Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Daftar Bansos Kini Lebih Mudah, Masyarakat Bisa Daftar Mandiri

Iki Radio - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendukung penuh implementasi Program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digagas pemerintah pusat. Melalui program ini, masyarakat dapat mendaftar bantuan sosial (bansos) secara mandiri, lebih mudah, cepat, dan transparan melalui sistem digital.

Demikian pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Monitoring Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos di 43 kabupaten/kota yang digelar secara virtual dari Kantor Wali Kota Batam, Selasa (30/6/2026). Batam menjadi salah satu daerah percontohan atau pilot project dalam implementasi digitalisasi bansos nasional.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan, program digitalisasi bansos merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan berbasis elektronik atau e-government yang tengah didorong pemerintah.

"Program ini menjadi cikal bakal roadmap menuju e-government. Dengan digitalisasi, penyaluran bantuan sosial diharapkan semakin tepat sasaran, transparan, dan akuntabel," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia , Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI), menjadi lompatan besar dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih efisien dan transparan.

"Transformasi digital perlindungan sosial ini merupakan langkah penting agar data penerima bansos semakin akurat. Untuk pertama kalinya, proses penerimaan bansos dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel dengan dukungan teknologi," kata Luhut.

Luhut juga mengapresiasi seluruh kepala daerah yang terlibat dalam program percontohan tersebut. Menurutnya, hasil uji coba selama beberapa bulan ke depan akan menjadi dasar pelaksanaan secara nasional yang ditargetkan mulai diluncurkan pada Oktober 2026.

"Kami berharap paling lambat akhir Agustus seluruh daerah pilot project sudah menyelesaikan implementasi sehingga rollout nasional dapat dilakukan pada Oktober mendatang," ujarnya.

Wali kota Batam, Amsakar Achmad, menyatakan dukungannya terhadap implementasi digitalisasi bansos tersebut. Pemko Batam siap menyukseskan program nasional ini dan mendukung percepatan implementasi di daerah. 

Amsakar berharap kehadiran Portal Perlinsos dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai program bantuan sosial secara mandiri tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang. Pemko Batam juga akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital tersebut secara optimal.

Untuk mendaftar bansos, masyarakat dapat melakukan login ke Portal Perlinsos. Berikut panduannya:

1. Akses situs resmi Portal Perlinsos di perlindungan.kemensos.go.id/login-ikd 

2. Pilih opsi “Masuk Dengan IKD” 

3. Sistem akan mengarahkan pengguna ke aplikasi IKD (Identitas Kependudukan Digital) 

4. Lakukan verifikasi biometrik wajah untuk memastikan keaslian pemilik akun 

5. Setelah berhasil, sistem otomatis mengarahkan ke halaman utama Portal Perlinsos dengan status sudah login dan terverifikasi 

Cara Daftar Program Bansos (PKH atau BPNT)

Setelah login, pengguna bisa langsung melakukan pendaftaran bansos. Caranya:

1. Klik menu “Daftar Program” di halaman utama 

2. Pilih program bansos yang tersedia, misalnya PKH atau BPNT 

3. Baca dengan teliti syarat dan ketentuan pendaftaran 

4. Setujui notifikasi penggunaan data pribadi 

5. Lakukan verifikasi data pemohon untuk memastikan kesesuaian data 

6. Klik “Setuju dan Daftar” 

7. Simpan atau unduh nomor pendaftaran sebagai bukti 

Cara Cek Status Pendaftaran Bansos

Setelah mendaftar, pengguna bisa dengan mudah memantau status pendaftaran. Berikut langkah-langkahnya:

* Buka halaman awal Portal Perlinsos 

* Cek notifikasi terbaru mengenai progres pendaftaran 

* Lihat status program pada menu “Program Bantuan Anda” 

* Status bisa berupa: 

    1. “Tahap proses verifikasi” → artinya pendaftaran sedang diperiksa

    2. “Aktif” → artinya pendaftar dinyatakan layak dan sudah terverifikasi.

 

Evaluasi Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Bupati Madiun Tekankan 11 Strategi Pengembangan

Iki Radio – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), memimpin rapat evaluasi Laporan Triwulan I Tahun 2026 Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, di Ruang Rapat Bupati Madiun, Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban, Senin (29/6/2026).

Rapat evaluasi ini dihadiri Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Imansyah Novianto, beserta jajaran direksi dan Dewan Pengawas. 

Turut mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, para Asisten Sekda, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran Bagian Setda Kabupaten Madiun.

Agenda diawali dengan paparan komprehensif Dirut Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Imansyah Novianto. 

Imansyah membeberkan capaian Triwulan I tahun 2026, mulai dari perkembangan perusahaan, realisasi pendapatan, laporan laba/rugi, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga pertumbuhan jumlah pelanggan.

Bupati Madiun memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja positif yang berhasil ditunjukkan oleh Perumdam Tirta Dharma Purabaya sepanjang awal tahun ini. Meski demikian, Hari Wuryanto mengingatkan agar jajaran manajemen tidak cepat berpuas diri.

"Secara umum kinerjanya sudah sangat positif. Namun, aspek pelayanan air bersih dan perluasan cakupannya harus tetap ditingkatkan. Selain itu, optimalisasi bisnis juga bisa digenjot melalui perluasan jaringan distribusi pemasaran AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) Yoiki, salah satunya dengan meningkatkan kerja sama dengan SPPG," ujar Bupati.

Untuk membawa perusahaan daerah ini semakin maju, Bupati memaparkan 11 langkah strategi pengembangan di antaranya meliputi peningkatan kualitas sistem manajemen dalam Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance). Mendorong Pemerintah Daerah untuk menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang mendukung penguatan PDAM.

Selain itu mengambil langkah-langkah konkret dalam program penurunan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water), serta memperluas cakupan pelayanan masyarakat secara berkelanjutan.

Senada dengan Bupati, Sekda Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, mengingatkan jajaran Perumdam untuk bergerak cepat memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi daerah. 

Seiring dengan masuknya para pengembang perumahan dan perusahaan baru ke Kabupaten Madiun, Perumdam diminta responsif melakukan penyambungan jaringan baru.

"Pihak Perumdam harus merespon cepat peluang di wilayah-wilayah pertumbuhan baru tersebut. Kami juga menyarankan adanya pembuatan sumur bor baru maupun revitalisasi sumur bor peninggalan Belanda yang potensial. Ini semua fokusnya satu, yaitu memberikan pelayanan air bersih terbaik kepada masyarakat Kabupaten Madiun," pungkas Sigit.(ir)

Jejak Sutan Sjahrir dan Tan Malaka: Pemkot Madiun Sulap Rumah Tahanan Militer Belanda Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Iki Radio — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun bersiap menghidupkan kembali aset sejarah berharga di wilayahnya. Rumah Tahanan Militer (RTM) peninggalan era kolonial Belanda yang berlokasi di Jalan A. Yani akan dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Madiun akan menyulap rumah tahanan militer peninggalan penjajah Belanda menjadi destinasi wisata sejarah Kota Madiun (Foto : Kompas.com)

Bangunan ikonik ini memiliki nilai historis yang sangat kuat. Pada masa kolonial, RTM tersebut disebut-sebut pernah menjadi tempat penahanan dua tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, yakni Sutan Sjahrir dan Tan Malaka.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, menjelaskan bahwa RTM memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan karena narasi sejarahnya yang kuat. Nantinya, eks-penjara militer ini akan diintegrasikan ke dalam rute wisata jalan kaki (walking tour heritage) di pusat Kota Madiun.

"RTM ini memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan karena memiliki cerita sejarah. RTM nantinya akan diintegrasikan dengan sejumlah bangunan cagar budaya lain dalam satu jalur wisata sejarah," ujar Bagus, Senin(29/6/2026).

Rute walking tour heritage ini diproyeksikan membentuk satu kawasan wisata sejarah terpadu yang menghubungkan berbagai bangunan cagar budaya ikonik di Kota Madiun, antara lain Balai Kota Madiun, Bakorwil, Gereja Santo Cornelius, dan SD Santo Bernardus.

Untuk mewujudkan rencana ini, Pemkot Madiun telah menjalin koordinasi intensif dengan jajaran TNI, mulai dari Komandan Kodim, Danrem, hingga Pangdam, agar proses pembersihan dan pemanfaatan bangunan dapat berjalan lancar.

Bagus menegaskan bahwa proses pemugaran akan dilakukan dengan sangat hati-hati demi mempertahankan karakter asli bangunan. Pemerintah kota akan melakukan studi mendalam terhadap dokumentasi dan foto-foto lawas sebelum menentukan konsep penataan maupun fungsi tambahannya.

"Kami akan lihat dulu foto aslinya seperti apa. Setelah itu baru kami tentukan fungsinya," tambahnya. Selain sebagai sarana edukasi, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi spot fotografi estetis bagi para wisatawan.

Rencana strategis ini disambut baik oleh pihak militer. Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm. Untoro Hariyanto, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah Pemkot Madiun untuk menghidupkan kembali bangunan bersejarah tersebut.

Menurut Untoro, pengembangan wisata sejarah ini tidak hanya sekadar menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menjadi stimulus yang kuat untuk mendongkrak sektor pariwisata dan menggerakkan roda perekonomian daerah.

"Konsep yang disiapkan Pak Wali merupakan wisata sejarah yang sangat baik. Untuk itu kami mendukung penuh konsep tersebut," tegas Kolonel Arm. Untoro Hariyanto.

Gagasan menyulap RTM menjadi objek wisata ini muncul setelah Plt Wali Kota Madiun bersama para pegiat sejarah meninjau kawasan Jalan Pahlawan. 

Lokasi RTM yang strategis dan berdekatan dengan Balai Kota dinilai sangat ideal untuk mendukung pengembangan kawasan heritage di jantung Kota Madiun.(ir)

Usung Tema "Ayah Wajib Hadir", Harganas Ke-33 Kabupaten Madiun Bupati Tegaskan Keluarga Adalah Fondasi Utama SDM

Iki Radio — Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten Madiun menjadi momentum krusial untuk mengingatkan kembali pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Mengusung tema yang sarat makna, “Ayah Wajib Hadir”, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB PPPA) Kabupaten Madiun menggelar upacara khidmat di halaman kantor dinas setempat, Senin (29/6/2026).

Suasana upacara berlangsung semarak dan penuh warna. Seluruh peserta yang hadir tampak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Pilihan busana ini bukan sekadar pemanis visual, melainkan simbol kuat keberagaman sekaligus pengingat bahwasanya dari lingkungan keluarga kecil pulalah perekat persatuan bangsa ini bermula.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia bagaikan pisau bermata dua. Potensi besar tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi dunia yang luar biasa apabila dikelola dengan baik.

Sebaliknya, bonus demografi tersebut berisiko tinggi berubah menjadi bencana nasional jika kualitas SDM tidak dipersiapkan secara matang sejak dini.

Menurut Bupati, fokus pembangunan daerah maupun nasional kini tidak boleh lagi sekadar berorientasi pada pengendalian jumlah penduduk, melainkan harus bergeser pada peningkatan kualitas manusia melalui penguatan institusi keluarga.

“Transformasi kualitas sumber daya manusia tidak dimulai saat seseorang masuk perguruan tinggi ataupun dunia kerja. Semuanya dimulai sejak dalam kandungan dan melalui pengasuhan di dalam keluarga,” tegas Bupati.

Ia memaparkan, terdapat tiga pilar utama yang wajib diperkuat dalam pembangunan ketahanan keluarga, yakni sektor kesehatan, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual. Upaya pencegahan stunting, pemenuhan gizi seimbang sejak 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), hingga pembentukan kepribadian anak ditegaskannya merupakan tanggung jawab kolektif seluruh anggota keluarga.

Bupati juga menaruh perhatian yang sangat besar terhadap isu kesehatan mental keluarga pada era modern. Fenomena meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit jiwa belakangan ini harus menjadi alarm keras bagi masyarakat bahwa keluarga telah kehilangan fungsinya sebagai tempat pertama yang memberikan rasa aman, kasih sayang, dan dukungan emosional.

Secara khusus, ia mengingatkan agar para orang tahu tidak membiarkan penggunaan gawai (gadget) mengikis kedekatan emosional antara mereka dan anak-anak.

Kehadiran nyata orang tua, terutama sosok ayah, dinilai jauh lebih berharga dibandingkan sekadar pemenuhan kebutuhan materi semata.

Lebih lanjut Bupati memaknai tema Harganas tahun ini sebagai sebuah seruan moral sekaligus ajakan konkret kepada para ayah untuk benar-benar hadir secara utuh dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun psikologis.

“Jangan sampai ayah ada di rumah, tetapi hatinya tidak berada bersama keluarga. Kehadiran ayah harus diwujudkan melalui perhatian yang tulus, komunikasi yang sehat, pendampingan, dan untaian doa bagi anak-anaknya,” imbuhnya.

Ia pun menambahkan sebuah pesan reflektif bahwa kesuksesan seorang anak tidak selamanya diukur atau ditentukan oleh kondisi ekonomi orang tua.

Sejarah telah membuktikan banyak keluarga dengan latar belakang sederhana yang berhasil melahirkan generasi-generasi sukses lantaran didukung oleh ikatan emosional yang kokoh antara ayah, ibu, dan anak.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas PPKB PPPA Kabupaten Madiun, Hendro Suwondo, menyatakan bahwa peringatan Harganas bukanlah agenda tahunan yang bersifat seremonial belaka. Momen ini merupakan titik tolak strategis untuk memperkuat benteng pertahanan keluarga di tengah hantaman tantangan zaman dan disrupsi teknologi.

Hendro menguraikan bahwa tema “Ayah Wajib Hadir” merefleksikan bahwa pembentukan karakter anak yang tangguh memerlukan kontribusi yang seimbang antara ayah dan ibu.

Kehadiran figur ayah secara aktif diyakini mampu membangun logika berpikir yang struktural, daya juang yang tinggi, serta karakter pantang menyerah.

Sementara itu, sentuhan kasih sayang ibu menjadi penyeimbang yang melembutkan sisi emosional dan kepribadian anak.

“Anak akan tumbuh jauh lebih optimal ketika mereka mendapatkan cinta, perhatian, dan pendampingan yang utuh dari kedua orang tuanya. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh keluarga, khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai teladan, untuk menginisiasi perubahan positif ini dari rumah masing-masing,” jelas Hendro.

Sebagai langkah konkret pasca-upacara, rangkaian peringatan Harganas di Kabupaten Madiun akan dilanjutkan dengan agenda pembekalan dan penguatan kapasitas bagi para kader keluarga.

Lebih dari itu, Pemkab Madiun tengah menyusun Peta Jalan Pembangunan Keluarga (PJPK) yang bakal menjadi dokumen pedoman resmi pembangunan ketahanan keluarga dalam beberapa tahun ke depan.

Melalui payung hukum dan dokumen strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan—mulai dari Kampung KB, pendampingan intensif, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Bina Keluarga Lansia (BKL)—demi melahirkan potret keluarga yang tangguh, harmonis, bahagia, dan berkualitas di Bumi Kampung Pesilat.(ir)

 

Optimalkan Penurunan Kemiskinan, Dinsos Kabupaten Madiun Gelar FGD Monev Program UEP KUBE

Iki Radio — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun menggelar Focus Group Discussion (FGD) hasil monitoring dan evaluasi (monev) Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin.

Kegiatan yang berlangsung di Lembah Wilis pada Senin (29/6/2026) ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk mengukur efektivitas pemberdayaan ekonomi sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan.

Program UEP KUBE Fakir Miskin yang diinisiasi sejak tahun 2024 ini tercatat telah menjangkau 450 penerima manfaat yang tersebar di 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun.

Melalui program ini, masing-masing penerima mendapatkan suntikan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta untuk mengembangkan unit usaha produktif mereka.

Sebelum FGD ini digelar, Tim Dinsos bersama pilar-pilar sosial seperti Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring.

Data dan temuan riil di lapangan itulah yang kemudian dibahas bersama dalam forum diskusi ini untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Tarnu Assidiq, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian penting dari rangkaian evaluasi untuk melihat sejauh mana dampak program yang telah berjalan.

“Agenda hari ini merupakan kegiatan lanjutan untuk mengetahui hasil monitoring dan evaluasi Program UEP Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin yang tersebar di 15 kecamatan. Program ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh seluruh pilar sosial Dinas Sosial,” ujar Tarnu.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil monitoring sementara, respons dari masyarakat atau penerima manfaat tergolong sangat positif. Kendati demikian, evaluasi menyeluruh melalui forum FGD tetap krusial guna mengukur capaian riil serta memetakan perbaikan yang diperlukan agar program berjalan kian efektif.

Hasil rumusan dan pembahasan dari FGD ini nantinya akan dilaporkan langsung kepada Bupati dan Wakil Bupati Madiun sebagai bahan pertimbangan strategis untuk keberlanjutan program.

Tarnu berharap, program UEP KUBE dapat terus bergulir karena memiliki kontribusi nyata dalam mendongkrak kesejahteraan warga sekaligus menekan angka kemiskinan.

“Harapannya, program ini dapat terus berkelanjutan sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat dan berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Madiun maupun di tingkat Jawa Timur,” imbuhnya.

Keberlanjutan Program UEP KUBE ini pun diharapkan selaras dengan visi besar pembangunan Kabupaten Madiun, yaitu mewujudkan daerah yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bersahaja) melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis pemberdayaan lokal.(ir)

 

Raih 1.395 Poin, Fahmil Beregu Putra Bengkalis Melaju ke Final

Iki Radio - Tim Fahmil Qur'an (Cerdas Cermat) Beregu Putra Kafilah Kabupaten Bengkalis sukses melaju ke babak final pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Senin, (29/6/2026).


Prestasi gemilang ini diraih oleh trio perwakilan Bengkalis yang beranggotakan Averoes Rifqi Alfaisyi, Nuzul Ilham Fathulrijal, dan Naufal Zaky Azzuhdi.

Perlombaan babak penyisihan yang berlangsung di Aula MAN 1 Kuansing ini berjalan cukup sengit.

Tiga sesi, Kafilah Bengkalis yang turun di sesi ketiga tampil dominan sejak awal kompetisi dimulai.

Bengkalis berhasil menutup sesi dengan raihan poin mutlak sebesar 1.395 poin. Angka tersebut jauh mengungguli rival-rivalnya di sesi yang sama, yakni Kafilah Kabupaten Siak yang mengumpulkan 1.000 poin dan Kafilah Kota Dumai dengan 460 poin.

Di babak final yang direncanakan akan berlangsung pada Selasa, (30/6/2026) nanti, ketangguhan tim beregu putra Bengkalis akan diuji oleh dua kabupaten lain yang juga tampil kuat di sesi sebelumnya. Mereka akan berhadapan dengan Kafilah Rokan Hulu yang lolos dari sesi pertama dengan 1.300 poin, serta Kafilah Kampar yang memimpin sesi kedua dengan torehan 920 poin.

Ketua Ofisial Kafilah Kabupaten Bengkalis, Hambali Akbar, mengaku. sangat bersyukur dan bangga atas capaian anak asuhnya yang tampil tenang dan fokus sepanjang perlombaan.

"Alhamdulillah, anak-anak kita di cabang Fahmil Beregu Putra hari ini menunjukkan performa yang luar biasa dan berhasil mengamankan tiket ke babak final. Poin yang diraih pun sangat memuaskan," ujar Hambali penuh syukur setelah perlombaan usai.

Meski demikian, Hambali mengingatkan, para peserta untuk tidak cepat puas karena tantangan sesungguhnya ada di babak final. Ia meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis agar tim ini bisa membawa pulang piala kemenangan.

"Perjuangan belum selesai. Di final nanti, persaingan tentu akan jauh lebih ketat karena kita bertemu dengan tim-tim terbaik dari Rokan Hulu dan Kampar. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Negeri Junjungan agar anak-anak kita diberikan kesehatan, ketenangan, dan kelancaran untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi Kabupaten Bengkalis,"tambahnya.

 

Kado Hari Jadi ke-458, PDGI Jatim Gelar Baksos Akbar dan Sikat Gigi Bersama 1.000 Siswa di Madiun

Iki Radio – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Jawa Timur menggelar rangkaian bakti sosial (baksos) layanan kesehatan gigi dan umum secara gratis bagi masyarakat Kabupaten Madiun. 

Aksi kemanusiaan yang berlangsung selama lima hari berturut-turut ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun.

Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Selasa lalu tersebut mencapai puncaknya pada Minggu (28/6/2026). 

Momentum puncak ini ditandai dengan gerakan sikat gigi bersama yang melibatkan 1.000 siswa Sekolah Dasar (SD) di Halaman Pendopo Ronggo Djumeno.

Sinergi nyata antara profesi medis dan pemerintah daerah ini menjadi kado istimewa bagi hari jadi kabupaten, sekaligus bukti komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.

Ketua PDGI Pengwil Jawa Timur, drg. Farid Amirudin, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian profesi dokter gigi terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Madiun. 

PDGI tidak hanya fokus pada edukasi dasar, melainkan juga menghadirkan beragam layanan medis spesifik dan spesialistik yang sangat dibutuhkan warga.

“Kegiatan ini adalah bentuk partisipasi kami dalam Hari Jadi Kabupaten Madiun. Kami memberikan pelayanan mulai dari penyuluhan kesehatan gigi, pemeriksaan kesehatan anak disabilitas, hingga operasi bibir sumbing di RS Dolopo,” ujar drg. Farid Amirudin.

Selain operasi bibir sumbing, layanan gratis yang diberikan selama baksos juga meliputi penanganan gigi impaksi (gigi terpendam), pembuatan gigi tiruan lepasan, hingga pemasangan protesa mata palsu.

Tak berhenti di ranah medis, PDGI Jatim juga menyasar sektor preventif melalui edukasi kesehatan. Mereka menggelar seminar khusus bagi ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita yang berfokus pada pengolahan makanan sehat serta pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai upaya nyata menekan angka stunting di Kabupaten Madiun.

Kolaborasi akbar ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Madiun Hari Wuryanto. 

Bupati menilai kontribusi PDGI Jatim sangat luar biasa dan sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk menciptakan masyarakat yang bersih, sehat, dan sejahtera. 

Menurut Bupati, edukasi sejak dini merupakan kunci penting dalam menjaga kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut yang sering kali terabaikan.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Terima kasih kepada PDGI Jatim. Kegiatan ini sangat membantu mengedukasi masyarakat bahwa kesehatan itu sangat penting. Jangan menunggu sakit baru periksa, tetapi kita harus rutin memeriksakan kesehatan meskipun tidak ada keluhan,” tegas Hari Wuryanto.

Bupati Hari mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Madiun untuk membangun kebiasaan baru dengan melakukan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Setiap enam bulan sekali, silakan periksakan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas terdekat. Kami sudah melengkapi setiap puskesmas dengan layanan kedokteran gigi,” pungkasnya.(ir)

close
Pasang Iklan Disini