2026 ini ditambah sebanyak 30 kuota. 


Dari yang sebelumnya dialokasikan untuk 150 mahasiswa, kini menjadi 180 mahasiswa.


Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp10 juta per orang.


"Untuk hak masyarakat tidak akan kami ganggu gugat. Justru tahun ini kuotanya kami tambah dari 150 menjadi 180 orang," ujar Agus Sucipto.



Saat ini, pihak dinas tengah melakukan tahap inventarisasi data. Prioritas utama penerima beasiswa adalah masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2, yakni kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan finansial agar proses pendidikan mereka dapat berjalan tanpa hambatan biaya.


Untuk menjaga akuntabilitas dan ketepatan sasaran, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) guna memvalidasi data calon penerima.


Pendaftaran rencananya akan dibuka secara resmi pada Juli mendatang. Informasi ini juga terus disosialisasikan kepada masyarakat melalui program "Satu Hari di Desa" bersama Tim KOBER (Komunikasi Bersahaja).


"Insya Allah pendaftaran dibuka bulan Juli. Nanti akan kami luncurkan secara resmi dan terbuka untuk umum," tambah Agus.


Program beasiswa ini tidak membatasi pilihan program studi mahasiswa. Pemerintah Kabupaten Madiun membebaskan para mahasiswa untuk memilih jalur pendidikan sesuai minat dan keinginan mereka, baik itu pendidikan keguruan, teknik, kesehatan, maupun bidang lainnya.


Goal atau tujuan utama dari program ini adalah peningkatan kompetensi individu agar generasi muda Kabupaten Madiun memiliki bekal yang kuat untuk bertahan hidup (survive) dan bersaing di masa depan.


"Harapan kami, masyarakat dapat meningkatkan kompetensinya. Yang terpenting, mereka memiliki bekal untuk survive di masa depan," pungkasnya.(ir)

Diikuti 24.681 Siswa , Bupati Ipuk Pantau Pelaksanaan TKA SMP

Iki Radio - Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP telah resmi dilaksanakan mulai 6 hingga 16 April 2026. 

Di Banyuwangi, terdapat 24.681 siswa dari 224 sekolah yang mengikuti ujian serentak secara nasional tersebut. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau pelaksanaan ujian dan para siswa mengikuti tes dengan baik.

Salah satunya Ipuk meninjau pelaksanaan di SMP Negeri 3 Banyuwangi, Selasa (7/4/2026). SMPN 3 Banyuwangi yang berada di Kelurahan Singotrunan itu menjadi salah satu lokasi pelaksanaan TKA jenjang SMP. 

Di sekolah tersebut, terjadi kendala jaringan internet sejak pagi sehingga pelaksanaan TKA hari ini tertunda. 

Gangguan tersebut menyebabkan ujian yang menggunakan perangkat komputer siswa tertunda. Sejumlah siswa terlihat menunggu di ruang kelas sambil menanti perbaikan sistem diperbaiki oleh petugas teknis.

"Sejak pukul 06.00 jaringan sudah terganggu, kami langsung berkoordinasi dengan Telkom. Laporannya karena ada kabel yang putus. Langsung diperbaiki, dan siang sudah selesai," ungkap Kepala Sekolah SMPN 3, Holilik kepada Ipuk. 

"Mereka nantinya akan mengikuti ujian di lain hari. Kami sudah lapor ke panitia dan pengawas," imbuhnya. 

Saat melihat kondisi tersebut, Ipuk terlihat langsung menghampiri para siswa untuk memberikan semangat agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir.

“Tidak perlu khawatir, anak-anak tetap bisa ikut ujian. Ini kendala teknis dan telah diperbaiki,” ujar Ipuk, saat menyapa para siswa.

Ipuk mengatakan sebelumnya pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kelancaran pelaksanaan TKA, termasuk dengan PLN dan Telkom.

“Kami sudah berkoordinasi sebelumnya, termasuk dengan PLN dan Telkom, mereka siap mensupport. Mudah-mudahan gangguan seperti ini tidak terjadi lagi, dan ujian bisa berjalan baik,” kata Ipuk.

Ia juga meminta pihak sekolah terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar setiap kendala teknis dapat segera ditangani. (*)

Sekolah di Riau Wajib Hemat Energi, Ini Kebijakan Terbarunya

Iki Radio - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau menginstruksikan seluruh kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB untuk menerapkan penghematan energi secara ketat. Kebijakan tersebut berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta di seluruh wilayah Riau.

Instruksi itu tertuang dalam surat bernomor 000.8.6.1/3690/Disdik/2026 sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Riau Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara yang diterbitkan pada 3 April 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan langkah konkret untuk menekan biaya operasional di lingkungan pendidikan.

“Melalui surat ini, kami mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk menerapkan efisiensi serta membangun budaya kerja yang terukur,” ujar Erisman di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Selasa (7/4/2026).

Dalam edaran tersebut, sejumlah langkah penghematan energi menjadi perhatian utama. Sekolah diwajibkan mengatur suhu pendingin ruangan pada kisaran 24–25 derajat Celsius serta membatasi waktu penggunaannya.

Selain itu, penggunaan perangkat hemat energi, seperti pendingin ruangan inverter dan lampu LED, juga dianjurkan.

Sekolah juga diminta memaksimalkan pencahayaan alami pada siang hari serta memastikan seluruh perangkat elektronik dimatikan saat tidak digunakan.

Upaya efisiensi turut mencakup penggunaan air secara bijak, perbaikan instalasi yang mengalami kebocoran, serta pembatasan penggunaan kendaraan dinas hanya untuk kepentingan resmi.

Tidak hanya pada aspek penggunaan sumber daya, kebijakan ini juga mendorong perubahan pola kerja aparatur sipil negara di sektor pendidikan. Sistem evaluasi kinerja diarahkan berbasis hasil kerja, bukan sekadar kehadiran.

“Budaya kerja harus bergeser ke arah yang lebih produktif, terukur, dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di Provinsi Riau.

Top

Kisah Dea Angelia, Usia 26 Tahun Sudah Jadi Doktor AI

Iki Radio - Dea Angelia Kamil resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada di usianya yang baru menginjak 26 tahun 11 bulan 17 hari. Sedangkan usia lulusan Program Doktor rata-rata adalah 40 tahun 5 bulan 15 hari.

Dea diwisuda bersama 1.061 lulusan pascasarjana pada Januari 2026 ini.

Persiapan matang dan dukungan beasiswa menjadi kunci capaian gemilang sebagai lulusan termuda di jenjang program Doktor.


Dari Matematika ke Ilmu Komputer

Di bangku SMA Dea mengikuti program akselerasi. Kala S1 ia menempuh pendidikan di jurusan Matematika.

Dengan ketertarikannya terhadap komputasi Dea memutuskan kuliah S2 jurusan Ilmu Komputer untuk lebih mendalami bidang Machine Learning dan Artificial Intelligence (AI).

“Saya tertarik di bidang machine learning atau AI karena ketika S1 terdapat mata kuliah tersebut. Saya ingin lebih terfokus sehingga mengambil program studi Ilmu Komputer di UGM untuk melanjutkan pendidikan saya,” jelasnya, dikutip dari situs UGM.

Saat mendaftar ia berhasil mendapat beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) sehingg dapat menyelesaikan S2 dan S3 kurang lebih sekitar empat tahun.


Penelitian di Korea Selatan

Pengalaman mengikuti Program Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) saat jenjang S3 paling berkesan baginya.

Ia melakukan penelitian di University of Ulsan dengan topik intelligent transportation system khususnya pada vehicle speed estimation.

"Jadi saya membuat sistem yang akan berjalan secara otomatis sehingga sangat meminimalkan adanya intervensi secara manual,” papar mahasiswi asal Lamongan ini.

Momen PKPI di Negeri Ginseng juga menjadi ujian ketangguhan baginya.

Sebab, ritme kerja yang padat dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama.

“Etos kerja yang disiplin dari Senin hingga Jumat. Bahkan Sabtu pun masih diisi dengan seminar dan bimbingan profesor. Tantangan itu kian terasa saat harus beradaptasi dengan musim dingin yang mengejutkan,” kenangnya.

Bimbingan dari promotor Prof. Agus Harjoko di Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi (Elins) disebut Dea menjadi dukungan signifikan selama proses riset. “Komunitas belajar di sini sangat positif. Terutama teman-teman di laboratorium yang bertemu setiap hari dan rutin melaksanakan diskusi mingguan,” ujar Dea.

Terakhir, Dea berpesan bahwa perlu kesiapan mental yang kuat untuk menjalani pendidikan S3.

Gubernur Gorontalo Komitmen Wujudkan Pemerataan Pendidikan

Iki Radio - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, secara resmi telah mengesahkan hasil revitalisasi di dua sekolah penting, yakni SMK Negeri 4 dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2026).

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menandatangani prasasti peresmian revitalisasi di SMK Negeri 4 Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2025).


Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad.

Fokus revitalisasi sekolah di SMK Negeri 4 Gorontalo Utara cukup menyeluruh. Pekerjaan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada rehabilitasi dan pengecatan dua ruang kelas serta satu laboratorium komputer, tetapi juga meliputi pembangunan ruang baru.

Ruang bimbingan konseling, ruang OSIS, dan ruang praktik khusus untuk Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) telah berdiri, dilengkapi dengan pengadaan perabot sekolah yang memadai.

Sementara itu, di SLB Gorontalo Utara, upaya revitalisasi sekolah difokuskan pada pembangunan satu ruang kelas baru dan toilet, di samping rehabilitasi besar terhadap sembilan ruang kelas yang sudah ada, ruang administrasi, ruang keterampilan, aula, serta toilet sekolah.

Total anggaran yang dikucurkan untuk kedua proyek strategis ini mencapai Rp1,55 miliar.

Gubernur menegaskan,  peresmian itu bukanlah titik akhir, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk memastikan fasilitas pendidikan benar-benar berdampak positif.

Ia menyatakan, pemerintah provinsi akan menindaklanjuti seluruh aspirasi dari pihak sekolah dan pemerintah daerah.

Gusnar langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, untuk segera menyusun laporan lengkap beserta dokumentasi sebagai dasar pengusulan.

"Saya meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo segera menyusun laporan pelaksanaan kegiatan ini secara lengkap, dilengkapi dokumentasi foto dan video, untuk disampaikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah," tegasnya.

Ia menjelaskan, laporan tersebut akan menjadi bahan kritikal untuk mengajukan penambahan asrama bagi SLB Gorontalo Utara dan pengadaan bus sekolah bagi SMK Negeri 4 Gorontalo Utara.

Gubernur menekankan, bahwa langkah-langkah lanjutan itu sangat penting untuk menjamin hak pendidikan setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, serta mendorong terwujudnya cita-cita pemerataan pendidikan dan keadilan dalam layanan pendidikan di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.

Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, menyampaikan apresiasi sekaligus menyebutkan sejumlah kebutuhan lanjutan untuk menyempurnakan layanan pendidikan.

Ia secara khusus memohon perhatian pemerintah provinsi untuk menyediakan bus sekolah bagi SMK Negeri 4 Gorontalo Utara yang masih menghadapi tantangan dalam jumlah peserta didik.

Selain itu, pembangunan asrama di kedua sekolah juga menjadi harapan untuk mendukung kenyamanan belajar, terutama bagi siswa yang berasal dari daerah jauh.

"Harapan saya dengan bangunan ini bisa menambah anak didik yang ada di Gorontalo Utara. Kalau ada anggaran lagi, ditambahkan dengan bus sekolah biar semua bisa sekolah di tempat ini sebab muridnya masih kurang. Kalau bisa juga ditambah dengan asrama," ujarnya.

Penerimaan SIPSS Polri 2026 Resmi Dibuka Mulai 15 Januari

Iki Radio - Kesempatan emas untuk mengabdi kepada bangsa kembali terbuka. Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi membuka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun 2026 mulai 15 Januari 2026.



Program ini memberikan peluang bagi para lulusan sarjana terbaik untuk menjadi perwira Polri dan berperan aktif dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. 

Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi Polri di https://penerimoanpolri.go.id/ Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari Bhayangkara Negara.



Berikut persyaratannya, umur peserta pada saat pembukaan pendidikan pembentukan siswa SIPSS Tahun Anggaran 2026 yaitu:

1) maksimal 40 (empat puluh) tahun untuk Dokter Spesialis

2) maksimal 30 (tiga puluh) tahun untuk S-2 dan S-2 Profesi

3) maksimal 28 (dua puluh delapan) tahun untuk S-1 Profesi

4) maksimal 26 (dua puluh enam) tahun untuk S-1 dan D-IV.


Kedokteran Spesialis:

a) Patologi Anatomik

b) Mikrobiologi Klinik.


Berijazah S-2 atau S-2 Profesi :

a) Psikologi (Profesi)

b) Pengembangan Kurikulum,

c) Kajian Ilmu Kepolisian.


Penugasan Khusus :

Khusus Rekrutmen proyeksi Penugasan pada Polda Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya,Papua Tengah, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan utara :

a) S-2 Psikologi (Profesi) bergelar M. Psi.

b) S-1 Kedokteran (Kedokteran Umum (Profesi)

c) S-1 Psikologi (Profesi).


Berijazah S-1 atau S-1 Profesi :

a) Ilmu Pemerintahan

b) Teknik Sipil

c) Ilmu Keolahragaan/Pendidikan Kepelatihan Olahraga Pendidikan Jasmani

d) Theologi Kristen (Pendeta/Vikaris, khusus Pria)

e) Theologi Hindu

f) Pendidikan Bahasa Prancis

g) Sastra Korea

h) Kedokteran Gigi (Profesi)

i) Ilmu Sejarah

i) Desain Komunikasi Visual

k) Biologi (MIPA)

|) Kimia (MIPA)

m) Fisika (MIPA)

n) Sistem Informasi/Teknologi Informasi/Teknik Komputer/Komputer

o) Farmasi (Profesi Apoteker)

p)statistika/Statistika Terapan

q) Manajemen

r) Seni Rupa

s) Semua Prodi + Sertifikat Commercial Pilot License Flying School.


Berijazah D-IV

Teknologi Rekayasa Pengolahan Kulit.

Banjarbaru Jadi Lokasi Peluncuran Permendikdasmen Sekolah Aman

Iki Radio - Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan, menjadi lokasi peluncuran Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Momen Peresmian Peluncuran Permendikdasmen tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. 

Regulasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia,  Abdul Mu’ti di SMP Negeri 2 Banjarbaru, Senin (12/1/2026).

Peluncuran ini menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan peserta didik serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Wali kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, turut hadir sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap implementasi kebijakan nasional tersebut.

Abdul Mu’ti menjelaskan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 dirancang untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman secara menyeluruh, mencakup aspek sosial, lingkungan alam, serta ekosistem pendidikan.

Ia menyebutkan regulasi ini mengusung pendekatan berbeda dari kebijakan sebelumnya dengan menekankan nilai humanis, komprehensif, dan partisipatif.

“Pendekatan yang dikembangkan adalah budaya mendengar, menerima, menghormati, dan melayani. Sanksi bukan menjadi fokus utama, melainkan membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama,”jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan penerapan budaya sekolah aman dan nyaman tidak hanya bergantung pada pendidik dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif peserta didik sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyoroti pentingnya regulasi ini berdasarkan hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2024. Data tersebut menunjukkan lebih dari separuh anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan, termasuk di lingkungan keluarga dan sekolah.

“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Regulasi ini diharapkan mempercepat terwujudnya pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun kepribadian anak secara utuh,”imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali kota Banjarbaru menyatakan harapannya agar kebijakan ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik di daerahnya.

Peluncuran Permendikdasmen ini menegaskan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem pendidikan yang berfokus pada perlindungan anak, kesejahteraan emosional, dan penguatan karakter secara berkelanjutan.

 

Presiden Prabowo: 3 Miliar Porsi Makan Bergizi Gratis Telah Dibagikan

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 58 juta penerima manfaat, yang terdiri atas anak-anak usia sekolah, ibu hamil, dan lanjut usia.

Presiden Prabowo Subianto saat berbincang dengan siswa yang sedang sarapan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). 


Program tersebut dinilai menjadi salah satu intervensi sosial terbesar yang pernah dijalankan pemerintah.

Presiden menjelaskan, pemberian makan bergizi dilakukan setiap hari sekolah bagi peserta didik. Sementara itu, bagi ibu hamil, distribusi makanan diberikan secara rutin sepanjang pekan untuk memastikan kecukupan gizi ibu dan janin.

“Kalau tidak salah sudah mencapai 58 juta. Anak-anak, ibu-ibu hamil, dan lansia menerima makan tiap hari. Untuk anak-anak, tiap hari sekolah. Untuk ibu hamil, tujuh hari,” ujar Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Menurut Presiden, capaian tersebut menunjukkan keseriusan negara dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Ia bahkan mempertanyakan negara mana di dunia yang mampu menjalankan program pemberian makanan bergizi secara masif dan berkelanjutan dengan cakupan puluhan juta penerima manfaat. “Negara mana yang bisa berbuat seperti ini?” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mendistribusikan sekitar 3 miliar porsi makanan sejak program Makan Bergizi Gratis diluncurkan.

Ia menyebut angka tersebut sebagai sebuah prestasi nasional yang patut dijaga dan ditingkatkan kualitas pelaksanaannya.

Prabowo optimistis target nasional program Makan Bergizi Gratis dapat tercapai paling lambat pada akhir 2026.

Ia menyebut jumlah penerima manfaat diperkirakan akan terus meningkat hingga 82 juta penerima manfaat seiring dengan perluasan jangkauan program di berbagai daerah.

“Kalau Januari saja sudah 58 juta, saya percaya kita akan capai sasaran pada Desember,” ujarnya.

Meski demikian, Presiden mengingatkan agar percepatan pelaksanaan program tidak mengorbankan ketelitian dan mutu. Ia menanggapi laporan dari Badan Gizi Nasional yang menyatakan target pencapaian dapat diraih lebih cepat dari jadwal.

Prabowo menegaskan bahwa kecepatan harus tetap diimbangi dengan pengawasan ketat, standar gizi yang terukur, serta distribusi yang tepat sasaran.

“Jangan dipaksa. Teliti. Buat yang terbaik,” tegasnya.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menekan angka stunting, serta mendukung keberhasilan pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah berharap program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi keluarga penerima manfaat.

 

Ambil Hati Gen Z, Ummad Gelar Workshop Branding Digital

Iki Radio - Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad) mulai menyusun strategi untuk persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Salah satunya dengan membangun brand kampus, agar mampu menarik minat calon mahasiswa. Disadari penggunaan teknologi di era digital saat ini, sudah menjadi bagian dari kebutuhan utamanya dikalangan generasi Z.

Untuk itu Ummad berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan media digital sebagai sarana membangun brand. Salah satunya dengan menggelar Workshop “Membangun Branding di Era Digital untuk Penerimaan Mahasiswa Baru”.

Workshop ini diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan Ummad , sebagai bagian dari upaya kolektif kampus dalam memperkuat strategi branding yang adaptif terhadap karakter generasi Z.

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian program peningkatan kualitas institusi, khususnya dalam mendukung efektivitas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) berbasis digital.

Dalam workshop ini, peserta diajak untuk mendiskusikan berbagai aspek penting dalam membangun citra kampus, mulai dari identitas visual, konsistensi pesan, hingga strategi pengelolaan konten media sosial yang relevan dan berdampak.

Branding kampus tidak lagi sekadar logo atau slogan, melainkan narasi yang dibangun secara berkelanjutan dan terstruktur.

Salah satu sesi utama diisi oleh Dr. Fajar Junaedi, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang menekankan pentingnya pengelolaan brand institusi secara sistematis dan profesional.

“Di era digital seperti sekarang, setiap institusi, termasuk universitas, harus memiliki brand guideline yang jelas untuk menjaga konsistensi identitas. Selain itu, content pillar sebagai fondasi utama konten juga harus didefinisikan dengan baik agar pesan yang disampaikan tetap relevan dan berdampak,” ujar Fajar.

Dia menambahkan, tanpa perencanaan konten (content planning) yang matang, upaya branding berpotensi menjadi tidak efektif. Konten yang disajikan secara acak dan tanpa arah strategis justru dapat melemahkan citra institusi di mata publik.

Workshop ditutup dengan sesi diskusi panel yang membahas penerapan strategi branding dalam konteks pendidikan tinggi.

Diskusi ini menyoroti bagaimana Ummad dapat mengoptimalkan keunggulan yang dimilikinya untuk menarik minat calon mahasiswa baru, baik di tingkat regional maupun nasional.

Sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang terus bertumbuh di Jawa Timur, Ummad memiliki posisi strategis dengan akreditasi institusi “Baik Sekali”.

Capaian tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.

Dalam pengembangan brand institusi, Ummad menegaskan komitmennya melalui empat pilar utama, yaitu:

1. Pusat Pendidikan Unggul, yang berfokus pada penciptaan lulusan inovatif, adaptif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

2. Islami, dengan penanaman nilai-nilai akhlakul karimah sebagai fondasi karakter mahasiswa.

3. Digitalisasi Modern, melalui integrasi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan sistem informasi dalam proses pembelajaran.

4. Global, dengan penguatan jejaring internasional dan program kompetisi yang membuka peluang mahasiswa berkiprah di tingkat dunia.

Ummad juga menawarkan beragam program studi yang relevan dengan kebutuhan era digital dan dunia industri, di antaranya Program Sarjana (S1) BioKewirausahaan, Ilmu Aktuaria, Informatika berbasis AI, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi (terakreditasi B), Administrasi Kesehatan, Hukum, Psikologi, dan Manajemen. Selain itu, tersedia pula program D3 Kebidanan serta Desain Komunikasi Visual.

Saat ini, Ummad tengah berproses menuju transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT).

Transformasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan, meningkatkan fasilitas, serta memperkuat daya saing institusi di tingkat regional maupun nasional.

Melalui workshop branding ini, Ummad optimistis dapat memperkuat citra institusi secara berkelanjutan dan menjadikannya sebagai pilihan utama calon mahasiswa yang menginginkan pendidikan berkualitas, berkarakter Islami, dan relevan dengan tantangan masa depan. (*)

Ratusan Mahasiswa dari UNAIR Surabaya dan UNS Mulai Belajar di Madiun

Iki Radio - Kabupaten Madiun menjadi pilihan sejumlah perguruan tinggi di tanah air untuk mempertajam kemampuan dan mengaplikasikan keterampilan. Ini terbukti, beberapa perguruan tinggi baik di Madiun maupun berbagai daerah lain, memilih Kabupaten Madiun sebagai tempat mengasah keterampilan.

Seperti pada Selasa (6/1/2026), ratusan mahasiswa dari dua perguruan tinggi yakni Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dengan program Belajar Bersama Komunitas (BBK) dan puluhan mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN), resmi mulai kegiatannya di Kabupaten Madiun.

Sebanyak 350 peserta dari berbagai program studi UNAIR, akan berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Madiun hingga 2 Februari 2026 mendatang.

“Silakan adik-adik belajar langsung kepada masyarakat dan menerapkan teori yang didapat di kampus. Kami berharap nanti bisa lahir rekomendasi yang bermanfaat bagi Pemerintah Kabupaten Madiun,” ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat menerima peserta program BBK UNAIR Surabaya, di Pendopo Ronggo Djoemeno Kabupaten Madiun, Selasa pagi (6/1/2026).

Diharapkan, BBK menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Ilmu pengetahuan itu tidak cukup berhenti di teori. Harus ada inovasi yang benar-benar bisa diterapkan di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Koordinator BBK UNAIR  di Madiun, Tokok Adiarto mengatakan, pelaksanaan BBK di Kabupaten Madiun difokuskan pada enam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

"Fokus BBK diarahkan pada SDGs pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, sanitasi, ekonomi, inovasi, serta pengurangan kesenjangan atau kesetaraan ekonomi," katanya.

Dikatakan, mahasiswa yang mengikuti program BBK di Kabupaten Madiun ini berasal dari berbagai prodi. mulai dari kedokteran, sastra, sains dan teknologi, hingga kedokteran hewan.

"Tujuannya agar pengembangan yang dilakukan bersifat kolaboratif dan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang,” imbuhnya.

Selain di Kabupaten Madiun,program BKK UNAIR ini juga dilaksanakan serentak pada sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Diantaranya Banyuwangi, Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan, bahkan di luar negeri.

Penerimaan Mahasiswa KKN dari UNS Surakarta di Ruang Eka Kapti Kabupaten Madiun, Selasa (6/1/2026)

Sementara itu dari UNS Surakarta, sedikitnya 48 mahasiswa UNS Surakarta akan mengikuti KKN selama 45 hari mulai tanggal 6 Januari sampai 19 Februari 2026 di 6 desa di Kecamatan Jiwan dan Mejayan.

"Kami sangat berterima kasih diberikan kesempatan untuk belajar diKabupaten Madiun," ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS Surakarta, Dody Ariawan, di Ruang Eka Kapti Kabupaten Madiun, Selasa siang (6/1/2026). 

Dalam kesempatan ini Bupati Madiun minta kepada mahasiswa KKN UNS Surakarta dapat memberikan rekomendasi dalam upaya pengembangan desa yang menjadi lokasi KKN, sesuai visi misi Kabupaten Madiun BERSAHAJA.

"Goalnya adalah kesejahteraan masyarakat. Kami juga ingin adik-dik mahasiswa melakukan presentasi," kata Bupati.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Madiun, Sodiq Hery Purnomo mengatakan dengan adanya kegiatan dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Madiun akan memberikan dampak positif bagi pembangunan di Kabupaten Madiun.

"Dari mereka nanti kita akan mendapatkan banyak masukan, untuk peningkatan pembangunan di Kabupaten Madiun, baik secara fisik maupun non fisik," katanya.(iw/IR)

Fasilitas Seadanya, Sekolah Mulai Beroperasi Pascabencana di Aceh

Iki Radio - Kegiatan belajar mengajar di Provinsi Aceh mulai kembali berjalan secara bertahap pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada Desember 2025. Salah satunya terlihat di SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, yang kembali melaksanakan kegiatan masuk sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 pada Senin (5/1/2026).

Siswa-siswi SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, mengikuti kegiatan belajar mengajar hari pertama semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, pada Senin (5/1/2026)/ dok. BNPB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa meskipun aktivitas pembelajaran telah dimulai, kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih akibat dampak bencana.

“Meskipun aktivitas pembelajaran telah dimulai, kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih. Sejumlah fasilitas pendidikan masih terdampak banjir, seperti meja dan kursi yang rusak serta ruang kelas yang belum sepenuhnya bersih. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sarana seadanya, termasuk penggunaan terpal sebagai alas belajar,” kata Abdul Muhari dalam keteranganya.

Ia menambahkan, belum seluruh peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh karena sebagian masih berada di lokasi pengungsian di luar daerah.

Pada hari pertama masuk sekolah, kegiatan diawali dengan sesi berbagi cerita antara siswa dan guru. Para siswa menyampaikan pengalaman mereka selama terdampak bencana, yang menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial.

Suasana kebersamaan juga terlihat saat waktu istirahat, ketika para guru memastikan seluruh siswa dapat menikmati waktu makan bersama, termasuk dengan berbagi bekal kepada siswa yang tidak membawa makanan dari rumah.

Kondisi di SD Negeri 1 Karang Baru tersebut menjadi gambaran proses pemulihan sektor pendidikan yang tengah berlangsung di Provinsi Aceh.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tercatat sebanyak 2.756 satuan pendidikan di Aceh terdampak banjir dan longsor. Dari jumlah tersebut, 2.226 sekolah telah kembali beroperasi, meskipun sebagian masih berada dalam tahap pemulihan.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara paralel terus melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan, antara lain melalui pembersihan sisa material banjir dan longsor, perbaikan fasilitas pendidikan, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar.

Hingga saat ini, dukungan yang telah disalurkan untuk sektor pendidikan di Provinsi Aceh meliputi 15.500 paket school kit, 78 unit tenda darurat untuk ruang kelas, 100 unit ruang kelas darurat, dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp11,3 miliar, dana dukungan psikososial sebesar Rp300 juta, serta 90.000 buku pelajaran.

Selain itu, Kemendikdasmen juga menyalurkan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana di Aceh. Tunjangan tersebut mencakup pendidikan anak usia dini sebesar Rp758 juta untuk 379 sasaran, pendidikan dasar sebesar Rp8,2 miliar untuk 4.098 sasaran, serta pendidikan menengah sebesar Rp6,7 miliar untuk 3.381 sasaran.

Dalam aspek pembelajaran, pemerintah menerapkan kurikulum penanggulangan dampak bencana secara bertahap. Pada fase tanggap darurat selama 0–3 bulan, kurikulum difokuskan pada pembelajaran minimum esensial yang meliputi literasi dasar, numerasi dasar, kesehatan dan keselamatan dini, dukungan psikososial, serta edukasi mitigasi bencana.

Selanjutnya, pada fase pemulihan dini selama 3–12 bulan, kurikulum disesuaikan menjadi kurikulum adaptif berbasis krisis dengan integrasi mitigasi bencana ke dalam mata pelajaran yang relevan, program pemulihan pembelajaran yang fleksibel, serta penerapan asesmen transisi.

Adapun pada fase pemulihan lanjutan dalam rentang waktu 1–3 tahun, kurikulum diarahkan pada integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan pengetahuan inklusif berbasis ketahanan, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat.

BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung pemulihan sektor pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman, berkelanjutan, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik.

 

Hari Pertama Belajar, Pemerintah Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana

Iki Radio - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan, khususnya di daerah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’tisaat menghadiri Hari Pertama Sekolah Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).

Hal tersebut disampaikan Mendikdasmen saat menghadiri Hari Pertama Sekolah Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).

Di hadapan pelajar, guru, dan jajaran pemerintah daerah, Mendikdasmen menyampaikan bahwa musibah yang melanda sejumlah wilayah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pelajaran untuk membentuk generasi yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing.

Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan meskipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

“Musibah bukan hukuman, tetapi pelajaran yang menempa kita menjadi pribadi yang kuat dan tahan uji. Kita boleh kehilangan banyak hal, tetapi tidak boleh kehilangan semangat dan cita-cita,” ujar Mendikdasmen.

Mendikdasmen menekankan bahwa hari pertama sekolah bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali tekad meningkatkan kualitas diri melalui belajar dan menuntut ilmu. Ia mengajak para pelajar Aceh Tamiang untuk tetap optimistis, rajin belajar, dan tidak berhenti bercita-cita meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Dalam konteks kebijakan, Abdul Mu’ti memastikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah dan akan mengalokasikan anggaran khusus bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana.

Sekolah dengan tingkat kerusakan tinggi akan diprioritaskan menerima dana revitalisasi pada tahun anggaran 2026, agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman dan layak.

“Sekolah-sekolah yang rusak akan kami prioritaskan untuk mendapatkan dana revitalisasi. Tujuannya agar anak-anak memiliki ruang belajar yang lebih baik dalam menyongsong masa depan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, para guru, serta masyarakat yang terus bergotong royong memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung.

Menurut Mendikdasmen, kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah situasi pemulihan.

Mengakhiri kunjungannya, Mendikdasmen kembali memotivasi para pelajar agar percaya pada kemampuan diri sendiri.

“Kalian adalah generasi hebat, generasi yang kelak memimpin Indonesia. Tetap semangat, karena masa depan bangsa ada di tangan kalian,” pungkasnya.

 

close
Pasang Iklan Disini