Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Hari Lahir Pancasila, Wamenkomdigi Ajak Masyarakat Jadikan Teknologi Penguat Persatuan Bangsa

Iki Radio - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, mengajak seluruh masyarakat menjadikan teknologi digital sebagai sarana memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mendorong kemajuan bangsa dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo saat memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Lapangan Anantakupa, Kemkomdigi, Jakarta. 


Ajakan itu disampaikan Angga saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Senin (1/6/2026).

Menurut Angga, Pancasila tidak sekadar menjadi dasar negara yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tetapi juga merupakan jiwa dan pedoman bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Pancasila bukan sekedar rantaian kata-kata yang terkulis dalam pembukaan UU 1945. Pancasila adalah jiwa dari bangsa ini. Pancasila adalah fondasi dan juga pedoman yang menuntun kita dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Wamenkomdigi.

Ia menegaskan, sepanjang perjalanan sejarah bangsa, Pancasila telah terbukti menjadi perekat yang mampu menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, budaya, serta berbagai dinamika sosial dan politik.

“Ketika Indonesia menghadapi berbagai ujian, berbagai konflik sosial, krisis ekonomi, ancaman disintegrasi, maupun tantangan global, nilai-nilai Pancasila selalu menjadi kekuatan yang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Angga juga mengingatkan bahwa era digital menghadirkan berbagai tantangan baru, mulai dari penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, hingga penyalahgunaan teknologi.

Karena itu, menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus menjadi pedoman utama dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam memanfaatkan teknologi informasi.

“Kita masih menghadapi berbagai persoalan seperti penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, penyalahgunaan teknologi, serta menurunnya rasa kebersamaan dan kehidupan kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Ia menekankan pengamalan Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari, seperti menghormati perbedaan pendapat, menjaga kerukunan, mematuhi aturan, bekerja dengan jujur, membantu sesama, dan menjaga lingkungan.

“Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya dihafalkan, bukan hanya mantra yang kita sebutkan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” tegasnya.

Angga juga mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai luhur bangsa.

“Jangan sampai kemajuan teknologi menjauhkan kita dari nilai-nilai luhur bangsa, sebaliknya, jadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan kreativitas, dan membangun Indonesia yang lebih maju,” ujarnya.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut, Angga mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkannya kepada generasi penerus sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, adil, makmur, dan sejahtera.

“Dengan semangat hari lahir Pancasila, saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus menjaga kebenekaan, memperkuat persatuan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, makmur, dan sejahtera,” pungkas Angga Raka Prabowo.

Upacara ini dihadiri jajaran pejabat tinggi pratama, madya beserta ratusan civitas Kemkomdigi.

Pemerintah Berlakukan Kebijakan Baru DHE SDA dan Insentif Fiskal Bagi Eksportir Patuh

Iki Radio - Pemerintah resmi memberlakukan ketentuan baru mengenai Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 yang mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan ekonomi nasional, meningkatkan retensi devisa di dalam negeri, serta memperkokoh stabilitas sistem keuangan nasional.

Seperti diutarakan dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026), Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah mewajibkan eksportir sumber daya alam untuk merepatriasi DHE SDA ke dalam negeri dengan tingkat kepatuhan 100 persen.

"Kebijakan tersebut dirancang agar hasil ekspor sumber daya alam dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi perekonomian nasional melalui peningkatan likuiditas domestik, penguatan nilai tukar, dan dukungan terhadap pembiayaan pembangunan," kata Menkeu yang didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala BP BUMN/COO Danantara Indonesia Donny Oskaria, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari. 

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, eksportir sektor nonmigas wajib menempatkan 100 persen DHE SDA pada rekening khusus di dalam negeri selama paling singkat 12 bulan. Sementara itu, eksportir sektor migas diwajibkan menempatkan sedikitnya 30 persen DHE SDA selama minimal tiga bulan.

Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan kebijakan, penempatan DHE SDA dilakukan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Selain itu, pemerintah menetapkan batas maksimal konversi DHE SDA dari valuta asing ke rupiah sebesar 50 persen guna menjaga optimalisasi pengelolaan devisa hasil ekspor.

Sejalan dengan penerapan kewajiban tersebut, pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan dan insentif bagi pelaku usaha yang memenuhi ketentuan. Salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah pemberian fasilitas perpajakan berupa tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang lebih rendah atas penghasilan yang diperoleh dari instrumen penempatan DHE SDA.

Melalui kebijakan ini, eksportir yang menempatkan DHE SDA di dalam negeri dapat memperoleh tarif PPh yang kompetitif, bahkan hingga 0 persen sesuai dengan jangka waktu penempatan dana. Fasilitas tersebut memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan instrumen investasi reguler yang umumnya dikenakan tarif pajak lebih tinggi.

Pemerintah menegaskan bahwa pendekatan kebijakan DHE SDA tidak semata-mata berorientasi pada penguatan kepatuhan, tetapi juga memberikan penghargaan kepada pelaku usaha yang berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penempatan devisa di dalam negeri. Dengan demikian, dunia usaha memperoleh kepastian regulasi sekaligus manfaat fiskal yang mendukung keberlanjutan kegiatan usaha.

Pemerintah juga tetap memberikan fleksibilitas bagi eksportir tertentu yang memiliki hubungan dagang berdasarkan perjanjian bilateral maupun kerja sama perdagangan internasional. Pengaturan tersebut dilakukan secara terukur untuk menjaga kelancaran aktivitas perdagangan dan investasi tanpa mengurangi tujuan utama penguatan cadangan devisa nasional.

Melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026, pemerintah optimistis retensi devisa di dalam negeri akan meningkat secara signifikan. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sektor eksternal, meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan dan dinamika perekonomian global.

Pemerintah Berlakukan PP 21 Tahun 2026, Tata Kelola Ekspor SDA Strategis Diperkuat

Iki Radio - Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 tentang kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) pada 1 Juni 2026 mendatang sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis nasional.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam secara lebih terintegrasi, transparan, dan akuntabel guna memastikan manfaat kekayaan alam Indonesia dapat dinikmati sebesar-besarnya oleh masyarakat.

Menurut Airlangga, implementasi PP 21 Tahun 2026 akan diawali pada tiga komoditas strategis yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy atau besi paduan. 

“Pemerintah akan memperbaiki tata kelola secara mendasar ekspor komoditas sumber daya alam strategis,” ujar Menko Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Sebagai bagian dari implementasi aturan tersebut, ekspor ketiga komoditas akan dilakukan melalui mekanisme satu pintu yang dikoordinasikan oleh BUMN ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI). 

Melalui skema ini, pemerintah akan memperkuat pengawasan ekspor sekaligus meningkatkan kualitas dan validitas data perdagangan luar negeri.

Pemerintah menilai pengaturan baru tersebut penting untuk menutup berbagai celah yang selama ini berpotensi menimbulkan kerugian negara, termasuk praktik under invoicing, transfer pricing, maupun pelarian devisa hasil ekspor ke luar negeri.

Dengan pengawasan yang lebih kuat, nilai ekspor yang tercatat diharapkan mencerminkan transaksi yang sebenarnya sehingga penerimaan negara dan kontribusi sektor ekspor terhadap perekonomian nasional dapat lebih optimal.

Data pemerintah menunjukkan tiga komoditas yang menjadi tahap awal implementasi PP 21 Tahun 2026 memiliki nilai ekspor mencapai USD66,13 miliar pada 2025 atau sekitar 23,4 persen dari total ekspor nasional. Nilai tersebut terdiri atas ekspor batu bara sebesar USD24,48 miliar, kelapa sawit USD24,42 miliar, dan ferro alloy sebesar USD16,49 miliar.


Masa Transisi

Menko Airlangga menegaskan pemberlakuan PP 21 Tahun 2026 akan dilakukan secara bertahap. Masa transisi dimulai pada 1 Juni 2026 hingga paling lambat 1 Januari 2027 sebagai waktu penyesuaian bagi pelaku usaha dan eksportir.

Selama masa transisi, kegiatan ekspor tetap dapat dilakukan seperti biasa oleh perusahaan eksportir. Namun, eksportir diwajibkan melaporkan kegiatan ekspornya kepada PT DSI melalui sistem yang terintegrasi dengan portal CEISA 4.0 milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

Pemerintah juga akan melakukan evaluasi berkala, terutama dalam tiga bulan pertama pelaksanaan, untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan tidak mengganggu arus perdagangan maupun aktivitas ekspor nasional.

Menurut Airlangga Hartarto, pemerintah tetap menjamin kepastian usaha serta menghormati kontrak-kontrak perdagangan yang telah berjalan antara eksportir Indonesia dan mitra dagang di luar negeri. Karena itu, masa transisi disiapkan agar pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk menyesuaikan proses bisnis dengan ketentuan baru. 

“Pemerintah terus menjaga dan menjamin transisi berjalan dengan lancar, terukur, dan iklim usaha tetap terjaga,” kata Menko Airlangga.

Melalui pemberlakuan PP 21 Tahun 2026, pemerintah berharap pengelolaan devisa hasil ekspor dan tata kelola perdagangan sumber daya alam strategis dapat semakin kuat sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional serta mendukung kemakmuran rakyat secara berkelanjutan.

Air Berkah Umbul Jumprit Lengkapi Rangkaian Waisak 2570 BE Menuju Borobudur

Iki Radio - Rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) Tahun 2026 memasuki tahap penting dengan pelaksanaan ritual pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit, Desa Jumprit, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2026).

Prosesi yang berlangsung sehari sebelum puncak perayaan Waisak di kawasan Candi Borobudur itu diikuti puluhan bhikkhu dan ratusan umat Buddha dari berbagai majelis. Ritual pengambilan air suci dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung khidmat di kompleks mata air yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Waisak nasional.

Pengambilan Air Berkah menjadi salah satu simbol penyucian diri dalam ajaran Buddha sekaligus melengkapi rangkaian Waisak setelah sehari sebelumnya dilaksanakan pengambilan Api Dharma di Mrapen, Kabupaten Grobogan.

Dalam prosesi tersebut, para bhikkhu secara bergantian menuju sumber mata air Umbul Jumprit yang berada sekitar 25 meter dari altar utama. Dengan membawa kendi, mereka mengambil air dari mata air alami sambil melantunkan doa-doa suci.

Air yang telah ditampung kemudian dibawa kembali ke altar untuk didoakan bersama para bhikkhu dan umat Buddha sebelum diberangkatkan menuju Candi Mendut, Kabupaten Magelang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Muhammad Soleh Mubin, mengatakan momentum Waisak menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian antarumat beragama di Indonesia.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga melalui pengamalan nilai-nilai agama secara konsisten dan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa kedamaian akan tercipta apabila setiap pemeluk agama menjalankan ajaran keyakinannya dengan baik serta menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kalau kedamaian itu tercipta dari masing-masing penganut agama yang semuanya ada di Indonesia, maka kejayaan dan harga diri bangsa Indonesia akan menjadi cahaya yang menerangi kita semua,” ujar Soleh Mubin.

Muhammad Soleh juga menjelaskan makna simbolis penyalaan lilin panca warna dalam rangkaian Waisak yang mencerminkan semangat pengorbanan dan pengabdian untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ajaran agama dapat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan yang harmonis, damai, dan berkeadaban.

Sementara itu, Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Harsono, mengatakan pengambilan Air Berkah merupakan bagian integral dari persiapan puncak Tri Suci Waisak 2570 BE yang akan dipusatkan di kawasan Candi Borobudur.

Sebanyak 22 kendi Air Berkah disiapkan untuk dibawa ke Candi Mendut sebelum selanjutnya digunakan dalam prosesi sakral bersama Api Dharma, kitab suci, dan simbol-simbol keagamaan lainnya.

“Air Berkah ini akan disakralkan terlebih dahulu di Candi Mendut dan besok bersama Api Dharma serta kitab suci akan menjadi bagian dari prosesi puncak Waisak,” kata Tanto.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Waisak tahun ini berjalan lancar serta mampu memperkuat semangat kebajikan, kasih sayang, dan kedamaian sebagaimana diajarkan Sang Buddha.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam dari Temanggung, rombongan pembawa Air Berkah tiba di Candi Mendut, Kabupaten Magelang.

Setibanya di lokasi, Air Berkah langsung diterima oleh para Bhikkhu Sangha, panitia nasional Waisak, tokoh agama Buddha, serta Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Kementerian Agama, Nyoman Suriadarma.

Selanjutnya, air suci tersebut disakralkan melalui pembacaan paritta suci sebelum menjadi bagian dari prosesi puncak Tri Suci Waisak 2570 BE yang akan berlangsung di kawasan Candi Borobudur.

Perayaan Waisak tahun ini mengusung semangat penguatan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan perdamaian, sekaligus menjadi momentum refleksi bagi umat Buddha untuk mengimplementasikan ajaran Buddha dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Hari Pancasila, BPIP Angkat Semangat Persatuan Bangsa dan Perdamaian Dunia

Iki Radio - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar konferensi pers persiapan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Gedung BPIP, Jakarta, Jumat (29/5/2026). Konferensi pers tersebut dihadiri seluruh jajaran pimpinan di lingkungan BPIP.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar konferensi pers persiapan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Gedung BPIP, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan secara teknis bahwa persiapan peringatan Hari Lahir Pancasila yang akan digelar pada 1 Juni 2026 sudah disiapkan secara matang. Dirinya juga mengingatkan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki makna yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Momen peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud komitmen kita bersama bahwa Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujarnya.

Pada tahun ini, peringatan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. 

Tema ini menjadi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia. Peringatan bersejarah ini juga akan menggunakan logo resmi lambang negara, Garuda Pancasila.

Guna memastikan kelancaran dan ketertiban pelaksanaan peringatan secara nasional, telah diterbitkan Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Surat edaran ini menjadi panduan pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila bagi lembaga negara, kementerian, TNI/Polri, pemerintah daerah, hingga instansi pendidikan.

“Kami mengajak kepada seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, sampai tingkat desa untuk menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara serentak,” imbaunya.

Puncak Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di tingkat pusat akan dilaksanakan secara luring pada hari Senin, tanggal 1 Juni 2026, tepat pukul 10.00 WIB, bertempat di lapangan Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan hadir langsung dan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Selain itu, akan hadir juga Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, jajaran Kabinet Merah Putih, mantan Presiden dan Wakil Presiden RI, serta para tokoh nasional.

Dalam pelaksanaannya yang mengedepankan sinergi kebangsaan, susunan perangkat upacara akan diisi oleh para pimpinan lembaga negara. Ketua MPR akan bertugas membacakan teks Pancasila, Ketua DPD akan membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah akan bertugas memimpin pembacaan doa.

Adapun peserta dan perangkat pendukung upacara juga telah dipersiapkan dengan matang. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara terpusat akan menggunakan "Formasi Pancasila". Formasi istimewa ini terdiri atas lima kelompok yang mencerminkan kelima sila pada Pancasila.

Sementara itu, untuk menjaga keseragaman dan kekhidmatan, para tamu undangan pria diwajibkan mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL), tamu undangan wanita mengenakan Pakaian Nasional, dan anggota TNI/Polri mengenakan Pakaian Dinas Upacara III (PDU III).

Menutup paparannya, Yudian Wahyudi mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para pemuda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology, yaitu nilai-nilai yang terus hidup dan dihayati oleh masyarakat luas.

"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan terus hidup," pungkasnya.

40 Balita Terdampak Banjir di Gorontalo Utara, Dinkes Lakukan Intervensi

Iki Radio - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, Sri Fenty N. Sagaf, mengtakan  sejumlah 40 balita korban banjir di Kecamatan Biau teridentifikasi mengalami masalah gizi sehingga memerlukan intervensi pangan dan pemantauan klinis secara ketat.

Kepala Dinas Anang S. Otoluwa, memimpin Briefing Klaster Pelayanan Kesehatan yang terdampak Banjir di Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara. 

“Tim kami dari puskesmas saat ini telah memetakan sebaran balita tersebut untuk mendistribusikan Makanan Pendamping ASI serta pemenuhan kebutuhan susu formula khusus,” tutur Sri Fenty di lokasi bencana, Kamis (28/5/2026).

Untuk memastikan pelayanan medis menjangkau seluruh warga secara merata, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara merilis peta distribusi tim medis pasca bencana dengan skema yang melibatkan bantuan personel dari berbagai puskesmas lintas kecamatan guna menyokong wilayah Kecamatan Biau.

Berdasarkan ringkasan penugasan di lapangan, sebaran posko kesehatan terdiri atas Tim Mobile Dinkes Gorut yang bergerak menyisir seluruh wilayah terdampak; Pos Kesehatan Desa Didingga di bawah Puskesmas Buloila; Pos Kesehatan Desa Bualo di bawah Puskesmas Sumalata; Pos Kesehatan Desa Omutu di bawah Puskesmas Tolinggula; Pos Kesehatan Desa Biau di bawah Puskesmas Limbato; serta Pos Kesehatan Desa Luhuto di bawah pelayanan RSTM.

“Kami bergerak cepat membagi tim medis dan logistik melalui pos-pos kesehatan ini, demi memastikan bantuan bisa menyentuh seluruh korban, khususnya kelompok rentan,” ujar Sri Fenty.

Sri Fenty menegaskan, seluruh kebutuhan dasar medis, dan pangan masyarakat akan dikawal ketat lewat posko yang ada agar kondisi lingkungan pasca banjir tidak menurunkan  kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, yang hadir langsung di lokasi banjir, menyatakan dukungan penuh dari jajaran pemerintah provinsi terhadap posko komando kesehatan berjejaring yang diterapkan oleh pemerintah kabupaten.

“Tentunya apresiasi tinggi kepada seluruh nakes dari berbagai puskesmas yang tetap mengutamakan tugas kemanusiaan di tengah libur lebaran ini. Menempatkan posko di tiap desa terdampak adalah langkah mitigasi yang sangat tepat,” ungkap Anang.

Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Biau, Selasa (26/5/2026), sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, yang mengakibatkan 238 balita terdampak langsung serta menempatkan kelompok rentan pada risiko tinggi penularan penyakit berbasis lingkungan akibat genangan air dan lumpur.

Puluhan Tenaga Kesehatan, organisasi profesi kesehatan, dan personel Puskesmas di Kabupaten Gorontalo Utara diterjunkan langsung ke lokasi bencana banjir di Kecamatan Biau pada Kamis (28/5/2026), dengan aksi tanggap darurat yang tetap berjalan masif meskipun bertepatan dengan suasana libur nasional Hari Raya Iduladha 1447 H. 

Menkeu Purbaya Kurban Sapi Jenis Crossing Simental Berbobot 868 Kilogram

Iki Radio - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melaksanakan ibadah salat Iduladha 1447 Hijriah bersama jajaran pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan masyarakat sekitar di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Momentum Iduladha tahun ini dimaknai Menkeu Purbaya sebagai pengingat pentingnya nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam menjalankan amanah menjaga keuangan negara.

Seusai pelaksanaan salat Eid, Menkeu Purbaya secara simbolis menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi kepada panitia kurban Masjid Salahuddin DJP untuk disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak.

Sapi yang diserahkan Menkeu Purbaya adalah jenis Crossing Simental dengan berat 868 kg dan berusia kurang lebih sekitar 3 tahun.

"Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan dan keadilan sosial. Hewan kurban yang kita salurkan hari ini adalah simbol dari komitmen kita untuk saling berbagi, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar Menkeu.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu Purbaya juga menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran pegawai Kementerian Keuangan. Beliau menekankan bahwa semangat berkurban memiliki korelasi erat dengan tugas mereka sebagai punggawa keuangan negara yakni mengasah kepekaan sosial agar APBN yang dikelola senantiasa diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat luas, khususnya kelompok rentan.

Dari data yang diperoleh panitia qurban Kemenkeu Pusat, Kemenkeu pada tahun ini menyalurkan sebanyak 486 hewan kurban yang terdiri dari 262 sapi dan 224 kambing yang dihimpun dari partisipasi mandiri sebanyak 1.790 pegawai di berbagai unit eselon I di seluruh Indonesia.

Untuk pendistribusian daging kurban dipastikan akan dilakukan secara tepat sasaran, bekerja sama dengan lembaga amil zakat resmi dan pengurus masjid setempat, dengan memprioritaskan warga di sekitar kantor Kemenkeu serta masyarakat prasejahtera.

"Semoga ibadah kurban kita tahun ini diterima oleh Allah SWT, dan menjadi berkah serta penyemangat bagi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia," tutup Menkeu Purbaya.

close
Pasang Iklan Disini