Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: Semangat HKN ke-61 Dorong Akselerasi Transformasi Kesehatan

Iki Radio - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa 84 juta anak Indonesia hari ini adalah generasi yang akan mencapai usia produktif pada 2045, tepat satu abad Indonesia merdeka. Dua dekade ke depan akan menjadi masa penentu untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat, tangguh, dan unggul.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan terbaik dalam pelayanan kesehatan. (Foto: Kemenkes)

“Kualitas kesehatan hari ini akan menentukan peradaban bangsa di masa depan,” tegas Menkes dalam Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Peringatan HKN tahun ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, yang menjadi seruan kolektif untuk mengubah paradigma dari sekadar mengobati orang sakit menjadi menjaga agar masyarakat tetap sehat. Empat tahun terakhir, Indonesia menapaki Transformasi Kesehatan Nasional sebagai fondasi menuju masa depan yang lebih kuat dan merata.

Menkes mengatakan, dalam kurun satu tahun, tiga program Quick Win Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan telah menunjukkan hasil signifikan. Lebih dari 52 juta penduduk mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular. Program ini juga berdampak pada peningkatan cakupan skrining tuberkulosis, yang kini telah menjangkau lebih dari 20 juta orang.

Sejalan dengan upaya pencegahan tersebut, pembangunan rumah sakit di berbagai daerah terus dipercepat. Pada 2025, 32 dari 66 rumah sakit daerah tipe D akan ditingkatkan menjadi tipe C, untuk memastikan kualitas layanan kesehatan yang merata dan mudah diakses seluruh masyarakat.  “Transformasi kesehatan harus digerakkan untuk menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau,” tutur Menkes.

Enam Pilar Transformasi Kesehatan Bergerak Nyata

Menkes menjabarkan, enam pilar Transformasi Kesehatan Indonesia kini telah menunjukkan capaian konkret hasil kolaborasi lintas sektor:

1. Transformasi Layanan Primer.

Sebanyak 8.349 puskesmas telah mengintegrasikan layanan primer. Untuk pertama kalinya, prevalensi stunting balita turun di bawah 20 persen, yakni 19,8 persen. Lebih dari 324 ribu kader kesehatan di posyandu telah dilatih dengan 25 keterampilan dasar. Sistem surveilans penyakit kini lebih cepat dan terintegrasi di seluruh provinsi serta 514 kabupaten/kota.

2. Transformasi Layanan Rujukan.

Pengampuan penyakit prioritas seperti kanker, jantung, stroke, ginjal, dan ibu-anak terus diperkuat. Kini, 29 provinsi sudah mampu melakukan operasi bedah jantung terbuka, 29 provinsi dapat melakukan clipping aneurisma, dan 8 provinsi mampu melaksanakan bypass otak.

3. Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan.

Produksi dalam negeri menunjukkan lompatan besar: 10 dari 14 antigen vaksin imunisasi rutin telah diproduksi di Indonesia; jumlah produsen vaksin meningkat dari 1 menjadi 4 perusahaan. Selain itu, 10 bahan baku obat utama dan 9 dari 10 alat kesehatan berbelanja terbesar kini juga telah mampu diproduksi di dalam negeri.

4. Transformasi Pembiayaan Kesehatan.

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini mencakup 268 juta penduduk atau hampir seluruh warga Indonesia. Sekitar 36 persen dari belanja kesehatan nasional kini ditanggung oleh asuransi kesehatan, melindungi masyarakat dari risiko finansial akibat penyakit.

5. Transformasi SDM Kesehatan.

Sebanyak 61 persen puskesmas sudah memiliki tenaga kesehatan sesuai standar, dan 74 persen RSUD dilengkapi 7 dokter spesialis dasar. Pemerintah juga memperluas beasiswa tenaga medis, membuka 500 rumah sakit pendidikan utama, serta mengirim lebih dari 100 dokter Indonesia belajar ke luar negeri dalam bidang stroke, jantung, dan kanker.

6. Transformasi Teknologi Kesehatan.

Aplikasi SATUSEHAT Mobile, hasil pengembangan dari PeduliLindungi, kini terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis. Lebih dari 10.000 puskesmas, 15.000 klinik, 3.200 rumah sakit, dan ribuan apotek telah tersambung ke sistem digital nasional. Melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) dan analisis data genomik, Kemenkes mengembangkan layanan kedokteran presisi guna mendeteksi risiko genetik penyakit seperti kanker, diabetes, dan kolesterol.

Selain aspek pelayanan dan teknologi, transformasi kesehatan juga menyentuh perubahan budaya kerja birokrasi. Menkes mengajak seluruh jajaran Kemenkes dan pemerintah daerah untuk bekerja dengan integritas, transparansi, dan semangat melayani.  “Kita butuh birokrasi yang jujur, akuntabel, dan melayani dengan hati. Transformasi kesehatan tidak hanya tentang teknologi, tapi juga perubahan budaya dan pola pikir,” ujar Menkes.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, dan kader kesehatan di seluruh pelosok negeri.

Mereka dinilai sebagai penjaga nyawa dan penegak martabat bangsa yang berperan besar dalam mewujudkan masyarakat sehat.  “Perjalanan menuju Indonesia Sehat adalah perjalanan panjang dan penuh harapan. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Dari individu yang sehat akan lahir bangsa yang kuat,” pesan Menkes.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 merupakan momentum refleksi dan ajakan nasional untuk melanjutkan agenda besar Transformasi Kesehatan Indonesia. Dengan semangat “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” seluruh komponen bangsa diajak meneguhkan komitmen mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Wabup Madiun : Kesehatan Merupakan Investasi Terbesar Suatu Bangsa

Iki Radio - Kesehatan menjadi salah satu investasi terbesar bangsa, utamanya bagi generasi penerus yang nantinya akan melanjutkan perjalanan bangsa.

Pelepasan balon ke udara oleh Wakil Bupati Madiun, menandai peringatan HKN ke 61 di Kabupaten Madiun, Rabu (12/11/2025)

Demikian disampaikan Wakil Bupati Madiun, dr Purnomo Hadi, saat memimpin apel peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61, di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Rabu (12/11/2025).


Dalam membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, saat apel HKN ke 61, dr. Pur -sapaan Wakil Bupati Madiun- menegaskan, pentingnya menciptakan generasi penerus yang sehat, karena generasi muda itu adalah menjadi penggerak perjuangan bangsa.


“Investasi terbesar suatu bangsa adalah pada kesehatan generasinya, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus dan penggerak Indonesia di masa depan,”kata dr Pur.


Menurut Wabup Madiun yang sangat berpengalaman di bidang kesehatan, bahwa kesehatan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Sehingga tidak salah bila menempatkan kesehatan sebagai faktor utama dalam membentuk generasi unggul dan berdaya saing. 


“Dengan generasi yang sehat, penuh semangat, dan memiliki mental berjuang, insyaallah Indonesia Emas 2045 akan tercapai,” lanjutnya.


Lebih lanjut, dalam apel yang dihadiri seluruh unsur kesehatan daerah, diantaranya kepala puskesmas, direktur rumah sakit, organisasi profesi tenaga medis, hingga stakeholder bidang kesehatan, dr Pur mengajak seluruh elemen, utamanya tenaga kesehatan di Kabupaten Madiun, untuk bisa bersama sama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


“Kita adalah abdi negara dan pelayan masyarakat. Di Hari Kesehatan Nasional ini, mari kita satukan tekad memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Madiun,” tambahnya.


Sementara dalam peringatan HKN 2025 mengusung tema "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat".(iw/IR)

HKN 61, PDGI Jatim Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Iki Radio - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61 tahun 2025 ini, menjadi satu momentum untuk terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sesuai tema HKN ke 61, "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat" merupakan salah satu langkah yang dilakukan mempersiapkan generasi masa depan. Salah satunya dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut. 

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) wilayah Jawa Timur, drg. Farid Amirudin M.Kes mengingatkan, menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat penting.

Hal ini karena mulut adalah gerbang utama tubuh dan berhubungan langsung dengan kesehatan menyeluruh, mencegah masalah seperti gigi berlubang dan penyakit gusi, serta meningkatkan kepercayaan diri.

"Kebersihan yang baik juga dapat mencegah penyakit serius seperti penyakit jantung dan diabetes, serta memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan," katanya.

Menjaga kebersihan gigi dan mulut memiliki banyak manfaat.

1. Mencegah masalah gigi dan mulut: Menjaga kebersihan gigi dapat mencegah berbagai masalah seperti gigi berlubang, karang gigi, bau mulut (halitosis), dan radang gusi (gingivitis). 

2. Mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan: Mulut yang sehat mendukung sistem pencernaan yang baik. Selain itu, infeksi pada mulut yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan infeksi paru-paru. 

3. Meningkatkan kualitas hidup: Mulut yang sehat membantu dalam mengunyah makanan, berbicara, dan memberikan rasa percaya diri untuk beraktivitas. Pada lansia, menjaga kesehatan mulut dapat mencegah masalah psikologis seperti malu, kesulitan makan, dan isolasi sosial akibat hilangnya gigi.

4. Mencegah penularan penyakit: Mulut yang tidak terawat bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak dengan mudah dan menyebar ke bagian tubuh lain.

Adapun cara menjaga kebersihan gigi dan mulut yakni dengan sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, dengan cara yang benar. Gerakan sikat dari atas ke bawah untuk gigi atas dan bawah ke atas untuk gigi bawah, sikat di perbatasan antara gigi dan gusi, serta gosok seluruh permukaan gigi, gusi, dan lidah. 

Gunakan pasta gigi seukuran biji kacang tanah. Hindari merokok untuk mencegah bau mulut, perubahan warna gigi, penumpukan plak, dan risiko kanker mulut. 

Periksakan gigi secara rutin ke dokter gigi untuk perawatan preventif dan profesional. 

"Dengan HKN ke 61 Tahun 2025 ini, mari kita tanamkan kepedulian untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan diri dan lingkungan," imbuhnya.(adv/iw/IR)

Jenis Olahraga Sederhana Membantu Tubuh Tetap Segar dan Bugar

Iki Radio - Olahraga merupakan bagian paling penting dalam hidup, kita dianjurkan setidaknya 30 menit melakukan aktivitas fisik demi menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Mengutip dari laman Honestdocs, olahraga juga bisa membantu untuk mencegah penyakit, menambah stamina, mengontrol berat badan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup.

Banyak jenis olahraga yang bisa kita lakukan, mulai dari yang berat hingga sederhana. Tapi alih-alih langsung mencoba yang besar, kita bisa memulai dari hal-hal kecil.

Melansir dari laman News Reports berikut 7 jenis olahraga sederhana yang membantu tubuh tetap segar dan bugar, di antaranya adalah :

Yoga untuk fleksibilitas dan kekuatan

Yoga bukan hanya tentang membuat tubuh berpose seperti pretzel. Ini tentang mengintegrasikan pikiran, tubuh, dan napas. Di sini kamu akan menemukan keseimbangan, baik secara harfiah maupun kiasan.

Yoga sangat baik untuk membangun kekuatan, meningkatkan fleksibilitas, dan meningkatkan keseimbangan. Ditambah lagi karena kemampuannya untuk mengurangi stres dan kecemasan.

Menari untuk bersenang-senang dan kebugaran

Menari bukan hanya cara yang menyenangkan untuk melepaskan dan mengekspresikan diri, tetapi juga merupakan latihan sederhana yang sangat baik. Ini meningkatkan detak jantung, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, serta melatih semua otot.

Ingat bahwa tujuannya bukan untuk menjadi sensasi tarian TikTok, tapi menjaga tubuh agar tetap bugar, fleksibel, dan merasa awet muda.

Jalan kaki ringan

Tidak semua dari kita cocok untuk latihan intensitas tinggi yang memicu banyak keringat. Berjalan adalah latihan berdampak rendah yang dapat dilakukan hampir di mana saja dan kapan saja.

Ini sangat cocok untuk mereka yang takut memikirkan terengah-engah di gym, atau bagi mereka yang memiliki masalah sendi. Terlebih lagi, jalan kaki bisa menjadi cara yang bagus untuk menjernihkan pikiran, mengurangi stres, dan bahkan memicu kreativitas.

Latihan berat badan untuk kekuatan dan pengencangan

Latihan berat badan adalah cara yang fantastis untuk membangun kekuatan dan mengencangkan otot tanpa memerlukan peralatan apapun. Seperti halnya push-up, squat, lunges, atau plank, latihan ini menggunakan berat badan sendiri untuk memberikan ketahanan terhadap gravitasi.

Namun perlu diingat bahwa tujuannya bukan untuk melakukan 100 push-up atau memegang papan selama 5 menit berturut-turut. Mulailah di mana kamu berada dan kuncinya adalah konsisten.

Chi untuk keseimbangan dan relaksasi

Berasal dari Tiongkok kuno, Chi sering digambarkan sebagai “meditasi dalam gerakan”. Ini adalah serangkaian gerakan tubuh yang lambat dan halus untuk meningkatkan ketenangan melalui gerakan lembut dan mengalir.

Chi bukan hanya tentang mencapai zen. Ini juga merupakan latihan berdampak rendah yang bagus yang meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan otot. Selain itu juga dikenal karena kemampuannya untuk mengurangi stres dan kecemasan.

Peregangan untuk bersantai dan menghilangkan stres

Peregangan adalah cara yang bagus untuk merilekskan tubuh dan pikiran. Ini dapat membantu meredakan ketegangan otot, meningkatkan fleksibilitas, dan bahkan memperbaiki postur tubuh.Tetapi yang lebih penting, ini bisa menjadi cara yang lembut untuk menggerakkan tubuh ketika kamu tidak siap untuk sesuatu yang berat.

Gerakan penuh perhatian untuk kesejahteraan holistik

Berlatih dengan gerakan penuh perhatian dapat membantu kamu terhubung dengan tubuh pada tingkat yang lebih dalam. Ini mendorongmu untuk menghargai apa yang dapat dilakukan tubuh, daripada fokus pada seperti apa bentuknya.Percayalah, ada sesuatu yang sangat membebaskan tentang bergerak karena kegembiraan belaka

Menko PMK: TBC Bisa Disembuhkan

Iki Radio - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat gerakan nasional penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui program Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC). 

Hal tersebut disampaikan Pratikno dalam kegiatan Kick Off Kampanye TOSS TBC di kawasan Car Free Day, Jakarta, pada Minggu (9/11/2025).

Menko PMK Pratikno bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Kick Off Kampanye TOSS TBC di kawasan Car Free Day, Jakarta. (Foto: Kemenko PMK)

Menko Pratikno dalam sambutannya menegaskan bahwa TBC adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan sepenuhnya apabila pasien menjalani pengobatan dengan disiplin dan mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar.  “TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan, tapi juga menular. Dan kita di dunia masih sangat tinggi, nomor dua tertinggi di dunia setelah India. Jangan sampai kita nomor satu, kita harus segera turunkan kasus TBC ini,” ujar Pratikno.

Lanjutnya, keberhasilan eliminasi TBC sangat bergantung pada peran aktif masyarakat di tingkat akar rumput, mulai dari RT/RW hingga kelurahan, yang menjadi garda terdepan dalam menemukan dan mendampingi kasus di lapangan.

Oleh karena itu, Pratikno mengingatkan masyarakat untuk disiplin menjalani pengobatan dan melakukan skrining secara berkala di fasilitas layanan kesehatan.

“Obatnya tersedia di Puskesmas, alat skrining tersedia. Oleh karena itu isu utamanya adalah aktif melakukan skrining secara reguler yang terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, dan skrining di instansi tempat kerja, pesantren, sekolah, lapas dan lain-lain,” lanjutnya.

Ia juga turut menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap penyintas TBC agar mereka tetap bisa bersekolah, bekerja, dan berinteraksi tanpa diskriminasi.  “Jangan juga ada stigma, dikucilkan, kalau sekolah dijauhi teman-temannya, atau kalau bekerja terkena PHK. Kita memberikan perlindungan kepada penderita,” kata Menko PMK.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, ia juga mendorong seluruh kepala daerah untuk gencar mengaktifkan kembali Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota, serta menggerakkan Desa dan Kelurahan Siaga TBC sebagai bagian dari strategi nasional eliminasi TBC.  “Saya mengharapkan dukungan dari seluruh kepala daerah. Aktifkan TP2TB di semua provinsi, kabupaten, dan kota. Dan juga pemerintah sudah menggerakkan desa atau kelurahan Siaga TB,” pungkasnya.

Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di delapan provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Kampanye diikuti dengan senam bersama, edukasi kesehatan dari para penyuluh dan penyintas TBC, pemeriksaan kesehatan, serta berbagai kegiatan hiburan bagi masyarakat.

Tahun 2026 Seluruh Posyandu di Kabupaten Madiun Sudah Memenuhi 6 SPM

Iki Radio - Pada tahun 2026 mendatang, seluruh Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Madiun, ditargetkan sudah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). Sehingga layanan yang diberikan melalui Posyandu, akan lebih lengkap sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, menyelenggarakan Pembekalan Teknis Kader Posyandu 6 SPM, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (06/11/2025).

Pembekalan teknis ini dimaksudkan agar kader kader Posyandu di Kabupaten Madiun, memiliki orientasi untuk menuju ke layanan Posyandu yang telah memiliki 6 SPM.

“Karena dulunya yang diurusi Cuma kesehatan saja, ini transformasi menjadi 6 bidang layanan SPM. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, harus dilaksanakan. Karena ini wajib, instruksi dari pusat bahwa layanan 6 spm ini harus dilaksanakan,” ujar Erni Hari Wuryanto, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Kamis (06/11/2025).

Dijelaskan, Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal) adalah inovasi Posyandu yang memperluas cakupannya. Ke-enam bidang standar pelayanan dasar itu meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketentraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat (Trantib dan Linmas). Posyandu dengan 6 SPM ini bertujuan untuk menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan yang lebih komprehensif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas, tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak. 


“Saat ini belum ada yang SPM, masih dalam proses pembentukan secara kelembagaannya. Diharapkan tahun 2025 ini sudah punya register, dan 2026 sudah mulai berjalan (Posyandu 6 SPM),” terang Erni.

Saat ini, di Kabupaten Madiun ada sekitar 878 Posyandu, dan 600 Posyandu diantaranya sudah terintegrasi layanan primer (ILP).

“ILP itu bagian dari Posyandu 6 SPM ini. Jadi dari Posyandu yang sudah ILP itu nanti kita tingkatkan, sehingga memenuhi kreteria sebagai Posyandu dengan 6 SPM,” lanjutnya.

Selain itu dengan bertambahnya layanan pada Posyandu, Pemkab Madiun pun berupaya agar para kader Posyandu ini nantinya juga akan mendapatkan penghasilan dalam bentuk honor. Bukan tanpa alasan, hal ini karena memang cakupan kerja Posyandu semakin luas.

“Honor posyandu masih dirumuskan, karena tugasnya semakin banyak. Ini masih kita upayakan. Karena kita harus mengikuti program baru, ini harus semangat, harus melayani kesehatan masyarakat tidak boleh ngersulo, tidak boleh nggrundel,” pungkasnya.(iw/IR)

HKN Ke 61, Dinkes Madiun Ajak Masyarakat Dukung dan Peduli Program Kesehatan

Iki Radio - Penguatan aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, menjadi prioritas Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, dalam memaknai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61, tahun 2025, dengan tema "GENERASI SEHAT, MASA DEPAN HEBAT".

"Yang menjadi prioritas dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat, adalah penguatan aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Diantaranya dengan cara peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, dengan deteksi dini melalui skrining," kata Heri Setyana, Kamis (06/11/2025).

Selain itu, Dinkes Kabupaten Madiun juga turut berperan aktif pada prioritas program pemerintah.

"Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), menggalakkan germas (gerakan masyarakat hidup sehat), percepatan perbaikan gizi, juga menjadi skala prioritas untuk peningkatan kesehatan masyarakat," lanjutnya.

Heri menekankan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan SDM, serta sarana dan prasarana, menjadi bagian yang tak terpisahkan, dalam menciptakan masyarakat yang sehat, seperti perbaikan sanitasi dan sebagainya.

"Karena ini musim pancaroba diharapkan tetap waspada terhadap peningkatan kasus penyakit DB, ISPA dan penyakit menular lainnya," tambahnya.



Ditegaskan, seluruh masyarakat diharapkan melakukan upaya pencegaah, potensi penyakit yang muncul saat musim pancaroba.

"Upaya upaya preventif harus dilakukan, seperti PSN (pemberantasan sarang nyamuk), PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) secara kontinyu. Dihimbau dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap upaya upaya dan program program kesehatan" pungkasnya.(iw/IR)

Ancaman DBD, PSN Lebih Efektif Daripada Fogging, Ini Penjelasannya

Iki Radio - Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, menekankan pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), lebih diutamakan daripada fogging, untuk mengantisipasi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), saat memasuki musim hujan.


“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Jentik atau larvanya tidak mati. Tiga atau empat hari kemudian nyamuk baru muncul lagi,” kata dr. Heri Setyana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.


Memang saat ini banyak masyarakat beranggapan, dengan fogging nyamuk akan mati. Namun tahukah anda, Fogging adalah tindakan pengasapan dengan bahan insektisida yang hanya membunuh nyamuk dewasa. Dan sesuai dengan aturannya, fogging dilakukan setelah ada temuan kasus DBD.


Fogging dapat menyebabkan efek samping pada kesehatan jika terpapar dalam jumlah besar, sehingga perlu tindakan pencegahan seperti menghindari area penyemprotan, menutupi makanan dan barang, serta mematuhi prosedur keselamatan lainnya. 

Dr. Heri Setyana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun


"Dibeberapa daerah, ada uji coba yang menunjukkan nyamuk tidak mempan lagi disemprot berbagai jenis obat karena terlalu sering difogging," lanjut Kadinkes.


Sehingga fogging tidak efektif untuk membasmi jentik atau telur nyamuk.


Dampak lain dari sisi kesehatan, Insektisida yang terhirup dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti iritasi mata, batuk, sakit kepala, bahkan keracunan. Dari sisi lingkungan, fogging berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dengan membunuh serangga lain yang menjadi mangsa.


Sehingga yang perlu dilakukan dalam menghadapi ancaman DBD adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur atau Mendaur ulang) secara rutin. 


Dengan demikian, nyamuk tidak lagi punya tempat untuk berkembangbiak. Karena memang PSN itu bertujuan untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.


"Tetapi PSN itu harus dilakukan secara bersama-sama. Kalau cuma sebagian warga (yang melakukan PSN) sarang nyamuk tetap ada," tambahnya.(iw/IR)

close
Pasang Iklan Disini