Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Sukses Goyang Ribuan Warga, Aftershine Meriahkan Caruban Fun Day dan Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458

Iki Radio – Ribuan warga Caruban dan sekitarnya tumpah ruah memadati Alun-Alun Reksogati, Caruban, pada Jumat malam (3/7/2026). 

Kehadiran massa yang luar biasa ini tak lain untuk menyaksikan penampilan memukau dari Aftershine, grup musik pop koplo asal Sleman, Yogyakarta, yang sukses menggoyang panggung Caruban Fun Day (CFD).

Kemeriahan konser ini sekaligus menjadi momentum spesial perayaan tahun ke-3 Caruban Fun Day (CFD) serta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Toko Emas Omega yang ke-44.

Hadir mewakili Bupati Madiun, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Madiun, Didik Harianto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas partisipasi serta sinergi seluruh pihak yang mendukung penuh terselenggaranya acara ini.

Didik menjelaskan bahwa kegiatan ini berjalan beriringan dengan semangat tema Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458, yaitu "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera)".

"Kabupaten Madiun ini telah menempuh perjalanan panjang 458 tahun sejak tahun 1568. Insya Allah, puncak peringatannya akan kita laksanakan pada 18 Juli 2026 mendatang," ujar Didik.

Lebih lanjut, Didik memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Madiun telah menggelar berbagai rangkaian acara pasca-pandemi dan menyambut hari jadi, salah satunya melalui gelaran Sepasar Ing Madiun (Sepasma) yang disebar di beberapa wilayah.

"Sepasma dimulai dari wilayah Selatan. Kemudian bersamaan juga saat ini, mulai tanggal 1 sampai 7 Juli, sedang berlangsung di wilayah Tengah, tepatnya di Lapangan Desa Tiron. Insya Allah nanti tanggal 10 hingga 19 Juli, Sepasma juga akan hadir di Alun-Alun Reksogati ini," jelasnya.

Didik menambahkan, konser malam tersebut merupakan bukti nyata kolaborasi apik antara komunitas CFD, Omega Grup, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun. Ia berharap event besar seperti ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.

"Semoga kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan tertib, serta dapat memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya warga Caruban dan sekitarnya. Monggo silakan Bapak, Ibu, kita nikmati bersama penampilan grup musik bertaraf nasional, Aftershine dari Jogja," pungkasnya.

Aftershine, grup musik yang digawangi oleh Hasan Toys (vokal), Andika Permana Putra (gitar melodi), dan Zulian Achmad Yuniarto (kibor) bersama tiga personel lainnya ini sukses membius penonton lewat deretan tembang hits mereka.

Memulai rekam jejaknya sejak tahun 2010 dengan nama "Tengah Malam", grup ini bertransformasi menjadi "Aftershine" pada 2015 guna menjangkau pasar yang lebih luas. 

Mereka kemudian resmi mendeklarasikan diri pada 22 Maret 2017 di Sleman, DI Yogyakarta. Nama Aftershine kian melejit di blantika musik tanah air pasca merilis singel hit "Yowes Modaro" yang akrab di telinga para pencinta genre dangdut pop koplo.(ir)

Pemkab Bojonegoro Siapkan Beberapa Skema untuk Bantu Peternak Ayam GAYATRI

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus berupaya memperkuat keberlanjutan program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri). 

Di tengah kondisi harga pakan ternak yang masih tinggi dan harga telur yang mengalami penurunan, Disnakkan menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk membantu para peternak penerima manfaat program.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah menjelaskan, salah satu upaya yang tengah dibahas adalah pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung kebutuhan peternak. 

Bentuk dukungan tersebut masih dalam tahap pembahasan, yakni antara pengadaan alat pengolah pakan atau pemberian bantuan berupa subsidi pakan ternak.

Menurutnya, keputusan tersebut akan mempertimbangkan kondisi yang dihadapi peternak saat ini, di mana biaya pakan terus meningkat sementara harga jual telur mengalami penurunan.

"Skema yang akan dipilih masih dalam pembahasan, apakah melalui pengadaan alat pengolah pakan atau bantuan berupa subsidi pakan. Namun yang jelas, langkah tersebut akan segera direalisasikan dalam waktu dekat karena melihat kondisi peternak saat ini," jelasnya, Jum'at (3/7/2026).

Selain menyiapkan dukungan terhadap biaya produksi, Disnakkan juga akan menindaklanjuti arahan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah untuk memperluas penyerapan telur hasil peternak Program GAYATRI.

Sebagai tindak lanjut, Disnakkan berencana mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna membahas mekanisme penyerapan telur dari peternak GAYATRI. 

Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak.

Meski demikian, penyaluran telur ke SPPG diperkirakan tetap akan menggunakan skema melalui pihak ketiga. Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan mekanisme administrasi dan pertanggungjawaban (SPJ) yang berlaku dalam pelaksanaan kegiatan di SPPG.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan Program GAYATRI, sehingga mampu meningkatkan produktivitas peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.(ir)

Harga Telur Anjlok dan Pakan Melambung, Peternak di Madiun Merugi

Iki Radio — Harga telur ayam di tingkat peternak di Kabupaten Madiun kembali mengalami penurunan drastis hingga menyentuh kisaran Rp20.000 per kilogram. 

Kondisi ini membuat para peternak lokal kian tertekan dan menjerit rugi, lantaran harga jual di pasar sudah berada jauh di bawah biaya produksi harian, sementara harga pakan ternak justru terus melambung tinggi.

Situasi ini salah satunya dirasakan oleh Suciani, seorang peternak ayam petelur asal Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. 

Ia mengungkapkan bahwa pendapatan yang diterima peternak saat ini sudah tidak mampu lagi menutup biaya operasional harian, terutama bagi mereka yang terpaksa menjual hasil panennya melalui pihak ketiga atau pengepul.

“Kalau dijual langsung ke toko, kami masih bisa dapat sekitar Rp20.000 per kilogram. Tapi kalau lewat pengepul, harganya bisa jauh lebih rendah lagi. Dengan harga seperti ini, jelas kami rugi,” ujar Suciani saat ditemui pada Jumat (3/7/2026).

Suciani membeberkan bahwa harga telur bahkan sempat merosot tajam hingga menyentuh angka Rp17.700 per kilogram, sebelum akhirnya perlahan merangkak naik ke posisi Rp20.000. 

Meski ada sedikit kenaikan, nominal tersebut dinilai masih sangat jauh dari kata ideal agar usaha peternakan rakyat bisa tetap bernapas tanpa menanggung kerugian.

Menurut kalkulasi peternak, harga telur di tingkat peternak setidaknya harus berada di angka Rp24.000 per kilogram agar bisa menutup modal produksi.

“Setiap hari ya kami nombok. Kalau terus-terusan seperti ini, tentu sangat berat bagi peternak kecil,” keluhnya.

Ia juga menyoroti kebijakan Harga Pokok Penjualan (HPP) telur ayam yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram. 

Menurutnya, regulasi tersebut belum pernah benar-benar terealisasi dan dirasakan dampaknya oleh para peternak di akar rumput.

“HPP itu sampai sekarang hanya jadi patokan di atas kertas saja. Faktanya, kami di lapangan tetap harus mengikuti harga riil yang dibentuk oleh mekanisme pasar,” ungkap Suciani.

Anjloknya harga telur kali ini dipicu oleh akumulasi dua faktor utama, penurunan daya beli dan melonjaknya biaya input produksi.

Memasuki bulan Suro dalam penanggalan Jawa, konsumsi masyarakat terhadap telur ayam biasanya mengalami penurunan musiman. Akibatnya, stok telur yang melimpah di tingkat peternak tidak terserap secara maksimal oleh pasar.

“Permintaan pasar turun, sementara produksi telur tetap banyak. Akibatnya harga terus ditekan ke bawah,” tuturnya.

Ironisnya, di saat harga jual hancur, beban biaya produksi justru semakin membengkak akibat kenaikan harga pakan yang ugal-ugalan. Dalam dua bulan terakhir saja, harga pakan konsentrat dilaporkan melonjak dari Rp390.000 menjadi Rp437.500 per sak.

“Kenaikannya memang bertahap, tapi kalau dihitung dengan total kebutuhan pakan setiap hari, dampaknya sangat terasa. Pakan justru naik gila-gilaan saat harga telur sedang jatuh,” tambahnya.

Melihat situasi yang tidak berpihak ini, Suciani meminta pemerintah untuk mengubah fokus strategi. 

Daripada sibuk mengintervensi harga telur yang telanjur dikontrol mekanisme pasar, pemerintah diharapkan bisa lebih fokus menjaga stabilitas harga pakan ternak dan mendistribusikan subsidi secara merata. 

Selama ini, ia mengaku belum pernah menerima bantuan atau subsidi pakan dalam bentuk apa pun, termasuk jagung yang menjadi bahan baku utama.

“Kalau harga pakan bisa ditekan dan dikontrol, kami masih punya kesempatan untuk bertahan. Tapi kalau pakan naik terus dan harga telur tetap rendah, lama-lama peternak kecil akan habis dan gulung tikar,” tegasnya.

Saat ini, Suciani mengelola sekitar 1.600 ekor ayam petelur dengan kapasitas produksi harian mencapai 75 hingga 80 kilogram telur. Ia hanya bisa berharap agar kondisi pasar bisa segera pulih dan berpihak pada nasib peternak mandiri.

“Harapan kami sederhana, usaha yang sudah berjalan bertahun-tahun ini bisa tetap jalan. Kalau kondisinya tidak berubah, bukan tidak mungkin banyak peternak yang memilih menutup kandangnya karena sudah tidak sanggup lagi menanggung kerugian,” pungkasnya.(ir)

KPBU APJ Kabupaten Madiun, Bupati Targetkan Tambah 4.000 Titik Lampu

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mematangkan proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). 

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, memberikan arahan dalam acara Pemantauan Bersama Proyek APJ di Ruang IT Puspem Kabupaten Madiun, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang digelar bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) (Persero) ini turut dihadiri oleh Deputi Direktur Keuangan PT PII M. Rido beserta jajaran, Direktur PT Tri Tunggal Madiun Terang, Kepala Dinas Perhubungan Suryanto, serta sejumlah pimpinan OPD dan Kepala Bagian terkait. 

Acara diawali dengan paparan dari Kadishub mengenai hasil monitoring Inspektorat terhadap proyek KPBU APJ tahun 2026.

Deputi Direktur Keuangan PT PII, M. Rido, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Madiun yang dinilai sukses mengeksekusi proyek APJ dengan skema KPBU. Keberhasilan ini bahkan kerap dijadikan percontohan nasional maupun internasional.

“Kami selalu mempromosikan keberhasilan KPBU APJ ini kepada daerah lain, dan mereka sangat tertarik. Bahkan, KPBU APJ Kabupaten Madiun telah mendapatkan pengakuan internasional dari Korea Selatan,” ungkap M. Rido.

Bupati Madiun Hari Wuryanto, menambahkan bahwa setelah berjalan selama tiga tahun, proyek KPBU APJ ini berjalan dengan sangat baik dan menjadi primadona bagi daerah lain untuk melakukan studi banding. 

Kendati demikian, Bupati menegaskan pentingnya evaluasi berkala.

"Jika setelah evaluasi ternyata ditemukan hal-hal yang masih kurang, harus segera dilakukan perbaikan. Monitoring ini esensinya adalah untuk mencari solusi terbaik," tegas Bupati Hari Wuryanto.

Keberhasilan proyek ini tidak hanya berdampak pada estetika wilayah, namun juga efisiensi anggaran daerah yang sangat signifikan. Berdasarkan data teknis, proyek KPBU APJ ini berhasil mencatatkan penghematan biaya energi yang cukup besar mencapai Rp 662,8 juta (23,56%). Dengan realisasi biaya energi hanya mencapai 76,44% dari batas maksimum yang ditetapkan.

Bupati berharap hasil dari penghematan anggaran energi tersebut dapat dialokasikan untuk kegiatan produktif lainnya. Lebih lanjut, pihaknya menargetkan perluasan cakupan penerangan di wilayah Kabupaten Madiun.

"Saya berharap akan ada penambahan 4.000 titik APJ baru, sehingga Kabupaten Madiun benar-benar ‘terang benderang’," imbuhnya.

Rencana penambahan 4.000 titik APJ baru tersebut mendapat dukungan penuh dari aparat penegak hukum. 

Kajari Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, menyatakan kesiapannya untuk mengawal proyek strategis ini dari hulu ke hilir.

"Kami siap memberikan pendampingan mulai dari tahapan perencanaan hingga pelaksanaan terhadap penambahan 4.000 titik tersebut. Proyek ini sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, terbukti mampu mengurangi daya energi secara besar, dan di sisi lain turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun," pungkas Kajari.(ir)

Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Apresiasi Peran Polri Dukung Pembangunan Aceh

Iki Radio - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus mengapresiasi dedikasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Ucapan tersebut disampaikan Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Rabu (1/7/2026).

Menurut Mualem, Polri merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor. Stabilitas keamanan yang terjaga dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mualem juga mengapresiasi langkah Kepolisian Daerah (Polda) Aceh yang dinilai mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pelaksanaan tugas kepolisian melalui identitas Polda Aceh Meutuah.

"Hal tersebut menunjukkan adanya perpaduan antara kebijakan nasional, arahan pimpinan, dan nilai-nilai budaya Aceh. Filosofi ini menempatkan kepolisian sebagai institusi yang berakar pada budaya, berlandaskan syariat, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat," ujar Mualem.

Ia menilai berbagai inovasi yang dilakukan Polri, khususnya Polda Aceh, mencerminkan pendekatan kepolisian yang adaptif terhadap karakteristik masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Lebih lanjut, Mualem mengatakan berbagai langkah yang dilakukan Polda Aceh merupakan bagian dari implementasi konsep kolaborasi pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam mendukung pembangunan serta penyelesaian berbagai persoalan publik.

Menurutnya, tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah dan kepolisian berperan sebagai regulator, fasilitator, dan penyusun kebijakan, sementara akademisi menghadirkan riset dan inovasi. Dunia usaha berkontribusi melalui investasi dan teknologi, masyarakat menjadi mitra dalam partisipasi pembangunan, sedangkan media berperan menyebarluaskan informasi sekaligus mengedukasi publik.

Mualem berharap sinergi antarlima unsur tersebut terus diperkuat untuk menciptakan Aceh yang semakin aman, nyaman, dan kondusif bagi pembangunan.

"Kolaborasi yang kuat akan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Dengan kondisi keamanan yang terjaga, pertumbuhan ekonomi dapat meningkat dan kesejahteraan masyarakat Aceh akan semakin baik," tutupnya.

Lepas Calon PMI Lewat Jalur Legal, Bupati Madiun: Jaga Nama Baik Daerah dan Cari Keberkahan

Iki Radio – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun menggelar sosialisasi dan pemberian informasi terkait Kegiatan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik Pra maupun Purna Penempatan tahun 2026, di Ruang Eka Kapti, Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan di Caruban pada Selasa (30/6/2026).

Acara ini diikuti oleh 45 peserta calon PMI, dimana sebagian besar dari mereka direncanakan bertolak dengan negara tujuan penempatan ke Hongkong dan Taiwan.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi, untuk memberikan pengarahan secara langsung. 

Turut mendampingi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Soedjiono, Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto, serta perwakilan dari P2MI (Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) dan enam P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia).

Bupati Madiun Hari Wuryanto menekankan pentingnya menempuh jalur resmi (legal) bagi seluruh calon PMI yang akan berangkat ke luar negeri. Beliau meminta agar seluruh persyaratan administrasi diselesaikan dengan benar sebelum keberangkatan.

“Sepanjang PMI yang berangkat adalah legal, maka negara akan memberikan perlindungan penuh dari hulu hingga hilir,” tegas Bupati.

Bupati juga mengupas tuntas mengenai hak dan kewajiban PMI, jaminan sosial, hingga kepastian pelatihan kompetensi yang wajib diterima oleh calon PMI sebelum resmi diterbangkan ke negara tujuan.

Bupati juga menitipkan pesan agar para pekerja migran senantiasa fokus pada tujuan awal mereka, yaitu meningkatkan perekonomian keluarga.

“Dalam bekerja ini kita mencari keberkahan, jangan dilatarbelakangi niat yang kurang baik. Tujuan kita bekerja adalah menyejahterakan keluarga, sehingga jangan sampai penghasilan dihambur-hamburkan, dan jangan terpengaruh dengan budaya yang tidak sehat. Tolong jaga nama baik Kabupaten Madiun,” pesannya.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan, Bupati mengingatkan agar para PMI wajib menyimpan nomor kontak darurat penting, mulai dari PT (P3MI) yang memberangkatkan, pihak P2MI, hingga layanan pengaduan Disnakerin Kabupaten Madiun. 

Hal ini penting agar jika terjadi hal-hal yang merugikan di perantauan, komunikasi untuk mendapat perlindungan hukum bisa berjalan cepat.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengimbau agar para calon PMI pandai dalam menjaga diri dan membentengi diri dari pengaruh budaya luar yang negatif.

Wabup Purnomo juga memberikan catatan khusus mengenai manajemen keuangan (financial management) yang bijak. 

Menurutnya, kepandaian mengelola penghasilan selama di luar negeri adalah kunci utama agar cita-cita menyejahterakan keluarga di kampung halaman dapat benar-benar terwujud secara berkelanjutan.(ir)

Produk UMKM Kabupaten Madiun Bersiap Tembus Jaringan Ritel Nasional Alfamart

Iki Radio – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asli Kabupaten Madiun kini memiliki peluang besar untuk nampang di rak-rak minimarket dan swalayan modern. 

Langkah strategis ini menyusul langkah masif Pemerintah Kabupaten Madiun dalam program Peningkatan Kapasitas UMKM Menuju Kemitraan dengan Pengusaha Besar.

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkab Madiun menghadirkan manajemen ritel raksasa, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), dalam sebuah forum kemitraan yang digelar di Ruang Retno Dumilah pada Selasa (30/6/2026).

Agenda ini sengaja dirancang untuk memberdayakan sekaligus membuka gerbang lebar bagi para pelaku UMKM lokal agar mampu masuk ke dalam rantai pasok perusahaan nasional.

Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menegaskan bahwa Pemkab Madiun berkomitmen penuh agar seluruh supermarket dan minimarket yang beroperasi di wilayah Madiun wajib berkolaborasi dan bersinergi untuk menampung produk UMKM setempat.

Lebih dari sekadar pasar lokal, melalui kemitraan ini, produk unggulan Kabupaten Madiun yang berhasil memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produksi berkesempatan dipasarkan ke jaringan ritel Alfamart di seluruh Indonesia.

“Jadi nanti produk UMKM di Kabupaten Madiun diharapkan dapat dijual di gerai-gerai Alfamart di seluruh Indonesia. Dengan kualitas dan kontinuitas produksi, yang utama adalah menjaga *trust* (kepercayaan). Monggo, ini tantangan, UMKM harus siap. Artinya kolaborasi siap, Alfamart siap membantu,” ungkap Wabup Purnomo Hadi.

Demi memastikan program ini berjalan maksimal dan tidak mandek di tengah jalan, Pemkab Madiun menginstruksikan seluruh camat dan perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat, menyisir dan memetakan produk unggulan di setiap desa dan kecamatan.

Selanjutnya juga diminta mengadakan pembahasan rutin agar tindak lanjut kerja sama dengan pihak ritel bisa terealisasi lebih cepat.

Menariknya, dalam acara ini, para pelaku usaha yang hadir tidak datang dengan tangan kosong. Mereka langsung membawa sampel produk masing-masing untuk diverifikasi dan dikurasi langsung oleh pihak swalayan serta dinas terkait demi memastikan kelayakan pasar.

Pemkab Madiun mengimbau agar para pelaku UMKM tidak gentar menghadapi persaingan pasar modern. 

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan intervensi positif, pendampingan, dan solusi nyata demi menaikkan kelas produk-produk lokal Kabupaten Madiun.(ir)

close
Pasang Iklan Disini