Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label HJKM 458. Show all posts
Showing posts with label HJKM 458. Show all posts

Hari Jadi ke-458, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Kawal Slogan ‘Madiun Bersahaja’ Lewat Inovasi dan Kolaborasi

Iki Radio – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, S.H., menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung dan mengawal jalannya roda pemerintahan menyambut Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458.

Menanggapi tema hari jadi tahun ini, yakni "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Madiun Bersahaja", Purwadi menyatakan bahwa DPRD siap mengoptimalkan tiga fungsi utamanya: legislasi, budgeting (anggaran), dan controlling (pengawasan).

Menurut Purwadi, esensi dari poin "Berinovasi" dalam sudut pandang legislatif adalah melahirkan produk hukum daerah yang adaptif, fleksibel, serta tidak kaku.

Reformasi regulasi dipandang krusial guna memberikan kepastian hukum yang dapat mempermudah masuknya investasi, mempercepat digitalisasi pelayanan publik, serta mengembangkan potensi lokal seperti sektor UMKM dan pertanian.

"Kita harus berani mengeluarkan terobosan-terobosan baru guna mendukung pihak eksekutif menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, sekaligus memangkas jalur birokrasi yang berbelit-belit," ujar Purwadi, Senin (29/6/2026).

Sementara itu, dalam konteks "Berkolaborasi", Purwadi menilai poin ini sebagai jembatan kemitraan yang sangat strategis. Pembangunan daerah tidak bisa dicapai secara parsial oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berjalan sendiri-sendiri.

Ego sektoral antar-pemangku kebijakan harus diredam demi sinergitas yang solid antara eksekutif, legislatif, akademisi, media, sektor swasta, dan masyarakat luas.

"Harmonisasi antara eksekutif dan legislatif harus tetap terjalin guna menegaskan hubungan kerja yang setara dan harmonis, memastikan program pembangunan berjalan tanpa hambatan. Kami juga berharap kolaborasi berbasis anggaran inklusif di APBD mampu mendanai program kemitraan dari tingkat desa hingga kabupaten," tambahnya.

Lebih lanjut, politisi Partai NasDem tersebut menguraikan bahwa target akhir dari seluruh rangkaian ini adalah tercapainya kesejahteraan rakyat melalui visi "Madiun Bersahaja", yang merupakan akronim dari Bersih, Sehat, dan Sejahtera. Slogan ini dijadikan tolok ukur utama DPRD dalam mengawal program kesejahteraan lima tahun ke depan.

Terkait poin Bersih, Purwadi mendesak Pemerintah Kabupaten Madiun berani menjalankan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. DPRD dipastikan memperketat pengawasan agar penggunaan anggaran bebas dari tindak pidana korupsi dan kolusi, sehingga alokasi dana benar-benar terserap pada kegiatan produktif.

Pada poin Sehat, makna sehat tidak hanya bertumpu pada pelayanan fasilitas kesehatan fisik seperti penanganan stunting atau penguatan Puskesmas dan Posyandu, melainkan juga sehat dari segi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Terakhir, poin Sejahtera difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan. Menyadari adanya tantangan berupa pemangkasan dana transfer dari pusat ke daerah saat ini, Purwadi menekankan bahwa sisa APBD yang ada harus diprioritaskan secara selektif untuk mendanai sektor kesehatan, ekonomi rakyat, serta infrastruktur vital penunjang mobilitas warga.

"Seperti yang saya tekankan sebelumnya, program zero jalan berlubang harus segera direalisasikan. Jika akses jalan nyaman dan tanpa lubang, mobilitas warga meningkat, maka perputaran ekonomi di Kabupaten Madiun akan melesat cepat. Hal ini juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja lewat pintu investasi yang terbuka lebar," jelas Ketua Komisi A tersebut.

Purwadi kembali menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Madiun siap memposisikan diri sebagai mitra kolaboratif yang konstruktif bagi pemerintah daerah.

"Melalui fungsi regulasi inovatif, penganggaran yang berpihak kepada rakyat, serta pengawasan yang ketat, kami berkomitmen penuh mewujudkan Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera," pungkasnya.(ir)

 

 

 

Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Bank Madiun Berkomitmen Perkuat Sinergi dan Ekonomi Kerakyatan

Iki Radio – Keluarga besar Bank Madiun menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun tahun 2026.

Sebagai lembaga keuangan milik Pemerintah Kabupaten Madiun, Bank Madiun menegaskan komitmennya untuk terus berjalan beriringan dengan pemerintah daerah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama Bank Madiun, Velly Murdianto, menyampaikan harapan besarnya bagi kemajuan Bumi Kampung Pesilat di usia yang kian matang ini.

“Semoga di usia yang ke-458 ini, Kabupaten Madiun semakin Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun BERSAHAJA,” ujanya.

Velly menambahkan bahwa momentum hari jadi tahun ini harus menjadi pemacu semangat bersama, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu kunci utama yang terus menjadi fokus Bank Madiun.

Dalam hal ini pihak manajemen berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Madiun.

Langkah strategis ini dilakukan demi mewujudkan visi daerah yang Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berkelanjutan.

“Semoga Kabupaten Madiun semakin maju, sejahtera, dan terus berinovasi serta berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun BERSAHAJA. Bank Madiun siap bersinergi untuk mengawal dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Bersama kita raih kemajuan yang lebih baik,” pungkasnya.(ir)

HJKM ke-458, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun Dorong Perubahan Paradigma: Perpustakaan untuk Kesejahteraan

Iki Radio – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 tahun 2026 menjadi momentum strategis bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun. Melalui momen bersejarah ini, instansi tersebut berkomitmen penuh untuk mengubah mindset (pola pikir) dan paradigma seluruh elemen masyarakat terkait keberadaan dan fungsi perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun, Kus Hendrawan, mengungkapkan bahwa selama ini pandangan masyarakat terhadap perpustakaan cenderung masih konvensional.

"Kalau secara umum masyarakat banyak berpikir perpustakaan itu hanya pada kegiatan meminjam dan membaca buku saja. Ini mindset dan paradigma yang harus kita ubah. Bahwa sebenarnya perpustakaan lebih dari sekadar meminjam dan membaca," terang Kus Hendrawan.

Lebih lanjut, Kus Hendrawan menjelaskan bahwa motivasi masyarakat datang ke perpustakaan seharusnya didasari oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Perpustakaan modern kini bertransformasi menjadi ruang inklusif untuk menggali potensi ekonomi dan keterampilan praktis.

Sumber Inspirasi Usaha: Masyarakat yang ingin membuka usaha atau menambah penghasilan dapat memanfaatkan perpustakaan untuk mencari literatur, riset pasar, dan informasi berbasis kecakapan hidup.

Kebutuhan Utama, Bukan Sampingan: Kehadiran perpustakaan bukan lagi sekadar tempat untuk mengisi waktu luang, melainkan bagian dari kebutuhan pokok individu maupun kelompok dalam pengembangan diri (self-development).

Selaras dengan tema besar HJKM ke-458 tahun ini, yaitu "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja", Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengajak seluruh lembaga, komunitas literasi, dan masyarakat luas untuk bergerak bersama.

"Kami mengajak seluruh lembaga atau kelompok yang berkaitan dengan perpustakaan, serta masyarakat secara umum untuk bersama-sama, bersatu, memaksimalkan segala potensi yang ada, menuju Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera (BERSAHAJA)," pungkasnya.

Melalui transformasi paradigma ini, diharapkan literasi tidak sekadar menjadi aktivitas kognitif, melainkan roda penggerak kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun di masa depan.(ir)

Hari Jadi ke-458, Inspektorat Kabupaten Madiun Perkuat Pengawasan Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang BERSAHAJA

Iki Radio – Momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 tahun 2026 menjadi pijakan penting bagi Inspektorat Kabupaten Madiun untuk terus memantapkan kinerjanya.

Sebagai unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Inspektorat berkomitmen penuh dalam mewujudkan visi tata kelola pemerintahan yang BERSAHAJA (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Inspektur Kabupaten Madiun, Joko Lelono, menegaskan bahwa Inspektorat memiliki tanggung jawab besar dalam membantu Bupati untuk membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah serta tugas pembantuan oleh Perangkat Daerah.

Dalam menjalankan roda organisasi, Inspektur berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

"Sesuai dengan tema besar Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 tahun ini, yaitu 'Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja', kami mengajak seluruh elemen dan Perangkat Daerah untuk bersama-sama, bahu-membahu membangun Kabupaten Madiun ke arah yang lebih baik," ujar Joko Lelono.

Guna memastikan jalannya pemerintahan yang akuntabel dan transparan, Joko Lelono memaparkan sejumlah fungsi strategis yang terus dioptimalkan oleh Inspektorat Kabupaten Madiun, antara lain:

Perumusan Kebijakan Teknis dan Fasilitasi: Menyusun formulasi kebijakan di bidang pengawasan.

Pengawasan Internal Komprehensif: Melakukan audit, review, evaluasi, dan pemantauan berkala terhadap kinerja serta keuangan daerah.

Pengawasan Khusus dan Respons Cepat: Melaksanakan pengawasan tujuan tertentu atas penugasan Kepala Daerah/Gubernur. Hebatnya, jika terdapat indikasi penyalahgunaan wewenang atau kerugian keuangan negara/daerah, Inspektorat dapat langsung bergerak melakukan pengawasan tanpa harus menunggu penugasan resmi.

Pencegahan Korupsi dan Reformasi Birokrasi: Menjadi motor penggerak dalam koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi serta mengawasi pelaksanaan program reformasi birokrasi di lingkungan Pemkab Madiun.

Melalui momentum hari jadi yang ke-458 ini, Inspektorat Kabupaten Madiun berharap semangat kolaborasi dan inovasi dapat terus tertanam di setiap lini pelayanan publik, demi mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersih, maju, dan sejahtera.(ir)

HJKM ke-458: DLH Kabupaten Madiun Usung Inovasi Hijau dan Kolaborasi Menuju 'Madiun Bersahaja'

Iki Radio – Momentum Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 Tahun 2026 yang mengusung tema "Berinovasi dan Berkolaborasi Untuk Kabupaten Madiun Bersahaja" dimaknai secara mendalam oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun. 

Tema besar ini merupakan sebuah panggilan sekaligus komitmen kuat untuk mewujudkan daerah yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera melalui tata kelola lingkungan yang modern, partisipatif, dan berkelanjutan.

Kepala DLH Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya, DLH terus bergerak cepat mengintegrasikan prinsip inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan kelestarian alam di Kabupaten Madiun dapat berjalan selaras dengan kemajuan daerah.

"Urusan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami di DLH memaknai tema HJKM ke-458 ini sebagai landasan untuk melakukan lompatan besar, menyatukan inovasi hijau dan sinergi multi-pihak demi masa depan Madiun yang lebih asri," ungkap Muhamad Zahrowi, Rabu (24/6/2026).

Zahrowi menjabarkan bahwa akronim BERSAHAJA (Bersih, Sehat, dan Sejahtera) serta pilar utama tema HJKM tahun ini diterjemahkan ke dalam tiga pilar kerja nyata DLH, yaitu:

1. Berinovasi (Inovasi Hijau) Mengembangkan sistem pengelolaan lingkungan cerdas berbasis digital—mulai dari sistem pengaduan, pelaporan, hingga pengawasan. DLH juga melakukan modernisasi fasilitas pengelolaan sampah seperti TPS3R, TPST, hingga TPA. 

Edukasi pemilahan sampah kini diprioritaskan langsung di wilayah hulu (keluarga dan pelaku usaha) guna mengejar target besar Zero Waste atau sampah terkelola 100 persen pada Tahun 2029.

2. Berkolaborasi (Sinergi Multi-pihak/Pentahelix)

Menyadari pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, DLH aktif merangkul masyarakat, komunitas, akademisi, hingga volunteer internasional untuk terlibat langsung dalam menjaga ekosistem.

3. Kabupaten Madiun Bersahaja 

Mewujudkan lingkungan yang Bersih (bebas dari timbulan sampah) dan Sehat (kualitas udara, air, serta tanah yang terjaga baik), yang pada akhirnya akan mengantarkan masyarakat pada kehidupan yang Sejahtera.


Hingga pertengahan tahun 2026 ini, DLH Kabupaten Madiun telah mengeksekusi berbagai program strategis yang menyentuh lini hulu hingga hilir, di antaranya:

1. Gerakan "Selamat Asri" dan Penyelesaian Sampah di Hulu

Implementasi nyata ini diperkuat melalui Peraturan Bupati Madiun No. 11/2026 tentang Gerakan Selasa dan Jumat Bersih yang dilaksanakan secara serentak di lingkungan perkantoran dan ruang publik.

Selain aksi bersih-bersih, DLH juga memfasilitasi sarana pemilahan sampah di titik-titik strategis, meliputi bak sampah terpilah (organik & anorganik), keranjang botol plastik, lubang biopori untuk sisa makanan, hingga drum komposter untuk daun.

2. Inovasi Tata Kelola Sampah di TPA Kaliabu

DLH secara intensif mengeksekusi peta jalan (roadmap) pengurangan volume sampah bersama Ditjen Bina Bangda Kemendagri. Berkat tata kelola yang terukur, TPA Kaliabu kini bertransformasi menjadi pusat edukasi dan studi banding.

Bahkan, DLH mencoba mengajukan kerjasama dengan organisasi global terkemuka, yang berdedikasi untuk pelestarian sumber daya alam yakni IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Seluruh operasional di TPA Kaliabu juga diawasi secara ketat dan berkoordinasi langsung dengan Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan standar ramah lingkungan tetap terjaga.


3. Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) & Fasilitas Publik

Revitalisasi terus dilakukan di Alun-Alun Reksogati Caruban sebagai pusat pemerintahan agar tetap asri, bersih, sejuk, dan bebas sampah. 

Tak hanya menyasar infrastruktur, DLH memberikan pendampingan intensif kepada Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Bersahaja serta organisasi wanita (seperti Perumdam Tirta Dharma Purabaya) agar terbiasa mengelola sampah secara mandiri di tempat aktivitas mereka.


Melalui momentum bersejarah HJKM ke-458 ini, Muhamad Zahrowi menitipkan tiga harapan besar untuk masa depan Kabupaten Madiun:

1. Peningkatan Kesadaran Kolektif

Berharap masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai limbah tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya bernilai ekonomi yang wajib dipilah dari rumah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

2. Optimisme Raih Penghargaan Adipura

Menjadikan gerakan kebersihan massal dan komitmen bersama ini sebagai batu loncatan utama bagi Kabupaten Madiun untuk sukses memboyong penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup.

3. Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Menginginkan agar setiap roda pembangunan ekonomi dan fisik di Kabupaten Madiun ke depan tetap meletakkan aspek kelestarian alam sebagai prioritas utama, demi mewujudkan ekosistem yang sehat bagi generasi mendatang.(ir)

HJKM ke-458, Camat Sawahan Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera

Iki Radio – Momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 menjadi pemacu semangat baru bagi jajaran Pemerintah Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.

Camat Sawahan, Muhammad Sholeh, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mempererat kerja sama demi membawa Kabupaten Madiun ke arah yang lebih maju.

M. Sholeh menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kerja yang penuh kreativitas dan inovasi di lingkungan birokrasi maupun pelayanan masyarakat.

Menurutnya, tantangan ke depan hanya bisa dihadapi jika semua pihak mau bergerak bersama.

"Semangat dalam kerja penuh kreativitas dan bekerja sama dengan semua pihak adalah kunci utama untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera," ujarnya, Rabu (23/6/2026).

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah di tingkat kecamatan, Camat Sawahan menegaskan komitmennya untuk mendukung dan menyukseskan visi misi pembangunan yang telah digariskan oleh pimpinan daerah.

Pihak Kecamatan Sawahan siap mengawal, mendukung, sekaligus melaksanakan setiap program kerja yang telah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun, tentunya disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

"Dengan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458, semoga Kabupaten Madiun semakin solid dan benar-benar menjadi kabupaten yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera bagi seluruh masyarakatnya," pungkasnya.(ir)

Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458, Perumdam Tirta Dharma Purabaya Komitmen Mewujudkan Pelayanan "Bersahaja"


Iki Radio –Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 yang jatuh pada 18 Juli 2026, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya menyatakan komitmen penuhnya dalam mendukung visi besar pembangunan daerah.

Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto (pakai rompi) dalam acara BAHANA BERSAHAJA yang dilaksanakan oleh Pemkab Madiun di Desa Bulakrejo Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun pada Februari 2026 lalu.


Mengusung tema strategis "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja", badan usaha milik daerah (BUMD) ini siap mengakselerasi transformasi pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat Bumi Kampung Pesilat.

Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto, menyampaikan relevansi tema hari jadi tahun ini dengan arah kebijakan korporasi yang dipimpinnya mencakup tiga pilar utama.

Ketiiga pilar utama dalam tema tersebut—Inovasi, Kolaborasi, dan Bersahaja—merupakan pengejawantahan dari tantangan sekaligus peluang pembangunan daerah modern.

"Sebagai bagian integral dari Pemerintah Kabupaten Madiun yang mengemban tugas vital dalam penyediaan air minum, kami melihat tema ini bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan. Kata Berinovasi menuntut kami untuk tiada henti mencari terobosan baru dan melakukan pembaruan sistem secara berkelanjutan. Tujuannya jelas, agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman di era digital ini," ujar Imansyah Novianto.

Lebih lanjut, Imansyah menekankan bahwa pilar Berkolaborasi menjadi kunci sukses dalam menghadapi kompleksitas kebutuhan publik.

Sinergi yang kuat antara seluruh stakeholder, jajaran manajemen Perumdam, pemerintah daerah, dan masyarakat mutlak diperlukan untuk menggerakkan roda kemajuan Kabupaten Madiun secara serentak.

Sementara itu, nilai Bersahaja dimaknai sebagai fondasi moral dalam memberikan pelayanan.

"Bersahaja mencerminkan semangat pelayanan yang sederhana, membumi, dekat dengan masyarakat, dan penuh kerendahan hati. Namun di balik kesederhanaan itu, kami tetap memegang teguh komitmen profesional yang berorientasi pada aspek 3K, yaitu Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas pasokan air bersih," tambahnya.

Bukan sekadar wacana, Perumdam Tirta Dharma Purabaya menerjemahkan semangat Hari Jadi ke-458 ini ke dalam serangkaian langkah konkret di lapangan. Upaya peningkatan performa perusahaan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

Beberapa langkah nyata yang saat ini tengah diakselerasi oleh Perumdam Tirta Dharma Purabaya diantaranya modernisasi dan digitalisasi layanan pelanggan. Ini dilakukan guna mempermudah akses dan meningkatkan transparansi, perusahan telah mengintegrasikan sistem pembayaran berbasis online serta penerapan teknologi QRIS Dinamis. Selain itu, saluran pengaduan masyarakat kini dipermudah melalui sistem respons cepat berbasis WhatsApp.

Selain itu optimalisasi operasional teknis, dengan peningkatan akurasi pembacaan meter pelanggan terus dipantau guna meminimalkan potensi kesalahan dan menjaga kepercayaan publik. Di saat yang sama, perawatan serta pengembangan infrastruktur distribusi air dilakukan secara berkala demi menjaga stabilitas pasokan.

Serta penguatan kemitraan strategis, dengan mempererat hubungan kelembagaan dengan Pemerintah Kabupaten Madiun dan berbagai mitra strategis lainnya guna mendukung program penyediaan air minum yang merata hingga ke pelosok desa.

Perumdam Tirta Dharma Purabaya juga melakukan diversifikasi usaha dan inovasi bisnis. Sebagai langkah memperkuat kinerja keuangan korporasi dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perumdam Tirta Dharma Purabaya terus mengembangkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) lokal unggulan bernama YOIKI, yang kini kian diminati pasar.


Melalui momentum refleksi Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 ini, jajaran manajemen dan seluruh karyawan Perumdam Tirta Dharma Purabaya berharap agar iklim inovasi dan kolaborasi dapat semakin mengakar kuat di seluruh elemen masyarakat maupun birokrasi pemerintahan.

Sinergi yang solid diyakini akan mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah, mendongkrak kualitas pelayanan publik ke level tertinggi, dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat Kabupaten Madiun secara menyeluruh.

"Selamat Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458. Mari bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Madiun yang bersahaja, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan. Perumdam Tirta Dharma Purabaya: Melayani Lebih Baik, Bertumbuh Lebih Kuat!" pungkasnya.(ir)

 

close
Pasang Iklan Disini