Iki Radio - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)
Jawa Timur menggelar Delegation Registration Meeting (DRM) bersama seluruh KONI
kabupaten/kota peserta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 Malang
Raya, bertempat di Kantor Disporapar Kota Malang.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KONI Jatim,
Muhammad Nabil, mengecek kesiapan tuan rumah sekaligus memberikan sosialisasi
terkait pelaksanaan Porprov.
Secara umum, Nabil menyampaikan bahwa tiga daerah—Kota
Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu—telah siap menjadi tuan rumah. Hal ini
ditandai dengan tersedianya fasilitas yang memadai, kelayakan sarana prasarana,
serta berbagai upaya untuk menggairahkan semangat Porprov di tengah masyarakat.
“Pertandingan-pertandingan pendahulu sudah terlaksana.
Saya pikir kesiapan masing-masing daerah sudah cukup baik. Selanjutnya, kita
akan melakukan audiensi dengan kepala daerah tuan rumah untuk mensosialisasikan
pelaksanaan ini,” ujar Nabil.
Secara khusus, Nabil memberikan apresiasi kepada Kota
Malang karena kepala daerah beserta seluruh perangkatnya turun langsung ke
lapangan. Bahkan, mereka memberikan dukungan langsung kepada para atlet dengan
mengunjungi tempat latihan.
Terkait kepesertaan, Nabil menyampaikan bahwa Porprov
kali ini mengalami peningkatan signifikan. Total terdapat 22.283 orang yang
terlibat, terdiri atas 16.606 atlet, 4.495 official, dan 1.182 ofisial
kontingen.
“Saya sampaikan bahwa filosofi Porprov adalah ‘dari Jatim
untuk Jatim’. Apa yang diberikan untuk Jawa Timur? Yakni sukses penyelenggaraan
dan prestasi. Dari ajang ini, diharapkan lahir prestasi yang dapat dibawa ke
tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia berpesan kepada seluruh peserta,
termasuk perangkat pertandingan, untuk menjunjung tinggi sportivitas. Dengan
begitu, diharapkan lahir prestasi terbaik yang mengharumkan nama Jawa Timur dan
Indonesia di masa mendatang. “Untuk itu, saya tekankan agar setiap cabang
olahraga, bahkan KONI daerah, memiliki tim talent scouting untuk
mengidentifikasi dan memproyeksikan atlet-atlet potensial ke depan,” tegas
Nabil.
Menurutnya, Porprov merupakan ajang strategis karena pada
PON sebelumnya, mayoritas peraih medali bagi Jawa Timur merupakan atlet jebolan
Porprov. “Itu menunjukkan betapa pentingnya Porprov sebagai wadah pembinaan
atlet,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan
Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa Kota Malang
akan menjadi tuan rumah upacara pembukaan serta pelaksanaan pertandingan 40
cabang olahraga.
Hingga saat ini, ia memastikan bahwa hampir seluruh venue
pertandingan dalam kondisi siap pakai. Hanya Stadion Gajayana yang sedang
direnovasi untuk mempercantik tampilan dan dijadwalkan rampung sebelum upacara
pembukaan.
“Terkait demam Porprov, Bapak Wali Kota telah mengedarkan
surat edaran kepada seluruh lapisan masyarakat, sampai tingkat RT/RW, agar
turut mempublikasikan Porprov. Ini sudah terlihat di berbagai kelurahan, dengan
banyaknya umbul-umbul dan banner yang terpasang untuk menyukseskan acara,” ujar
Baihaqi.
Selain itu, Kota Malang telah menyiapkan aplikasi Malang
Mbois sebagai sarana informasi lengkap terkait akomodasi, pariwisata, dan
berbagai hal yang dapat membantu kontingen maupun keluarga atlet yang hadir.
Dengan berbagai upaya tersebut, pihaknya mengajak seluruh
masyarakat Kota Malang untuk turut berperan aktif menjadi tuan rumah yang baik
bagi seluruh kontingen. “Pastinya, jika kita memberikan kesan terbaik, mereka
akan kembali lagi di kesempatan-kesempatan berikutnya,” pungkas Baihaqi.(hjr)