Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Presiden Prabowo: 3 Miliar Porsi Makan Bergizi Gratis Telah Dibagikan

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 58 juta penerima manfaat, yang terdiri atas anak-anak usia sekolah, ibu hamil, dan lanjut usia.

Presiden Prabowo Subianto saat berbincang dengan siswa yang sedang sarapan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). 


Program tersebut dinilai menjadi salah satu intervensi sosial terbesar yang pernah dijalankan pemerintah.

Presiden menjelaskan, pemberian makan bergizi dilakukan setiap hari sekolah bagi peserta didik. Sementara itu, bagi ibu hamil, distribusi makanan diberikan secara rutin sepanjang pekan untuk memastikan kecukupan gizi ibu dan janin.

“Kalau tidak salah sudah mencapai 58 juta. Anak-anak, ibu-ibu hamil, dan lansia menerima makan tiap hari. Untuk anak-anak, tiap hari sekolah. Untuk ibu hamil, tujuh hari,” ujar Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Menurut Presiden, capaian tersebut menunjukkan keseriusan negara dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Ia bahkan mempertanyakan negara mana di dunia yang mampu menjalankan program pemberian makanan bergizi secara masif dan berkelanjutan dengan cakupan puluhan juta penerima manfaat. “Negara mana yang bisa berbuat seperti ini?” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mendistribusikan sekitar 3 miliar porsi makanan sejak program Makan Bergizi Gratis diluncurkan.

Ia menyebut angka tersebut sebagai sebuah prestasi nasional yang patut dijaga dan ditingkatkan kualitas pelaksanaannya.

Prabowo optimistis target nasional program Makan Bergizi Gratis dapat tercapai paling lambat pada akhir 2026.

Ia menyebut jumlah penerima manfaat diperkirakan akan terus meningkat hingga 82 juta penerima manfaat seiring dengan perluasan jangkauan program di berbagai daerah.

“Kalau Januari saja sudah 58 juta, saya percaya kita akan capai sasaran pada Desember,” ujarnya.

Meski demikian, Presiden mengingatkan agar percepatan pelaksanaan program tidak mengorbankan ketelitian dan mutu. Ia menanggapi laporan dari Badan Gizi Nasional yang menyatakan target pencapaian dapat diraih lebih cepat dari jadwal.

Prabowo menegaskan bahwa kecepatan harus tetap diimbangi dengan pengawasan ketat, standar gizi yang terukur, serta distribusi yang tepat sasaran.

“Jangan dipaksa. Teliti. Buat yang terbaik,” tegasnya.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menekan angka stunting, serta mendukung keberhasilan pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah berharap program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi keluarga penerima manfaat.

 

Ambil Hati Gen Z, Ummad Gelar Workshop Branding Digital

Iki Radio - Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad) mulai menyusun strategi untuk persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Salah satunya dengan membangun brand kampus, agar mampu menarik minat calon mahasiswa. Disadari penggunaan teknologi di era digital saat ini, sudah menjadi bagian dari kebutuhan utamanya dikalangan generasi Z.

Untuk itu Ummad berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan media digital sebagai sarana membangun brand. Salah satunya dengan menggelar Workshop “Membangun Branding di Era Digital untuk Penerimaan Mahasiswa Baru”.

Workshop ini diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan Ummad , sebagai bagian dari upaya kolektif kampus dalam memperkuat strategi branding yang adaptif terhadap karakter generasi Z.

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian program peningkatan kualitas institusi, khususnya dalam mendukung efektivitas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) berbasis digital.

Dalam workshop ini, peserta diajak untuk mendiskusikan berbagai aspek penting dalam membangun citra kampus, mulai dari identitas visual, konsistensi pesan, hingga strategi pengelolaan konten media sosial yang relevan dan berdampak.

Branding kampus tidak lagi sekadar logo atau slogan, melainkan narasi yang dibangun secara berkelanjutan dan terstruktur.

Salah satu sesi utama diisi oleh Dr. Fajar Junaedi, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang menekankan pentingnya pengelolaan brand institusi secara sistematis dan profesional.

“Di era digital seperti sekarang, setiap institusi, termasuk universitas, harus memiliki brand guideline yang jelas untuk menjaga konsistensi identitas. Selain itu, content pillar sebagai fondasi utama konten juga harus didefinisikan dengan baik agar pesan yang disampaikan tetap relevan dan berdampak,” ujar Fajar.

Dia menambahkan, tanpa perencanaan konten (content planning) yang matang, upaya branding berpotensi menjadi tidak efektif. Konten yang disajikan secara acak dan tanpa arah strategis justru dapat melemahkan citra institusi di mata publik.

Workshop ditutup dengan sesi diskusi panel yang membahas penerapan strategi branding dalam konteks pendidikan tinggi.

Diskusi ini menyoroti bagaimana Ummad dapat mengoptimalkan keunggulan yang dimilikinya untuk menarik minat calon mahasiswa baru, baik di tingkat regional maupun nasional.

Sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang terus bertumbuh di Jawa Timur, Ummad memiliki posisi strategis dengan akreditasi institusi “Baik Sekali”.

Capaian tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.

Dalam pengembangan brand institusi, Ummad menegaskan komitmennya melalui empat pilar utama, yaitu:

1. Pusat Pendidikan Unggul, yang berfokus pada penciptaan lulusan inovatif, adaptif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

2. Islami, dengan penanaman nilai-nilai akhlakul karimah sebagai fondasi karakter mahasiswa.

3. Digitalisasi Modern, melalui integrasi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan sistem informasi dalam proses pembelajaran.

4. Global, dengan penguatan jejaring internasional dan program kompetisi yang membuka peluang mahasiswa berkiprah di tingkat dunia.

Ummad juga menawarkan beragam program studi yang relevan dengan kebutuhan era digital dan dunia industri, di antaranya Program Sarjana (S1) BioKewirausahaan, Ilmu Aktuaria, Informatika berbasis AI, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi (terakreditasi B), Administrasi Kesehatan, Hukum, Psikologi, dan Manajemen. Selain itu, tersedia pula program D3 Kebidanan serta Desain Komunikasi Visual.

Saat ini, Ummad tengah berproses menuju transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT).

Transformasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan, meningkatkan fasilitas, serta memperkuat daya saing institusi di tingkat regional maupun nasional.

Melalui workshop branding ini, Ummad optimistis dapat memperkuat citra institusi secara berkelanjutan dan menjadikannya sebagai pilihan utama calon mahasiswa yang menginginkan pendidikan berkualitas, berkarakter Islami, dan relevan dengan tantangan masa depan. (*)

Ratusan Mahasiswa dari UNAIR Surabaya dan UNS Mulai Belajar di Madiun

Iki Radio - Kabupaten Madiun menjadi pilihan sejumlah perguruan tinggi di tanah air untuk mempertajam kemampuan dan mengaplikasikan keterampilan. Ini terbukti, beberapa perguruan tinggi baik di Madiun maupun berbagai daerah lain, memilih Kabupaten Madiun sebagai tempat mengasah keterampilan.

Seperti pada Selasa (6/1/2026), ratusan mahasiswa dari dua perguruan tinggi yakni Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dengan program Belajar Bersama Komunitas (BBK) dan puluhan mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN), resmi mulai kegiatannya di Kabupaten Madiun.

Sebanyak 350 peserta dari berbagai program studi UNAIR, akan berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Madiun hingga 2 Februari 2026 mendatang.

“Silakan adik-adik belajar langsung kepada masyarakat dan menerapkan teori yang didapat di kampus. Kami berharap nanti bisa lahir rekomendasi yang bermanfaat bagi Pemerintah Kabupaten Madiun,” ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat menerima peserta program BBK UNAIR Surabaya, di Pendopo Ronggo Djoemeno Kabupaten Madiun, Selasa pagi (6/1/2026).

Diharapkan, BBK menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Ilmu pengetahuan itu tidak cukup berhenti di teori. Harus ada inovasi yang benar-benar bisa diterapkan di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Koordinator BBK UNAIR  di Madiun, Tokok Adiarto mengatakan, pelaksanaan BBK di Kabupaten Madiun difokuskan pada enam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

"Fokus BBK diarahkan pada SDGs pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, sanitasi, ekonomi, inovasi, serta pengurangan kesenjangan atau kesetaraan ekonomi," katanya.

Dikatakan, mahasiswa yang mengikuti program BBK di Kabupaten Madiun ini berasal dari berbagai prodi. mulai dari kedokteran, sastra, sains dan teknologi, hingga kedokteran hewan.

"Tujuannya agar pengembangan yang dilakukan bersifat kolaboratif dan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang,” imbuhnya.

Selain di Kabupaten Madiun,program BKK UNAIR ini juga dilaksanakan serentak pada sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Diantaranya Banyuwangi, Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan, bahkan di luar negeri.

Penerimaan Mahasiswa KKN dari UNS Surakarta di Ruang Eka Kapti Kabupaten Madiun, Selasa (6/1/2026)

Sementara itu dari UNS Surakarta, sedikitnya 48 mahasiswa UNS Surakarta akan mengikuti KKN selama 45 hari mulai tanggal 6 Januari sampai 19 Februari 2026 di 6 desa di Kecamatan Jiwan dan Mejayan.

"Kami sangat berterima kasih diberikan kesempatan untuk belajar diKabupaten Madiun," ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS Surakarta, Dody Ariawan, di Ruang Eka Kapti Kabupaten Madiun, Selasa siang (6/1/2026). 

Dalam kesempatan ini Bupati Madiun minta kepada mahasiswa KKN UNS Surakarta dapat memberikan rekomendasi dalam upaya pengembangan desa yang menjadi lokasi KKN, sesuai visi misi Kabupaten Madiun BERSAHAJA.

"Goalnya adalah kesejahteraan masyarakat. Kami juga ingin adik-dik mahasiswa melakukan presentasi," kata Bupati.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Madiun, Sodiq Hery Purnomo mengatakan dengan adanya kegiatan dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Madiun akan memberikan dampak positif bagi pembangunan di Kabupaten Madiun.

"Dari mereka nanti kita akan mendapatkan banyak masukan, untuk peningkatan pembangunan di Kabupaten Madiun, baik secara fisik maupun non fisik," katanya.(iw/IR)

Fasilitas Seadanya, Sekolah Mulai Beroperasi Pascabencana di Aceh

Iki Radio - Kegiatan belajar mengajar di Provinsi Aceh mulai kembali berjalan secara bertahap pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada Desember 2025. Salah satunya terlihat di SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, yang kembali melaksanakan kegiatan masuk sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 pada Senin (5/1/2026).

Siswa-siswi SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, mengikuti kegiatan belajar mengajar hari pertama semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, pada Senin (5/1/2026)/ dok. BNPB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa meskipun aktivitas pembelajaran telah dimulai, kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih akibat dampak bencana.

“Meskipun aktivitas pembelajaran telah dimulai, kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih. Sejumlah fasilitas pendidikan masih terdampak banjir, seperti meja dan kursi yang rusak serta ruang kelas yang belum sepenuhnya bersih. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sarana seadanya, termasuk penggunaan terpal sebagai alas belajar,” kata Abdul Muhari dalam keteranganya.

Ia menambahkan, belum seluruh peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh karena sebagian masih berada di lokasi pengungsian di luar daerah.

Pada hari pertama masuk sekolah, kegiatan diawali dengan sesi berbagi cerita antara siswa dan guru. Para siswa menyampaikan pengalaman mereka selama terdampak bencana, yang menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial.

Suasana kebersamaan juga terlihat saat waktu istirahat, ketika para guru memastikan seluruh siswa dapat menikmati waktu makan bersama, termasuk dengan berbagi bekal kepada siswa yang tidak membawa makanan dari rumah.

Kondisi di SD Negeri 1 Karang Baru tersebut menjadi gambaran proses pemulihan sektor pendidikan yang tengah berlangsung di Provinsi Aceh.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tercatat sebanyak 2.756 satuan pendidikan di Aceh terdampak banjir dan longsor. Dari jumlah tersebut, 2.226 sekolah telah kembali beroperasi, meskipun sebagian masih berada dalam tahap pemulihan.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara paralel terus melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan, antara lain melalui pembersihan sisa material banjir dan longsor, perbaikan fasilitas pendidikan, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar.

Hingga saat ini, dukungan yang telah disalurkan untuk sektor pendidikan di Provinsi Aceh meliputi 15.500 paket school kit, 78 unit tenda darurat untuk ruang kelas, 100 unit ruang kelas darurat, dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp11,3 miliar, dana dukungan psikososial sebesar Rp300 juta, serta 90.000 buku pelajaran.

Selain itu, Kemendikdasmen juga menyalurkan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana di Aceh. Tunjangan tersebut mencakup pendidikan anak usia dini sebesar Rp758 juta untuk 379 sasaran, pendidikan dasar sebesar Rp8,2 miliar untuk 4.098 sasaran, serta pendidikan menengah sebesar Rp6,7 miliar untuk 3.381 sasaran.

Dalam aspek pembelajaran, pemerintah menerapkan kurikulum penanggulangan dampak bencana secara bertahap. Pada fase tanggap darurat selama 0–3 bulan, kurikulum difokuskan pada pembelajaran minimum esensial yang meliputi literasi dasar, numerasi dasar, kesehatan dan keselamatan dini, dukungan psikososial, serta edukasi mitigasi bencana.

Selanjutnya, pada fase pemulihan dini selama 3–12 bulan, kurikulum disesuaikan menjadi kurikulum adaptif berbasis krisis dengan integrasi mitigasi bencana ke dalam mata pelajaran yang relevan, program pemulihan pembelajaran yang fleksibel, serta penerapan asesmen transisi.

Adapun pada fase pemulihan lanjutan dalam rentang waktu 1–3 tahun, kurikulum diarahkan pada integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan pengetahuan inklusif berbasis ketahanan, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat.

BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung pemulihan sektor pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman, berkelanjutan, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik.

 

Hari Pertama Belajar, Pemerintah Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana

Iki Radio - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan, khususnya di daerah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’tisaat menghadiri Hari Pertama Sekolah Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).

Hal tersebut disampaikan Mendikdasmen saat menghadiri Hari Pertama Sekolah Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).

Di hadapan pelajar, guru, dan jajaran pemerintah daerah, Mendikdasmen menyampaikan bahwa musibah yang melanda sejumlah wilayah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pelajaran untuk membentuk generasi yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing.

Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan meskipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

“Musibah bukan hukuman, tetapi pelajaran yang menempa kita menjadi pribadi yang kuat dan tahan uji. Kita boleh kehilangan banyak hal, tetapi tidak boleh kehilangan semangat dan cita-cita,” ujar Mendikdasmen.

Mendikdasmen menekankan bahwa hari pertama sekolah bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali tekad meningkatkan kualitas diri melalui belajar dan menuntut ilmu. Ia mengajak para pelajar Aceh Tamiang untuk tetap optimistis, rajin belajar, dan tidak berhenti bercita-cita meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Dalam konteks kebijakan, Abdul Mu’ti memastikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah dan akan mengalokasikan anggaran khusus bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana.

Sekolah dengan tingkat kerusakan tinggi akan diprioritaskan menerima dana revitalisasi pada tahun anggaran 2026, agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman dan layak.

“Sekolah-sekolah yang rusak akan kami prioritaskan untuk mendapatkan dana revitalisasi. Tujuannya agar anak-anak memiliki ruang belajar yang lebih baik dalam menyongsong masa depan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, para guru, serta masyarakat yang terus bergotong royong memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung.

Menurut Mendikdasmen, kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah situasi pemulihan.

Mengakhiri kunjungannya, Mendikdasmen kembali memotivasi para pelajar agar percaya pada kemampuan diri sendiri.

“Kalian adalah generasi hebat, generasi yang kelak memimpin Indonesia. Tetap semangat, karena masa depan bangsa ada di tangan kalian,” pungkasnya.

 

Dinilai Efektif, Diapendikbud Madiun Terus Kembangkan MASTER CETE

Iki Radio - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diapendikbud) Kabupaten Madiun komitmen akan terus melakukan pengembangan program Masyarakat Terdidik Cerdas dan Terampil (MASTER CETE), di tahun 2026.



Pasalnya setelah melakukan uji coba program MASTER CETE di tiga lokasi pada Desember 2025 lalu, program yang digagas Dispendikbud Kabupaten Madiun ini banyak mendapat respon positif. 

"Setelah uji coba (program MASTER CETE) kita terus evaluasi. Dan Alhamdulillah responnya semua positif," ujar Kepala Dispendikbud Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, saat ditemui di Pendopo Ronggo Djumeno belum lama ini.

Agus Sucipto, Kepala Diapendikbud Kabupaten Madiun

Kata Agus, melalui program MASTER CETE banyak manfaat yang bisa diambil.

"Siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan melalui pendekatan secara langsung di lapangan. Dan dapat mempraktekan langsung dalam kehidupan sehari hari. Selain itu siswa akan lebih mengenal tempat tempat yang ada di Kabupaten Madiun," lanjutnya.

Bukan hanya dari siswa dan pihak sekolah, namun juga dari pengelola lokasi wisata bahkan masyarakat umum yang menggantungkan penghasilannya di lokasi tersebut.

"Secara otomatis perekonomian akan meningkat. Dan banyak lagi multiplayer efek yang muncul dari pelaksanaan program MASTER CETE ini," jelasnya.

Pada tahap uji coba akhir 2025 lalu, ada tiga lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan program ini. Yakni di Madiun Umbul Square (MUS), Monumen Kresek, dan Waduk Bening Widas.

"Tahun 2026 sudah banyak yang mengajukan untuk program ini. Nanti ada lebih dari 30 titik tempat pelaksanaan MASTER CETE," lanjutnya.

Harapannya dapat meningkatkan mutu pendidikan, sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat ekonomi daerah.

"Untuk visi Kabupaten Madiun bersih sehat dan sejahtera, serta menyiapkan generasi emas 2045," pungkasnya.(iw/IR)

Anggaran Rp47 Miliar, Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 48 Sekolah di Medan

Iki Radio - Pemerintah memperkuat komitmen peningkatan kualitas pendidikan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025.

Peresmian sekolah penerima bantuan revitalisasi di Kota Medan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Foto: TangkapLayar /Youtube Kemendikdasmen)

Hal itu ditandai dengan peresmian sekolah penerima bantuan revitalisasi di Kota Medan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, Minggu (4/1/2026), yang menjadi bagian dari agenda prioritas nasional pembangunan sumber daya manusia unggul.

Dalam arahannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan strategi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang aman, layak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Program ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden, yakni pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas melalui pendidikan bermutu.

“Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk mendukung revitalisasi dan pembangunan 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, lebih dari 85 persen pekerjaan telah rampung dan mulai dirasakan manfaatnya oleh peserta didik,” ujar Abdul Mu’ti.

Khusus Provinsi Sumatra Utara, program revitalisasi mencakup 897 satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp852,49 miliar. Dari jumlah tersebut, 349 sekolah telah selesai 100 persen, sementara sisanya berada pada tahap penyelesaian akhir dan ditargetkan tuntas pada awal 2026.

Untuk Kota Medan, pemerintah menetapkan 48 satuan pendidikan sebagai penerima bantuan revitalisasi tahun 2025, terdiri atas jenjang PAUD hingga SMK dan SLB. Total nilai pembangunan mencapai Rp47,4 miliar, dengan progres penyelesaian mencapai 94 persen, dan sebagian besar sekolah telah siap digunakan untuk pembelajaran semester berjalan.

Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga mendorong digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran Interactive Flat Panel (IFP). Di Sumatra Utara, sebanyak 17.073 papan interaktif digital telah didistribusikan ke sekolah-sekolah, sementara di Kota Medan tercatat 2.047 unit telah diterima dan digunakan untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Mendikdasmen menambahkan, pemerintah memberikan perhatian khusus bagi sekolah-sekolah terdampak bencana hidrometeorologi. Kementerian telah menerbitkan kebijakan pembelajaran adaptif, termasuk fleksibilitas kurikulum dan asesmen, agar proses belajar mengajar tetap berlangsung meski sarana prasarana belum sepenuhnya pulih.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu dari lima program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. Ia menegaskan kesiapan daerah dalam memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, termasuk di wilayah terdampak banjir dan longsor.

Ke depan, pemerintah pusat memastikan program revitalisasi akan terus diperluas. Pada 2026, revitalisasi direncanakan menyasar sedikitnya 71.000 satuan pendidikan secara nasional, seiring komitmen Presiden dalam mempercepat pemerataan akses dan mutu pendidikan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ponpes Langitan Gelar Khotmil Qur'an di Masjid Al Akbar Surabaya

Iki Radio - Pondok Pesantren Langitan kembali menggelar Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro ke-X di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (30/12/2025). Kegiatan keagamaan tersebut diikuti ribuan santri, ulama, kiai, serta jamaah dari berbagai daerah dan berlangsung dengan khidmat.

Pondok Pesantren Langitan kembali menggelar Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro ke-X di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (30/12/2025). 

Direktur Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Mohammad Sudjak, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pondok Pesantren Langitan yang kembali memilih Masjid Al Akbar sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan keagamaan berskala besar.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dan Pondok Pesantren Langitan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam penguatan nilai keislaman dan pembinaan generasi berakhlak.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan peran pesantren sebagai pilar penguatan spiritual masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang bermartabat.

“Jawa Timur dikuatkan oleh pesantren, para alim, ulama, kiai, dan bu nyai. Salah satu penguat utamanya adalah Al-Qur’an,” tutur Khofifah.

Ia juga mendoakan agar kegiatan Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro ini menjadi amal jariyah bagi para pendiri, pengasuh, guru, serta seluruh civitas Pondok Pesantren Langitan yang selama ini mengabdikan diri dalam menjaga dan mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana doa bersama, tetapi juga mempererat silaturahmi antara ulama, santri, dan masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen Pondok Pesantren Langitan dalam menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam.

HUT DWP Ke 26 dan Hari Ibu Ke 97, Bupati Tekankan Kolaborasi Cetak Generasi Emas 2045

Iki Radio - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke 26 di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, dilaksanakan Rabu, (17/12/2025). Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan peringatan Hari Ibu ke 97, tahun 2025.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menilai, kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Dwijahayu, Dispendikbud Kabupaten Madiun ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul. Sinergi Dharma Wanita dan insan pendidikan yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. 

“Setiap anak harus tumbuh dalam keluarga yang memberikan asih, asuh, dan asah,dari rumah yang harmonis lahir anak berintegritas.” ujar Hari Wuryanto.

Bupati mengingatkan peran penting ibu dan keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi masa depan.

"Kita semua lahir dari rahim seorang ibu, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada kebijakan dan teknologi, tetapi juga pada ketangguhan keluarga dan peran perempuan, khususnya ibu," lanjutnya.

Ucapan adalah doa. Bupati Madiun mengingatkan kepada seluruh anggota DWP dan semua ibu ibu untuk berkata yang baik pada anak anknya.

“Ibu adalah panutan dalam keluarga. Berkatalah yang baik kepada anak-anak, karena dari situlah doa dan harapan tumbuh,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi Dharma Wanita bersama Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Madiun.

"Pendidikan karakter berawal dari keluarga, ibu sebagai faktor utama dalam tumbuh kembang anak. Momentum Hari Ibu ini tepat untuk kembali menegaskan pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter anak sejak usia dini," ujarnya.

Selain itu,Agus mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil peran dalam pendidikan karakter anak, dalam menyiapkan generasi emas 2045.

“Kita fokuskan lagi mari kita benahi anak-anak ini pendidikan karakter jadi, pendidikannya itu berasal dari keluarga,” tambahnya.(iw/IR)

Top

Ini Fakta, Potret Dude Harlino wisuda S1 di usia 45 tahun

Iki Radio - Dude Herlino membuktikan kalau usia gak menghalangi niat untuk menyelesaikan pendidikan yang tertunda. Suami Alyssa Soebandono tersebut baru saja menyelesaikan studi S1 di usia 45 tahun.

Dalam unggahan terbaru, Dude diketahui menjalani upacara wisuda dari President University, Bekasi, jurusan Manajemen. Sebelumnya, Dude sempat lulus dari jenjang D3 pada 1999, mengambil jeda yang cukup lama untuk lanjut S1.

1. Dude Herlina membagikan potret bahagia ketika baru saja lulus dari S1 Manajemen President University

2. Dude menjalani prosesi wisuda dengan didampingi oleh Alyssa Soebandono, pada 14 Desember 2025 lalu

3. Ia menyebut jika termotivasi merampungkan jenjang S1 meski di usia kepala empat, karena Alyssa baru saja lulus S2

4. Ketika dipanggil maju, kebahagiaan tampak dari gerak gerik Dude yang akhirnya sah menyandang gelar sarjana

5. Lulusnya Dude gak cuma dirayakan oleh Alyssa, tapi juga keluarga dan sahabat lainnya

6. Setelah acara wisuda, Dude Herlino tampak ngobrol akrab bareng rektor President University, Handa Setya

7. Sang rektor memuji Dude yang masih semangat menimba ilmu di usia yang sudah tidak muda

Rektor President University juga menggoda Dude Herlino, agar mau mengajar di kampusnya tersebut.


Foto : Dude Herlino (instagram.com/dude2herlino)

Ratusan Siswa SD dan SMP Kabupaten Madiun Ikuti Uji Coba Program MASTER CETE

Iki Radio - Ratusan siswa tingkat SD dan SMP dari wilayah selatan Kabupaten Madiun, mengikuti uji coba program MASTER CETE (Masyarakat Terdidik, Cerdas dan Terampil) di halaman Madiun Umbul Square, Senin (15/12/2025). 

Program MASTER CETE ini digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, sebagai upaya menyiapkan generasi emas 2045, serta mendorong peningkatan potensi dan penguatan perekonomian daerah.

Program MASTER CETE ini juga selaras dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Madiun, Bersahaja.

“Hari ini merupakan uji coba MASTER CETE. Program ini sesuai dengan visi misi yang ketiga Kabupaten Madiun Bersahaja yaitu pembangunan ekonomi. Kemudian pada misi yang kelima yaitu untuk pembangunan manusia yang terampil yang ada di Kabupaten Madiun,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto.

Dijelaskan, program MASTER CETE ini meliputi peningkatan sarana prasarana pendidikan yang merata dan berkualitas baik, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidikan, kurikulum adaptif terhadap dunia usaha dan industri, serta pendidikan ketrampilan kerja berbasis sertifikasi.

Direncanakan,program MASTER CETE ini akan dilaksanakan secara penuh pada tahun 2026 mendatang, dengan mengambil 25 titik lokasi di wilayah Kabupaten Madiun, meliputi tempat-tempat sejarah maupun tempa wisata untuk belajar secara kontekstual.

"Seluruh murid yang ada di Kabupaten Madiun mulai dari SD dan SMP dan nanti di pertengahan semester akan bergabung, untuk PAUD, TK dan seterusnya nanti juga akan bergabung di MASTER CETE," lanjutnya. 

Pelaksanaannya adalah sama seperti di sekolah. Setiap hari mulai dari jam 07.00 sampai jam 14.30, anak-anak akan berada di tempat-tempat destinasi wisata, bisa juga tempat-tempat bersejarah yang di Kabupaten Madiun, yang dijadikan sumber belajar bagi anak-anak. 

"Belajar kontekstual yaitu pembelajaran yang mengaplikasikan teori-teori yang kalian dipelajari di kelas, itu bisa kalian aplikasikan di sini bersama dengan bapak ibu guru sehingga akan membentuk karakter yang sangat luar biasa,” tambahnya.

Diharapkan program MASTER CETE ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Selain belajar, Outdoor learning juga untuk mengeksplor tempat-tempat wisata atau bersejarah yang potensial di Kabupaten Madiun.

"Program MASTER CETE dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun tersebut tidak membebani APBD. Seluruhnya, sudah tercover oleh Dana BOS," imbuhnya.

Lokasi uji coba program MASTER CETE ini, berada di Madiun Umbul Square, Monumen Kresek dan Waduk Widas.

“Pelaksanaan hari ini secara serentak diuji cobakan," pungkasnya.

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Kabupaten Madiun, Ir. Soedjiono menegaskan, program ini merupakan salah satu program prioritas dalam visi misi Kabupaten Madiun.

"Dalam misi kelima Bersahaja dalam pembangunan manusia. Golnya adalah peningkatan derajat kesehatan, derajat pendidikan dan daya beli, salah satu programnya adalah MASTER CETE,” kata Soedjiono.

Harapannya, anak-anakku semuanya nanti ke depan jadi generasi yang tangguh, generasi yang berkualitas. Ilmu yang sudah diberikan di kelas untuk diterapkan di tempat belajar di outdoor.

"Prestasi akademik saja itu belum cukup. Dibutuhkan pengalaman-pengalaman, pengasahan-pengasahan di luar ruang kelas. Dengan adanya kegiatan seperti ini nanti kalau dilaksanakan secara rutin kontinyu akan tumbuh ekonomi. Perekonomian di tempat-tempat yang digunakan untuk pembelajaran seperti tempat-tempat wisata kita akan menjadi lebih ramai, terkenal lebih luas lagi sehingga masyarakat luar daerah akan mengenal dan tertarik untuk berkunjung ke Kabupaten Madiun," tambahnya.(iw/IR)

Dua Sekolah di Lumajang Torehkan Prestasi Nasional lewat Program Adiwiyata

Iki Radio - Kabupaten Lumajang kembali meneguhkan komitmennya sebagai daerah yang konsisten mendorong pendidikan berwawasan lingkungan.

Dua sekolah, SMP Negeri 1 Tempeh dan MTs Negeri 1 Lumajang, berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI) di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta pada Kamis (11/12/2025).

Penghargaan Adiwiyata Nasional merupakan program pemerintah yang mendorong satuan pendidikan untuk membangun budaya peduli dan berbudaya lingkungan secara berkelanjutan. Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai indikator, di antaranya:

  • Kebijakan sekolah ramah lingkungan.
  • Integrasi materi ekologi dalam kurikulum.
  • Inovasi pengelolaan sarana dan prasarana hijau.
  • Partisipasi aktif warga sekolah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2005, terdapat tiga tingkatan penghargaan Adiwiyata, yaitu:

  • Adiwiyata Kabupaten/Kota dan Provinsi.
  • Adiwiyata Nasional, dan
  • Adiwiyata Mandiri sebagai level tertinggi.

Pada 2025, SMPN 1 Tempeh dan MTsN 1 Lumajang dinyatakan layak memperoleh penghargaan tingkat nasional setelah menunjukkan konsistensi dalam menerapkan prinsip sekolah hijau (green school).

  • Keduanya dinilai unggul dalam berbagai program lingkungan, seperti:
  • Pengelolaan sampah terpadu.
  • Penataan kawasan hijau di dalam dan luar sekolah.
  • Penggunaan sarana yang efisien dan ramah lingkungan.
  • Integrasi pendidikan lingkungan hidup dalam kegiatan pembelajaran.

Dengan raihan penghargaan terbaru ini, jumlah sekolah Adiwiyata di Kabupaten Lumajang meningkat dari 80 menjadi 82 lembaga. Rinciannya: 54 sekolah berstatus Adiwiyata Kabupaten, 17 sekolah Adiwiyata Provinsi, 7 sekolah Adiwiyata Nasional, dan 2 sekolah Adiwiyata Mandiri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, Hertutik, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif dan kolaboratif seluruh elemen pendidikan di Lumajang yang konsisten mengintegrasikan pembelajaran dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.

“Penghargaan Adiwiyata Nasional ini menjadi bukti konsistensi satuan pendidikan di Lumajang dalam menerapkan program lingkungan. Kami mendorong seluruh sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Hertutik melalui keterangan pers pada Rabu (10/12/2025).

Hertutik juga menegaskan pentingnya peran lintas sektor dalam mendukung program Adiwiyata, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kementerian Agama, serta perangkat daerah (OPD) lainnya.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ini adalah bukti kolaborasi yang solid untuk mewujudkan Lumajang Aman dan Lumajang Lestari,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap, prestasi SMPN 1 Tempeh dan MTsN 1 Lumajang menjadi pemicu semangat bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, hijau, dan sehat.

Gerakan Adiwiyata juga diharapkan mendorong terciptanya kesadaran ekologi di kalangan pelajar, yang menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan.

“Kami ingin setiap sekolah di Lumajang menjadi pusat pembelajaran lingkungan yang hidup dan menginspirasi masyarakat sekitar,” tutup Hertutik.

Bukti Semangat Belajar Tak Mengenal Usia, 110 Lansia Di Wisuda

Iki Radio - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia melalui Wisuda Sekolah Lansia Standar 1 (S1) dan Standar 2 (S2) Tahun 2025. Acara digelar di Aula Gawi Sabarataan, Kamis (4/12/2025).

Foto bersama Wisuda Sekolah Lansia Standar 1 (S1) dan Standar 2 (S2) Kota Banjarbaru Tahun 2025. (Foto: Pemkot Banjarbaru)

Prosesi wisuda secara resmi dikukuhkan oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, yang pada kesempatan ini diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru, Kanafi.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat. Sebanyak 110 peserta dari lima kecamatan berhasil menyelesaikan rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesehatan, kemandirian, dan kualitas hidup di usia lanjut.

Dalam sambutannya, Kanafi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menjadi teladan sebagai pembelajar sepanjang hayat.

“Sebanyak 110 lansia telah berhasil lulus dengan menuntaskan seluruh rangkaian pembelajaran sejak April hingga September 2025. Saya yakin ilmu dan pengalaman yang diperoleh akan menjadi bekal berharga dalam menjalani hari tua,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan para peserta menunjukkan bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal batas usia.

“Momentum ini menjadi perayaan atas semangat dan ketekunan dalam menjalani masa lansia dengan penuh makna,” katanya.

Pemerintah Kota Banjarbaru berharap program Sekolah Lansia dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menyediakan ruang belajar sepanjang hayat, khususnya bagi para lansia yang ingin terus berkarya dan menambah ilmu.

 

Pemprov Jatim Peringati Hari Guru Nasional dan Hari Aksara Internasional 2025

Iki Radio - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar puncak peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Aksara Internasional Tahun 2025. Acara yang berlangsung di Grand City Surabaya, Senin (1/12/2025) ini menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen Jawa Timur dalam menghargai peran guru serta memperkuat literasi digital sebagai fondasi peradaban.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menyalami dan memeluk Penerima Penghargaan Guru Inspiratif saat peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Aksara Internasional Tahun 2025 di Grand City Surabaya, Senin (1/12/2025) .

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berkesempatan memberikan apresiasi kepada para guru dan pendidik. Dalam momen tersebut, Khofifah menyerahkan penghargaan kepada 13 orang penerima penghargaan Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) Transformatif, Dedikatif, dan Pelopor Komunitas Belajar pada ajang Nasional Tahun 2025.

​“Para guru-guru yang mulia, mudah-mudahan panjenengan semua dibahagiakan oleh Allah. Amin. Bahagia dunia, bahagia akhirat,” ujar Gubernur Khofifah dalam sambutan singkatnya.

Selain itu, empat guru terpilih mendapatkan hadiah Grand Prize Umroh sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. 

Gubernur Khofifah juga memberikan penghargaan dan bantuan kepada guru inspiratif berupa pembinaan Rp5 Juta kepada 6 guru inspiratif dari berbagai jenjang Pendidikan, dan bantuan Bedah Rumah senilai Rp20–25 Juta kepada 20 guru dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur Khofifah sangat menginspirasi para guru.

"Kami mohon maaf kepada Ibu Gubernur. Kami sangat berterima kasih dan banga karena ibu menyempatkan waktu setelah dari Sumatera Utara memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana. Sekali lagi kehadiran Ibu Khofifah sangat menginspirasi kami semua, terutama para guru-guru di Jatim," tuturnya.

Ia juga berterimakasih kepada para uru karena tekah berhasi mencetak murid hebat dan berprestasi setiap tahun.  "Jawa Timur selalu menjadi juara umum di berbagai bidang berkat dukungan guru dan Ibu Gubernur," ujar Aries.

Puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Aksara Internasional tingkat Provinsi tahun 2025 ini dihadiri ribuan guru-guru dari seluruh pelosok daerah di Jawa Timur.

Acara diwarnai dengan penampilan seni dari para siswa Jawa Timur, yaitu empat penyanyi perwakilan dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB tampil dengan latar kostum profesi. Mereka membawakan lagu-lagu bertema guru, yakni “Guruku Tersayang”, “Terimakasih Guruku”, dan “Jasamu Guru”.

Daffa Pradika Bimantara dari SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar, Olivia Rizqyka Putri dari SMP Negeri 1 Bojonegoro, Regita Pramesti Suseno Putri dari SMAN 1 Kota Sidoarjo, serta Azzam Nur Mu’Jizat dari SLB PKK Gedeg Mojokerto.

Setelah itu, dilajutkan penampilan puisi berjudul “Embun Penyejuk” karya Faniyati Wardhani, peraih Juara Harapan 1 Lomba Cipta Puisi FLS3N Dikmen 2025, yang dibawakan Gavrila Regina Azalia dari SMAN 1 Tenggarang, Bondowoso. Penampilan ini menjadi simbol bahwa semangat literasi dan seni tumbuh subur di kalangan generasi muda Jawa Timur.(red)

Kabar Baik! Tunjangan Guru ASN Akan Cair Setiap Bulan Mulai Tahun 2026

Iki Radio - Pemerintah menargetkan penyaluran tunjangan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat dilakukan setiap bulan mulai tahun depan. 

Rencana ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mukti, saat menghadiri peringatan Hari Guru Nasional di Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (28/11/2025), di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Abdul menjelaskan bahwa selama ini tunjangan guru ASN yang setara gaji pokok masih dicairkan setiap tiga bulan sekali. Ia berharap pola pencairan bulanan segera diterapkan agar para guru dapat mengatur keuangannya dengan lebih baik. 

“Alhamdulillah, sementara baru bisa kita transfer tiga bulan sekali. Tahun depan kita usahakan ditransfer setiap bulan,” ujarnya.

Selain tunjangan untuk ASN, Abdul juga melaporkan bahwa tunjangan bagi guru non-ASN telah dinaikkan menjadi Rp 2 juta. 

Ia menyebut peningkatan dan penyaluran tunjangan tersebut telah mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan. 

“Saya sudah menyampaikan di hadapan Bapak Menteri Keuangan,” katanya.

Abdul menambahkan, meski mekanisme pencairan masih dilakukan per tiga bulan, pemerintah berkomitmen memperbaikinya agar pada tahun mendatang seluruh tunjangan dapat diterima guru secara lebih rutin dan tepat waktu.

Top

Della Sabrina, Istri Irfan Hakim Resmi Lulus S2 dengan Predikat Memuaskan, Perjuangannya Tuai Pujian Publik

Iki Radio - Kabar membanggakan datang dari keluarga presenter Irfan Hakim. Sang istri, Della Sabrina Indah Putri, berhasil menamatkan pendidikan S2 Akuntansi Syariah di Institut Agama Islam Tazkia.

Prestasi akademik Della menuai perhatian publik karena ia menempuh pendidikan sembari mengurus keluarga. Seperti diketahui, Della adalah ibu dari lima anak dan tetap mampu menyelesaikan studi tepat waktu.

Dalam unggahan yang beredar, Della terlihat memberikan pernyataan penuh haru usai dinyatakan lulus. Ia mengatakan pencapaiannya bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk keluarganya di rumah.

“Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai seorang ibu dari lima orang anak,” ujar Della dalam pidatonya.

“Selama menjalani perkuliahan ini, MasyaAllah rasanya seperti roller coaster,” tambah Della.

Ia mengaku banyak tantangan yang harus dilalui selama berkuliah di tengah kesibukan sebagai ibu. Namun Della tetap bersyukur semuanya dapat terlewati dengan baik.

“Saya bisa lulus juga, dan Alhamdulillah tepat waktu,” lanjut Della penuh rasa haru. Kalimat itu langsung mendapat tepuk tangan dari para hadirin yang menyaksikan prosesi wisudanya.

Di sisi lain, Irfan Hakim juga turut menyampaikan rasa bangganya di hadapan publik. Sang presenter menceritakan bahwa ia melihat sendiri perjuangan istrinya selama menjalani studi S2.

“Saya menjadi saksi mata bagaimana istri saya bekerja keras,” kata Irfan dalam kesempatan yang sama. Ia menggambarkan perjalanan akademik sang istri sebagai proses yang sangat menantang.

“Memang tidak mudah, bukan hanya istri saya, pasti Anda pun tidak mudah,” ujar Irfan memberi apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang lulus bersamaan. Ucapannya menuai respons positif karena dinilai sangat suportif.

Irfan kemudian menegaskan bahwa pencapaian Della bukan sekadar gelar. Menurutnya, keberhasilan sang istri adalah bukti bahwa seorang ibu juga bisa meraih mimpi sambil menjalankan tanggung jawab keluarga.

“Della Sabrina Indah Putri, istri saya tercinta ini bisa menyelesaikan hari ini membuktikan bahwa tanggung jawab dilakukan, tapi cita-cita juga diwujudkan,” tuturnya.

Kalimat itu langsung viral karena dinilai penuh makna dan dukungan emosional.

“Kata-katanya sangat menginspirasi,” tutur salah satu warganet di kolom komentar.

Tak sedikit warganet yang terinspirasi oleh perjalanan akademik Della. Banyak yang memuji kegigihan ibu lima anak itu dalam membagi waktu antara kuliah dan keluarga.

Komentar-komentar positif memenuhi media sosial, terutama dari para ibu yang merasa relate. Mereka mengatakan bahwa perjuangan Della menjadi bukti bahwa usia dan status bukanlah halangan untuk menempuh pendidikan tinggi.

Selain itu, warganet juga menyoroti sikap suportif Irfan Hakim selama istrinya berkuliah. Banyak yang memuji Irfan sebagai sosok suami yang hadir, mendukung, dan memberi ruang untuk pasangannya berkembang.

Moment kelulusan itu pun menjadi inspirasi bagi pasangan muda maupun keluarga Indonesia. Dukungan satu sama lain diyakini menjadi kunci keberhasilan Della meraih gelar akademiknya.

Kini setelah lulus, publik menantikan langkah Della berikutnya dalam karier dan kehidupan pribadinya. Sebagian warganet berharap Della bisa mengembangkan ilmu akuntansi syariahnya ke bidang yang lebih luas.

Perjalanan panjang Della menuju kelulusan S2 menjadi salah satu kisah inspiratif yang banyak dibicarakan. Kisah ini membuktikan bahwa perempuan bisa tetap berkarya, berprestasi, dan berpendidikan tinggi sambil menjalankan peran sebagai ibu dan istri.

Dengan predikat memuaskan yang ia raih, Della kini berdiri sebagai contoh nyata perempuan tangguh. Perjuangannya membawa pesan bahwa semangat dan ketekunan akan selalu menghasilkan pencapaian yang membanggakan. (*)

Kepala SDN 1 Mungku Baru Raih Juara 2 GTK Nasional 2025

Iki Radio - Kota Palangka Raya kembali mencatat prestasi tingkat nasional. Ridwan Sidiq, Kepala SD N 1 Mungku Baru, berhasil meraih Juara 2 Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Nasional 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 24–29 November 2025.

Ridwan memperoleh penghargaan untuk kategori Kepala Sekolah Dasar Transformatif melalui inovasi unggulan berjudul "Literasiku Sanggam Talawang". Inovasi tersebut berfokus pada peningkatan literasi berbasis kearifan lokal Dayak Ngaju serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan dunia usaha guna menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap tantangan abad ke-21.

Inovasi ini dinilai mampu memberikan perubahan signifikan pada kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah di SDN 1 Mungku Baru.

“Prestasi ini adalah hasil kerja keras seluruh keluarga besar SDN 1 Mungku Baru. Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk para guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua yang mendukung setiap program inovatif di sekolah,” ujar Ridwan, Jumat (28/11/2025).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya.“Prestasi ini membuktikan bahwa kualitas kepemimpinan sekolah di daerah kita mampu bersaing secara nasional. Semoga menjadi inspirasi bagi kepala sekolah dan guru lainnya untuk terus berinovasi,”ujarnya.

Keberhasilan Ridwan menempati posisi juara kedua dari puluhan peserta terbaik se-Indonesia ini diharapkan dapat memacu semangat insan pendidikan di Kota Palangka Raya untuk terus menghasilkan karya dan praktik baik yang berdampak bagi masa depan anak bangsa.

Dua Guru Maluku Tenggara Ceritakan Perjuangan Mengajar di Wilayah Minim Fasilitas

Iki Radio - Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-80 PGRI di Kabupaten Maluku Tenggara tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang bagi para pendidik untuk menyuarakan harapan serta tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas di lapangan. Dua guru dari wilayah berbeda membagikan kisah perjuangan mereka mengajar di tengah keterbatasan sarana serta dinamika profesi.

Bupati Maluku Tenggara Menyerahkan Piagam kepada Kepala SMK Kasih Theresia Desa Bombay.

Guru TK Angkasa Lanud Dumatubun Langgur, Marieta, mengisahkan bahwa lima tahun masa pengabdiannya dimulai dari panggilan hati. Ia menekuni profesi guru bukan karena imbalan, melainkan karena kecintaan ia dalam mendidik anak-anak usia dini.

“Menjadi guru bukan sekadar pekerjaan. Pekerjaan ini mengajarkan saya sabar, ikhlas, dan bertanggung jawab,” ujarnya di Stadion Maren, Kota Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (25/11/2025).

Di balik dedikasi tersebut, Marieta berharap pemerintah memberi perhatian lebih kepada guru honorer, terutama terkait kesejahteraan dan akses pengembangan kompetensi. Menurutnya, guru di wilayah timur Indonesia masih menghadapi minimnya fasilitas pendidikan serta terbatasnya kesempatan pelatihan.

“Saya terjun jadi guru tanpa memikirkan gaji, hanya karena suka anak-anak. Guru honorer perlu perhatian finansial, dan pelatihan dari pusat sangat membantu kami di wilayah timur,” ungkapnya.

Suara senada disampaikan Kepala SMK Kasih Theresia, Agrapina Sangur. Selama empat tahun mengabdi sebagai pendidik tanpa latar belakang pendidikan formal, ia tetap bersemangat mendampingi generasi muda.

Ia mengatakan profesi guru penuh dinamika karena harus menangani siswa dengan karakter dan latar belakang keluarga yang beragam “Saya tidak menyebut perbedaan anak sebagai masalah, itu keunikannya. Profesi guru menuntut kita terus belajar dan beradaptasi,” tuturnya.

Agrapina juga menyoroti kondisi sekolahnya yang hingga kini belum memiliki gedung sendiri. Keterbatasan sarana dan prasarana membuat guru kesulitan menyiapkan media pembelajaran yang efektif dan menarik.

“Sarana yang minim sangat menyulitkan guru membuat media belajar yang efektif. Kami berharap SMK Kasih Theresia bisa segera memiliki gedung sendiri dengan fasilitas yang memadai,” harapnya.

Forum Anak Jadi Garda Terdepan Deteksi Permasalahan Anak

Iki Radio - Anak merupakan masa depan bangsa. Tumbuh kembang anak tentu menjadi hal yang harus mendapat perhatian serius. Bukan hanya pertumbuhan secara fisik, namun juga secara mental psikologi.

Munculnya berbagai permasalahan dikalangan anak seringkali menjadi permasalahan serius bila tidak segera diatasi. Seperti adanya kasus kasus bullying atau perundungan yang membawa pengaruh besar pada psikologis anak. Belum lagi paparan radikalisme hingga pergaulan bebas, seiring dengan banyaknya konten konten digital yang mudah diakses oleh anak.

Guna meminimalkan dampak dampak negatif seiring dengan perkembangan anak ank saat ini, Pemerintah Kabupaten Madiun mengambil langkah kongkrit dengan membentuk forum anak Kabupaten Madiun.

Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen, menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan melalui Forum Anak, termasuk isu-isu penting seperti perundungan, anak putus sekolah, hingga pernikahan usia dini.

“Kalau ada indikasi perundungan, jangan menunggu sampai terjadi. Segera sampaikan. Panjenengan lebih dekat dengan teman-teman, sehingga informasi bisa cepat diteruskan,” kata Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat pengukuhan Forum Anak Kabupaten Madiun,di Ruang Eka Kapti Caruban, Senin (24/11/2025).

Kata Bupati, anak memiliki peran yang strategis dalam mengetahui dan mendeteksi dini permasalahan permasalahan yang sering dihadapi oleh teman teman seusianya. Peran pelopor dan pelapor harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. 

Selain isu perundungan, masalah perkawinan dini yang masih terjadi karena faktor keterpaksaan. Ia meminta para anggota Forum Anak turut menjadi penyampai informasi dan edukasi terkait dampak perkawinan usia dini, termasuk risiko stunting dan ketidaksiapan mental pasangan muda.

Pemanfaatan teknologi secara bijak dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Anak-anak diminta berhati-hati dalam menggunakan gawai, termasuk saat berkendara, serta mampu memfilter konten negatif di media sosial.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Madiun, Hendro Suwondo menyatakan forum ini menjadi ruang aman bagi anak untuk berpendapat dan terlibat dalam pengambilan keputusan.

“Forum ini mendorong anak terlibat dalam keputusan yang berkaitan dengan diri mereka,” ujarnya.

Dalam pengukuhan Forum Anak Kabupaten Madiun periode 2025–2027, sedikitnya ada 85 peserta, terdiri atas perangkat daerah, camat, serta perwakilan forum anak dari kecamatan.(iw/IR)

Bunda PAUD Pidie Raih Penghargaan Wiyata Dharma Muda 2025

Iki Radio - Bunda PAUD Kabupaten Pidie, Ny Rohana Razali Sarjani berhasil meraih Penghargaan Wiyata Dharma Muda 2025 sebagai Bunda PAUD Berdedikasi Tingkat Nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI). Penghargaan tersebut diberikan pada ajang Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 yang berlangsung di The Sultan Hotel & Residence Jakarta.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh pejabat Kemendikdasmen RI, Prof. Abdul Mu'ti, M.Ed, kepada Ny Rohana bersama para Bunda PAUD berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia. Pencapaian ini menegaskan komitmen Kabupaten Pidie dalam memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas dan inklusif.

Didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Pidie, Heryadi, Rohana menyampaikan rasa syukur, bangga, dan haru atas apresiasi tingkat nasional tersebut.

“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah hasil kerja keras bersama. Saya sangat bersyukur dan bangga, karena penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh masyarakat dan para pegiat PAUD di Kabupaten Pidie,” ungkapnya.

Menurutnya, penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi baru bagi seluruh pegiat PAUD di Pidie untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi demi kemajuan pendidikan anak usia dini.

Dalam kesempatan itu, Ny Rohana juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Pokja Bunda PAUD, para pendidik, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung peningkatan layanan PAUD Bermutu di Kabupaten Pidie.

“Dengan capaian ini semoga menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Pidie untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan layanan PAUD bermutu, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

close
Pasang Iklan Disini