Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

RSUD Caruban Bersiap Bila Ada Temuan Kasus Super Flu Di Madiun

Iki Radio - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban Kabupaten Madiun, menyampaikan kesiapannya bila sewaktu waktu ditemukan kasus super flu, atau Influenza A (H3N2 subclade K) di wilayah Kabupaten Madiun.

drg. Farid Amirudin, Direktur RSUD Caruban Kab. Madiun

Kesiapan itu dilakukan, meskipun hingga kini belum ada edaran atau surat resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

"Surat atau edaran dari kementerian terkait munculnya Super Flu belum terima. Tapi kita tetap siapkan," ujar Ditektur RSUD Caruban, drg. Farid Amirudin, Senin (5/1/2026).

Dikatakan sebagai institusi layanan kesehatan, RSUD Caruban telah memiliki berbagai fasilitas bilamana nanti ada temuan kasus super flu.

"Kita ada ruang isolasi bila memang nanti diperlukan. Tentu petugas juga telah siap," lanjutnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, dikonfirmasi melalui aplikasi whatsapp, Sabtu (3/1/2026) memastikan kasus super flu atau Influenza A (H3N2 subclade K) di wilayah Kabupaten Madiun belum ada temuan.

"Belum ada," jawabnya singkat.

Dilansir dari laman Kemenkes RI, Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai sebagai super flu bukanlah virus baru dan tidak bersifat mematikan seperti Covid-19 maupun tuberkulosis (TBC).

Masyarakat tidak perlu panik berlebihan, meski tetap harus waspada dan menjaga kesehatan. 

Virus influenza H3N2 sudah lama beredar dan memiliki karakteristik seperti flu musiman pada umumnya. Penyakit ini bisa menyerang seseorang lebih dari sekali, terutama ketika daya tahan tubuh menurun.(iw/IR)

Kemenkes Pastikan Influenza A(H3N2) Subclade K tidak Lebih Parah, Situasi Nasional Terkendali

Iki Radio - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

Ilustrasi (foto : Kemenkes RI)

Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.

Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar Prima, Jumat (2/1/2026).

Lanjutnya, dikawasan Asia, subclade K telah dilaporkan di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025. Meskipun influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus influenza di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Di Indonesia, hasil surveilans juga menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan. Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya.

Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.

Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi influenza sesuai dinamika yang ada.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian. Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu.

"Menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari," kata Prima.

IHT RSI Siti Aisyah Madiun, Ingatkan Hidrasi Anak Saat Demam

Iki Radio - Demam bukan hanya peningkatan suhu tubuh semata, tetapi juga memicu peningkatan metabolisme yang menyebabkan penguapan cairan tubuh lebih cepat.



Kondisi ini, apabila tidak ditangani dengan tepat, berpotensi menimbulkan dehidrasi yang dapat memperburuk keadaan pasien anak.

Demikian disampaikan dr. Medy Romadhan, Sp.A, Subsp. Neo.(K), Dokter Spesialis Anak sekaligus Subspesialis Neonatologi RSI Siti Aisyah Madiun, saat menyampaikan paparan komprehensif mengenai dampak demam terhadap keseimbangan cairan tubuh anak, di Gedung Ahmad Dahlan Lantai 4 RSI Siti Aisyah Madiun, Rabu (24/12/2025).

“Demam meningkatkan metabolisme tubuh sehingga cairan lebih cepat hilang melalui keringat dan pernapasan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan cairan menjadi hal yang sangat penting," terang Medy.

Dalam hal ini, lanjutnya, perawat perlu memahami jenis cairan yang tepat serta cara pemberiannya agar dapat mendampingi dan mengedukasi orang tua pasien secara optimal.

Pada kegiatan In-House Training (IHT) bagi tenaga keperawatan yang dikemas dalam Medical Healthtalk bertema “Hidrasi Anak Pada Saat Demam” ini Medy menekankan edukasi kepada orang tua menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan anak. 

"Terutama terkait tanda-tanda dehidrasi dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di rumah," tambahnya.

Dijelaskan larutan elektrolit memiliki keunggulan dibandingkan air biasa dalam kondisi tertentu, karena mampu membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang secara lebih efektif.

Sementara kegiatan In-House Training (IHT) ini merupakan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun.

IHT ini diikuti oleh perwakilan bagian pendaftaran serta perwakilan perawat dari seluruh unit pelayanan di RSI Siti Aisyah Madiun.

Harapannya, melalui pelatihan berkelanjutan ini, kualitas pelayanan medis, khususnya di instalasi kesehatan anak, dapat terus meningkat.(*)

Sumber : pwmu.co

Investasi Kulit Ala Mikha Tambayong, Tak Cuma Dari Produk Skincare

Iki Radio - Belakangan ini, istilah “skinvestment” alias “skin and investment” makin sering dipakai di tengah mulai meleknya masyarakat akan pentingnya perawatan kulit, terutama di area wajah.

Skinvestment adalah investasi dalam perawatan kulit untuk jangka panjang. Menurut aktris Mikha Tambayong, skinvestment sangat penting dilakukan sejak dini.

“Kulit harus ada investasinya. Karena, siapa lagi yang akan merawat kulit kita kecuali kita sendiri? Dari usia yang mudah sudah harus sadar akan perawatan kulit agar kondisi kulit bisa tetap terjaga,” ucap dia dalam acara peluncuran seri Clear White Supreme dari Ultima II di Jakarta Selatan, Minggu (7/12/2025).

Skinvestment untuk mencegah penuaan dini

Mikha menuturkan, skinvestment yang paling mudah dilakukan adalah perawatan kulit yang dapat membantu mencegah, memperlambat, atau setidaknya mengurangi tanda-tanda penuaan.

“Dulu palingan mulai usia 40 tahun ke atas, kalau sekarang enggak. Sekarang, dari usia muda sudah harus sadar dengan perawatan kulit agar bisa tetap terjaga produksi kolagennya,” kata Mikha.Skinvestment untuk mencegah penuaan dini

Mikha menuturkan, skinvestment yang paling mudah dilakukan adalah perawatan kulit yang dapat membantu mencegah, memperlambat, atau setidaknya mengurangi tanda-tanda penuaan.

“Dulu palingan mulai usia 40 tahun ke atas, kalau sekarang enggak. Sekarang, dari usia muda sudah harus sadar dengan perawatan kulit agar bisa tetap terjaga produksi kolagennya,” kata Mikha.

Produksi kolagen memang bisa berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, perawatan kulit setidaknya bisa menjaga agar penurunannya tidak terjadi secara drastis.

Jangan cuma mengandalkan produk

Menurut aktris yang berperan sebagai Kenes di film “Abadi Nan Jaya” ini, satu hal penting yang sering dilupakan untuk mendapatkan hasil kulit yang bagus adalah kesehatan fisik.

“Kita harus merasa baik dari dalam diri kita. Supaya hasilnya (skinvestment) juga akan terlihat bagus, caranya dengan menjaga diri dari dalam,” kata dia.

Menjaga kesehatan fisik bisa dengan memerhatikan apapun yang dikonsumsi, baik dari segi porsi maupun nutrisi, rutin berolahraga, serta menerapkan pola hidup sehat yang mencakup tidur yang cukup.

“Kalau kita sudah sehat, kepercayaan diri juga keluar sendiri karena kita senang lihat kulit kita, tubuh kita. Semua dimulai dari kesadaran diri sendiri. Harus seimbang semua,” terang Mikha.

Puncak Peringatan HKN Ke 61, Dinkes Madiun Tandai Dengan Senam Bersama dan Jalan Santai

Iki Radio - Serangkaian kegiatan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61 tahun 2025.


Setelah kegiatan apel dalam rangka HKN ke 61, yang dilaksanakan pada 12 Nopvember 2025 lalu, dan pemeriksaan kesehatan gratis serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan sembako di 14 desa wilayah Kecamatan Wungu pada 30 November 2025, Dinkes Kabupaten Madiun menggelar senam bersama dan jalan santai, yang dipusatkan di Lapangan Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Minggu (7/12/2025). 

“Peserta kegiatan ini selain melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, RSUD, Puskesmas, organisasi profesi dan klinik di wilayah Kabupaten Madiun, juga melibatkan masyarakat umum,” ujar Heri Setyana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

Diawali dengan senam bersama, ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat tampak memeluhi lapangan tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut. Dilanjutkan dengan jalan santai dengan rute sekitar desa Kaibon.

Dalam peringatan HKN Ke 61 tahun 2025 ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.

“Mudah mudahan dengan kita memperingati HKN, kita semua menjadi sehat, lahir dan batin, jangan lupa tetap guyub rukun,” kata Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Mas Hari Wur –sapaan Bupati Madiun – menegaskan bahwa masalah kesehatan menjadi tanggungjawab bersama yang harus mendapat perhatian. Masyarakat diminta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang diselenggarakan Dinkes Kabupaten Madiun.

“Kabupaten Madiun siap melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada seluruh masyarakat Kabupaten Madiun. Silakan hadir dipuskesmas mudah mudahan kesehatan kjita tetap terjaga,” tegasnya.

Penampilan seni pencak silat, hingga berbagai doorprice yang disediakan, menambah suasana kegiatan senam bersama dan jalan santai semakin meriah.

 “Kami berharap seluruh masyarakat Kabupaten Madiun tetep guyub rukun. Mudah mudahan kita bisa bahagia semua,” pungkas Mas Hari Wur.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan penghargaan bagi puskesmas terbaik di Kabupaten Madiun, yang diraih oleh Puskesmas Saradan sebagai juara 1. Sedangkan juara 2 diraih Puskesmas Balerejo, dan Juara 3 diraih Puskesmas Sumbersari.

Selain itu juga diberikan apresiasi bagi kader posyandu berprestasi, serta penyerahan alat skrining Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HG).(iw/IR)

 

 

Hingga November 2025, Dinkes Madiun Mencatat 1.810 Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun

Iki Radio - Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat, hingga November 2025, terdapat 1.810 kasus HIV / AIDS di Kabupaten Madiun. Rinciannya 294 kasus HIV dan 1.516 kasus AIDS.

Masih banyaknya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun ini, mendorong Pemkab Madiun terus berupaya menekan jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun.

"AIDS ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, semua harus terlibat. Banyak penderita HIV/AIDS merasa malu dan menjauh dari lingkungan. Kondisi seperti ini justru menghambat penanganan," ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat peringatan Hari AIDS Sedunia di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Senin (1/12/2025).

Bupati meminta agar pemerintah desa juga memantau kondisi kesehatan warganya. Apalagi yang terlihat memiliki gejala penyakit menular.

“Jika ada gejala, jangan menutup diri. Periksa dan obati. Penyakit menular seperti TBC dan HIV bisa diatasi. Setelah diobati, penularannya menurun drastis," lanjutnya.

Kata Hari Wuryanto, dengan segera memeriksakan penyakit yang dialami, maka akan segera diketahui dan menentukan langkah pengobatan dan pencegahan agar tidak sampai menular lebih luas.

"Kami yakin semua penyakit ada obatnya. Asal masyarakat terbuka, pemerintah bisa bergerak cepat mengatasinya," tegasnya.

Sementara dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia 1 Desember 2025, mengambil tema “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV".

Pemkab Madiun menggelar berbagai layanan, mulai pemeriksaan kesehatan, layanan administrasi kependudukan, hingga potong rambut gratis.(iw/IR)

Turunkan Kasus Stunting, Pemprov Jatim Salurkan PMT Bagi 200 Balita di Madiun

Iki Radio - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, melalui Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur (BAKORWIL I) di Madiun, menyalurkan paket bantuan dalam program kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita di Kabupaten Madiun.


Bertempat di pendopo Kantor Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, bantuan 200 paket PMT tersebut diserahkan langsung Kepala Bakorwil I Madiun, Heru Wahono Santoso, bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi, Senin (24/11/2025).


Dalam sambutannya, Kepala Bakorwil I Madiun menyampaikan kegiatan pemberian makanan tambahan bergizi untuk balita di Posyandu ini dilaksanakan Bakorwil I Madiun pada enam Kabupaten.  Dan di Kabupaten Madiun ini adalah pelaksanaan hari ketiga.


"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata, komitmen kita semua untuk mendukung program percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi balita di Jawa Timur, khususnya wilayah Bakorwil I Madiun," katanya.


Dijelaskan, stunting itu bukan hanya persoalan tinggi badan, namun lebih dari itu, yakni masalah kualitas SDM dimasa yang akan datang. Sehingga pemenuhan gizi bagi anak usia balita menjadi investasi berharga bagi masa depan bangsa.


Adapun paket bantuan PMT yang diberikan meliputi beras, gula merah, kacang hijau, abon ayam, telur ayam kampung, dan margarin. Paket PMT ini untuk pemenuhan gizi, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pola makan bergizi. Perilaku hidup bersih dan sehat serta pentingnya memantau perkembangan anak melalui posyandu.


"Sebagai kepanjangan tangan Gubernur, kami bertanggungjawab memastikan setiap program pemerintah provinsi atau pusat berjalan efektif di daerah. Sehingga kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemprov Jatim, Pemkab Madiun, tenaga kesehatan serta masyatakat," lanjutnya.


Atas nama Pemprov Jatim, Kepala Bakorwil I Madiun, memberikan apresiasi seluruh pihak dalam acara tersebut.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr Heri Setyana menyampaikan bahwa kegiatan kolaboratif ini merupakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya peningkatan gizi anak dan percepatan penurunan stunting.


Sedangkan penerima bantuan program PMT bergizi adalah balita dengan masalah gizi yang tersebar di wilayah Puskesmas Sumbersari.



Sementara itu Bupati Madiun, Hari Wuryanto menyampaikan sejauh ini Pemkab Madiun telah berupaya dalam penurunan kasus stunting di wilayah Kabupaten Madiun. 


Salah satunya dengan pelaksanaan bulan timbang untuk mengetahui perkembangan balita, sehingga lebih mudah mengetahui kasus stunting di Kabupaten Madiun.


"Saat ini stunting Kabupaten Madiun berada pada angka 5,28%, hasil bulan timbang Oktober dengan tingkat kehadiran di atas 95%,” kata Bupati.


Kata Bupati, keberhasilan penurunan stunting merupakan kerja bersama melalui berbagai langkah strategis, di antaranya penyediaan tim pendampingan masyarakat, penimbangan serentak 6 bulan sekali, pemanfaatan alat antropometri berstandar di seluruh Posyandu, pemberian PMT berbasis pangan lokal, intervensi gizi pada remaja putri melalui tablet tambah darah, edukasi dan pendampingan calon pengantin.


"Mudah-mudahan ini menjadi langkah yang luar biasa bagi kita semua dan InsyaAllah akan memberikan dampak menurunkan angka stunting, khususnya di Kecamatan Saradan," pungkasnya.


Dalam kegiatan ini juga dihadiri Komisi B DPRD Kabupaten Madiun, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Forkopimda, Kepala OPD, Camat Saradan, Kepala Puskesmas Sumbersari, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa se-wilayah Saradan, serta kader Posyandu dan orang tua balita penerima manfaat.


Setelah di Kabupaten Madiun, kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan Bakorwil I Madiun di wilayah Kabupaten Magetan.(iw/IR)

close
Pasang Iklan Disini