Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Total 33 Ton Garam Telah Disemai dalam Operasi Modifikasi Cuaca di Riau

Iki Radio - Tim Satuan Tugas (Satgas) Udara kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau dengan menyemai tiga ton garam atau natrium klorida (NaCl) dalam tiga penerbangan pada Rabu (26/8/2026).

OMC dilakukan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di sejumlah wilayah sasaran sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD dan Pemadam Kebakaran Riau, Jim Gafur, mengatakan tiga penerbangan penyemaian telah dilaksanakan sepanjang Rabu.

“OMC hari ini dilaksanakan tiga sortie penyemaian,” kata Jim.

Penerbangan pertama menyasar wilayah Kabupaten Siak dan Bengkalis. Penerbangan kedua dilakukan di Pekanbaru, Siak, dan Kampar.

Sementara penerbangan ketiga menyasar wilayah Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir.

“Sortie pertama menyasar Siak dan Bengkalis, sortie kedua Pekanbaru, Siak dan Kampar, kemudian sortie ketiga Pelalawan dan Indragiri Hilir,” jelas Jim.

Dalam operasi tersebut, material NaCl disemai pada awan yang dinilai memenuhi persyaratan untuk mendukung proses pembentukan hujan di wilayah sasaran.

OMC dilaksanakan di tengah penanganan karhutla dan kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.

Jim mengatakan operasi tersebut menjadi salah satu langkah pendukung penanganan karhutla dengan meningkatkan peluang hujan di daerah sasaran penyemaian.

“OMC ini merupakan salah satu upaya untuk membantu penanganan karhutla, terutama dengan mendorong turunnya hujan di wilayah-wilayah yang menjadi sasaran penyemaian,” ujarnya.

Dengan tambahan tiga ton NaCl yang digunakan pada Rabu, total material penyemaian yang telah digunakan dalam rangkaian OMC di Riau mencapai 33 ton.

BPS Tegaskan Desil DTSEN Merupakan Pemeringkatan Relatif Kesejahteraan Keluarga

Iki Radio - Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga, bukan ukuran absolut kemiskinan maupun ukuran nominal pendapatan atau kekayaan keluarga.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Foto: BPS

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.

“Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga,” jelas Amalia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

DTSEN kini menjadi rujukan bersama pemerintah dalam mendukung perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program. Dengan basis data yang terintegrasi dan terus diperbarui, kementerian/lembaga dapat menggunakan rujukan informasi yang sama sehingga kebijakan dan program pemerintah diharapkan semakin tepat sasaran.

Pemanfaatan DTSEN diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Dalam pelaksanaannya, BPS bertugas menyusun dan mengelola DTSEN, sementara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah berperan sesuai tugas dan kewenangannya, termasuk menyediakan sumber data serta mendukung pemutakhiran data secara berkelanjutan.

DTSEN dibangun dengan mengintegrasikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).

Data tersebut kemudian diperkaya dengan berbagai data administratif dan disinkronkan secara berkala dengan data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.


Desil Bukan Ukuran Absolut Kemiskinan

Dalam DTSEN, keluarga dikelompokkan berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Keluarga diperingkatkan berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, kemudian dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen keluarga.

Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi. Dengan demikian, keluarga yang berada pada desil 3 berarti termasuk kelompok ketiga dari sepuluh kelompok dalam pemeringkatan kesejahteraan relatif.

BPS menekankan bahwa keluarga yang berada dalam desil yang sama tidak selalu memiliki pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama. Penentuan desil juga tidak hanya didasarkan pada penghasilan, kepemilikan barang tertentu, daya listrik, pekerjaan, atau satu indikator lainnya.

Pemeringkatan mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama, antara lain kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.

Berbagai informasi tersebut kemudian diolah menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diamati. Pendekatan PMT juga digunakan secara internasional, khususnya ketika informasi pendapatan atau konsumsi rumah tangga sulit diperoleh atau diverifikasi secara lengkap.


Desil Menjadi Salah Satu Dasar Penentuan Sasaran Program

Informasi desil dapat digunakan kementerian/lembaga sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran atau prioritas program sesuai tujuan dan ketentuan masing-masing program.

Namun, desil bukan merupakan daftar penerima suatu program. Penggunaannya harus selalu dilihat sesuai konteks, kriteria, dan ketentuan program yang bersangkutan.

Posisi desil juga dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi suatu keluarga maupun perubahan posisi relatifnya dibandingkan keluarga lainnya. Perubahan pada satu indikator tidak serta-merta menyebabkan perubahan desil karena proses pemeringkatan mempertimbangkan berbagai karakteristik secara bersama-sama.

Karena itu, relevansi DTSEN terus dijaga melalui proses pemutakhiran data. Pemutakhiran dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber, antara lain data administrasi, hasil sensus dan survei, pembaruan oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, pengecekan lapangan (ground check), serta informasi yang disampaikan masyarakat melalui kanal resmi.

Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga. Cakupan tersebut terus dimutakhirkan agar semakin mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat terkini.

Masyarakat yang menemukan informasi mengenai diri atau keluarganya yang belum sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat menyampaikan pembaruan melalui mekanisme usul dan sanggah pada kanal resmi yang tersedia, antara lain Cek Bansos (cekbansos.kemensos.go.id) atau aplikasinya, SIKS-NG melalui operator desa/kelurahan, serta Cek DTSEN (dtsen-form.bps.go.id).

BPS menegaskan, pengajuan pembaruan data tidak berarti posisi desil akan berubah secara otomatis. Informasi yang disampaikan menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali, sementara posisi desil tetap ditentukan berdasarkan data dan metode yang berlaku.

“BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut,” ujar Amalia.

Dengan pemanfaatan satu basis data yang terintegrasi dan pemutakhiran secara berkelanjutan, DTSEN diharapkan dapat memperkuat ketepatan perencanaan serta penyaluran berbagai program pemerintah, sekaligus memastikan kebijakan sosial dan ekonomi semakin sesuai dengan kondisi masyarakat.

Menkomdigi: Persaingan Penyiaran Boleh Ketat, Kualitas Jangan Dikorbankan

Iki Radio - Perubahan cara masyarakat mengonsumsi informasi dan hiburan membuat persaingan industri penyiaran semakin ketat. Namun, persaingan merebut perhatian publik tidak boleh membuat kualitas siaran dikorbankan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat memimpin Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pengukuhan Anggota KPI Pusat Periode 2026–2029 di Jakarta, Rabu (26/8/2026) 

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus mampu beradaptasi dengan perubahan lanskap media sekaligus memastikan penyiaran tetap menjadi ruang publik yang sehat, berkualitas, dan relevan.

Pesan tersebut disampaikan Menkomdigi saat memimpin Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pengukuhan Anggota KPI Pusat Periode 2026–2029 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

“Perubahan pola menonton masyarakat membawa konsekuensi pada peran KPI yang harus semakin tegas sekaligus adaptif. KPI tidak boleh menjadi pengawas semata, tetapi harus mampu membantu industri menciptakan persaingan yang sehat dan setara tanpa mematikan inovasi di ekosistem penyiaran,” ujar Meutya.

Dengan tantangan KPI ke depan yang makin kompleks di tengah era digital dan new media, jelas Menkomdigi, KPI harus bisa turut menjaga kualitas demokrasi, menjauhkan disinformasi, manipulasi informasi, serta konten yang tidak sesuai dengan perlindungan anak.

”Ada dua prinsip yang harus dijaga yakni diversity of content (keberagaman konten) dan diversity of ownership (keberagaman kepemilikan). Itu penting karena target indeks kualitas siaran 3,2 pada 2026 dan 3,35 pada 2029 wajib dicapai,” tegas Meutya.

Menkomdigi menekankan bahwa di tengah banjir informasi, keunggulan lembaga penyiaran justru terletak pada kemampuan menghadirkan informasi yang akurat, terverifikasi, berimbang, dan memiliki konteks.

“Jurnalisme berkualitas harus menjadi pembeda. Lembaga penyiaran harus hadir sebagai ruang yang membantu masyarakat memahami persoalan, bukan malah memperbanyak kegaduhan di tengah publik,” kata Meutya.

Menurutnya, ketika masyarakat memiliki semakin banyak pilihan sumber informasi, kepercayaan menjadi modal penting bagi keberlangsungan media. Karena itu, lembaga penyiaran perlu terus menjaga profesionalisme dan integritas jurnalistik.

“Persaingan memang harus sehat, tetapi kualitas jangan pernah menjadi korban. Kredibilitas adalah aset jangka panjang. Jangan sampai kompetisi justru menghasilkan konten yang semakin sensasional, dangkal, atau sekadar mengejar kontroversi,” tegas Meutya.

Meutya juga mengingatkan bahwa lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab publik yang besar karena menggunakan sumber daya frekuensi yang merupakan ranah publik. Tanggung jawab tersebut perlu diwujudkan melalui konten yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menkomdigi meminta anggota KPI periode 2026–2029 memahami perubahan teknologi dan perilaku audiens secara lebih mendalam. Pengawasan penyiaran, menurutnya, perlu didukung pemahaman terhadap perkembangan teknologi, layanan streaming, konten lintas platform, serta perubahan model bisnis media.

“KPI perlu menjadi regulator yang tegas, adil, transparan, dan adaptif. Pengawasan tetap penting, tetapi pembinaan dan dialog dengan industri juga diperlukan agar regulasi dapat memberikan kepastian sekaligus ruang bagi inovasi,” ujar Meutya.

Ia menambahkan, persaingan yang sehat membutuhkan level playing field sehingga setiap pelaku industri dapat berkembang dengan tetap memenuhi standar dan tanggung jawab penyiaran.

Di sisi lain, Menkomdigi meminta KPI dan lembaga penyiaran terus memberikan perhatian terhadap kepentingan publik, termasuk menghadirkan konten yang aman dan ramah bagi anak, memperkuat keberagaman budaya, serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Di tengah banjir konten, tugas kita bukan sekadar memastikan masyarakat mendapatkan tontonan. Tugas kita adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi dan hiburan yang berkualitas,” kata Meutya.

Mengakhiri arahannya, Menkomdigi berharap KPI periode 2026–2029 dapat memperkuat penyiaran nasional sebagai industri yang inovatif sekaligus memiliki tanggung jawab publik.

“KPI ke depan tidak cukup hanya menjaga apa yang boleh dan tidak boleh disiarkan. KPI harus ikut memastikan bahwa di tengah persaingan yang semakin ketat, kualitas tetap menjadi keunggulan utama penyiaran Indonesia,” pungkas Meutya.

Kabut Asap Mencekam, Karang Taruna Buka Rumah Oksigen Di Palangka Raya

Iki Radio - Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah membuka rumah oksigen di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, sebagai langkah membantu warga menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Karang Taruna Kalteng buka rumah oksigen dan pengobatan gratis untuk warga terdampak kabut asap.

Rumah oksigen tersebut disiapkan sebagai tempat pelayanan bagi masyarakat, khususnya warga yang mengalami gangguan pernapasan atau sesak napas akibat paparan kabut asap.

Pengoperasian rumah oksigen dirangkai dengan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat Kelurahan Petuk Katimpun, Selasa (25/8/2026).

Selain layanan kesehatan, kegiatan tersebut diisi dengan pembagian sembako kepada anggota pemadam kebakaran serta bingkisan kepada sejumlah relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Bidang Ekobang Setda Kalteng Anang Dirjo, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr. Miko, serta Lurah Petuk Katimpun Berita Asi.

Ketua Karang Taruna Kalteng, Chandra Ardinata, mengatakan, penyediaan rumah oksigen merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

“Rumah oksigen ini kami siapkan untuk membantu masyarakat, terutama apabila ada warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap. Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam melindungi kesehatan masyarakat,” kata Chandra.

Ia menekankan, Karang Taruna tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga berupaya berkontribusi menghadapi kondisi darurat yang berdampak langsung kepada warga.

Menurutnya, dukungan kepada petugas pemadam kebakaran dan relawan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

“Kami juga memberikan sembako kepada para anggota pemadam kebakaran dan bingkisan bagi relawan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka. Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga,” ujarnya.

Pihaknya berharap rumah oksigen dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik. Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, relawan, dan masyarakat untuk menghadapi dampak Karhutla.

 

Pemerintah Usut Karhutla, Sejumlah Kasus Berujung Tersangka Korporasi

Iki Radio - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus menelusuri dugaan tindak pidana di balik sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bersamaan dengan upaya pemadaman yang dilakukan Manggala Agni bersama masyarakat, relawan, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur lainnya di lapangan.

Penanganan oleh penyidik Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan tidak berhenti pada pengendalian api, tetapi juga diarahkan untuk mengungkap penyebab kebakaran, penggunaan kawasan, serta pihak yang diduga bertanggung jawab.

Sejumlah perkara telah berkembang menjadi proses pidana, antara lain dugaan pembukaan kawasan dengan cara membakar dan jual-beli kawasan hutan di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling, perambahan kawasan hutan di Mempawah dan Ketapang, Kalimantan Barat, serta perkara kebakaran korporasi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap atau P-21.

Di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling, Kabupaten Kampar, Riau, penyidik menetapkan tiga tersangka dalam perkara pembukaan kawasan hutan dengan cara membakar untuk kemudian ditanami kelapa sawit. Penyidikan juga menemukan dugaan jual-beli lahan di dalam kawasan hutan.

Ketiga tersangka memiliki peran berbeda, yakni sebagai pengelola lahan, perantara jual-beli lahan kawasan hutan, dan kepala kampung.

Sementara itu, perkara di Mempawah, Kalimantan Barat, bermula dari laporan hotspot yang kemudian ditindaklanjuti melalui pengumpulan bahan dan keterangan. Petugas menemukan dugaan perambahan berupa pembukaan jalan sepanjang sekitar tiga kilometer dengan lebar sekitar enam meter.

Setelah pemeriksaan saksi dan ahli, olah tempat kejadian perkara, serta gelar perkara bersama Korwas PPNS Polri dan Kejaksaan Agung, penyidik menetapkan PT MAP sebagai tersangka korporasi pada 14 Agustus 2026.

Penyidikan juga berlangsung di Kawasan Hutan Produksi Sungai Tengar–Pesaguan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada areal PBPH PT IPB. Dalam perkara dugaan perambahan kawasan hutan tersebut, penyidik menemukan antara lain bibit kelapa sawit dan bangunan di dalam kawasan hutan.

Pemeriksaan saksi dan ahli serta pendalaman terhadap temuan lapangan masih dilakukan untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Perkembangan penegakan hukum lainnya terjadi pada perkara kebakaran di areal PBPH PT TN di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kebakaran dengan luas sekitar 16,98 hektare tersebut telah diproses dengan korporasi sebagai tersangka.

Pada 18 Agustus 2026, berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 sehingga penanganannya bergerak ke tahap berikutnya dalam proses peradilan pidana.

Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Rudianto Saragih Napitu mengatakan penyidik tidak hanya memeriksa lokasi dan luas kebakaran, tetapi juga menelusuri rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang terkait dengan penggunaan kawasan.

“Kami tidak berhenti pada titik api. Penyidik menelusuri bagaimana kebakaran terjadi, siapa yang menguasai dan menggunakan kawasan, siapa yang melakukan, dan siapa yang memperoleh manfaat,” tegas Rudianto, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, penanganan karhutla juga dapat mengungkap dugaan tindak pidana kehutanan lainnya. Di Rimbang Baling, misalnya, penyidik menemukan dugaan jual-beli kawasan hutan dan pembukaan lahan untuk sawit. Sementara di Mempawah, laporan hotspot berkembang menjadi perkara perambahan dengan tersangka korporasi.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho menegaskan penanganan kebakaran dan penegakan hukum harus berjalan bersamaan. Pemadaman diperlukan untuk mengendalikan api, sementara penyidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan.

“Manggala Agni bersama masyarakat, relawan, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur di lapangan sedang bekerja keras mengendalikan api. Pada saat yang sama, Gakkum Kehutanan juga bergerak. Api harus dipadamkan, tetapi penyebabnya juga harus ditemukan dan pihak yang bertanggung jawab harus diproses,” tegasnya.

Januanto juga mengingatkan pemegang izin dan pihak yang menguasai atau mengelola areal agar meningkatkan kesiapsiagaan selama periode rawan kebakaran. Kesiapan personel, sarana pemadaman, sumber air, patroli, deteksi dini, dan respons terhadap titik api harus dipastikan berjalan di lapangan.

“Jaga areal masing-masing dan tangani setiap indikasi kebakaran sejak awal. Kami terus melakukan pengawasan dan setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai bentuk pelanggarannya,” lanjut Januanto.

Ia menjelaskan, penanganan terhadap pelanggaran tidak selalu berujung pada proses pidana. Sanksi administratif dapat diterapkan terhadap ketidakpatuhan, sedangkan instrumen perdata dapat digunakan apabila terdapat dasar dan kerugian yang harus dipertanggungjawabkan.

Kementerian Kehutanan memastikan pengendalian karhutla akan terus dilakukan secara terpadu, mulai dari pemadaman dan pencegahan di lapangan hingga pengawasan dan penegakan hukum. Langkah tersebut diarahkan agar dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan dapat ditekan serta pihak yang terbukti bertanggung jawab memenuhi kewajibannya.

 

Embung 5.000 Liter Dipasang, Pemadaman Karhutla Dipercepat

Iki Radio - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya memasang, embung portabel berkapasitas 5.000 liter di halaman Kantor Kecamatan Jekan Raya, Selasa (25/8/2026). Fasilitas ini disiapkan untuk mempercepat pengisian ulang truk tangki pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya pasang embung portabel 5.000 Liter untuk Percepat Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Pemasangan embung tersebut diperlukan sebagai penampungan air sementara. Keberadaannya diharapkan mempercepat mobilisasi dan distribusi air ke sejumlah wilayah yang membutuhkan, terutama saat kondisi darurat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan, pemasangan embung portabel merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan sekaligus meningkatkan kecepatan pelayanan kepada masyarakat.

“Embung portabel ini kita siapkan untuk memudahkan pengisian ulang truk tangki, sehingga pendistribusian air dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif,” katanya.

Menurut Hendrikus, sarana penampungan sementara tersebut akan mendukung operasional petugas di lapangan, khususnya ketika kebutuhan air meningkat dan distribusi harus dilakukan dalam waktu singkat.

BPBD Kota Palangka Raya juga terus memantau kondisi di lapangan serta menyiapkan langkah antisipasi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami terus mengoptimalkan personel dan sarana yang ada agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal. Koordinasi dengan pihak kecamatan juga terus dilakukan,”tambahnya.

 

Endog-Endogan Desa Kembiritan Banyuwangi, Tradisi Maulud Nabi yang Terus Dirawat Warga

Iki Radio - Tradisi Endog-Endogan di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kembali digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026). 

Tradisi yang telah dirawat masyarakat selama puluhan tersebut tak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong dan kebersamaan warga.

Konsistensi masyarakat Kembiritan dalam menjaga tradisi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Terlebih, dalam tiga tahun terakhir, Endog-Endogan Kembiritan telah masuk dalam kalender agenda wisata tahunan, Banyuwangi Attractions.

“Pemkab Banyuwangi mengapresiasi Pemdes dan seluruh masyarakat Kembiritan yang gotong royong terus menjaga tradisi ini hingga 28 tahun. Kita berharap Endog-Endogan terus lestari dan tidak luntur oleh perkembangan zaman, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya kebersamaan dan gotong royong,” ujar Bupati Ipuk saat menghadiri perayaan tersebut.

Menurut Ipuk, Endog-Endogan bukan sekadar tradisi yang menghadirkan kemeriahan dan kreativitas warga. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sosial yang sejalan dengan semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Di tengah perkembangan teknologi dan kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis, tradisi seperti Endog-Endogan dan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim menunjukkan bahwa semangat guyub rukun dan gotong royong warga masih kuat. Ini yang harus terus kita rawat,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sosial sekaligus mendukung berbagai program pembangunan.

“Tangan pemerintah tentu terbatas. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat seperti ini sangat penting. Ketika masyarakat guyub, saling membantu dan peduli, tentu banyak persoalan yang bisa diselesaikan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kembiritan Sukamto mengatakan, tradisi Endog-Endogan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat selama hampir tiga dekade.

“Tradisi ini diwariskan oleh para leluhur kami sejak 28 tahun lalu. Awalnya, perarakan kembang telur atau endog-endogan hanya dilakukan dengan berjalan kaki dan menggunakan becak roda tiga yang diusung warga RT/RW,” jelas Sukamto.

Seiring waktu, pelaksanaan Endog-Endogan terus berkembang. Tahun ini, sedikitnya 1.500 peserta dari 19 kelompok kreasi budaya ikut ambil bagian. Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai lembaga pendidikan, yayasan, hingga kelompok-kelompok masyarakat.

“Sekarang perkembangannya luar biasa. Hampir seluruh lembaga pendidikan, yayasan, dan kelompok masyarakat ikut terlibat di tradisi besar ini. Hal ini menunjukkan bahwa Endog-Endogan sudah menjadi milik bersama masyarakat Kembiritan,” ujarnya.

Pawai Endog-Endogan dimulai pukul 06.30 WIB dan dijadwalkan berlangsung sekitar tiga jam hingga pukul 09.30 WIB.

Tradisi Endog-Endogan sendiri menjadi salah satu bentuk kekayaan budaya masyarakat Banyuwangi yang terus didorong untuk tumbuh dan diwariskan lintas generasi. Selain menjaga tradisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan warga untuk memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong. (*)

Menteri ESDM: Proyek PLTS 100 GWp Raup Investasi Rp1.140 Triliun

Iki Radio - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan,  potensi nilai investasi untuk realisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) diperkirakan mencapai 71,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun lebih.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang berlangsung di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Hal itu disampaikan Bahlil, dalam acara launching dan groundbreaking  Program PLTS 100 GWp yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Langkah strategis peralihan menuju energi bersih itu diproyeksikan mampu memangkas beban subsidi negara hingga puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.

Karena itu, Bahlil Lahadalia mengatakan, efisiensi anggaran tersebut diperoleh melalui pengurangan konsumsi solar secara signifikan, seiring langkah pemerintah mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbasis bahan bakar fosil dengan sistem energi surya.  “Total investasinya, Bapak Presiden, dari 100 GW adalah kurang lebih sekitar USD71,3 miliar atau setara Rp1.140 triliun lebih. Dari total pekerjaan ini, bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun,” ujar Bahlil.

Selain memberikan deviden ekonomi berupa penyerapan investasi dan penghematan fiskal, pengembangan mega proyek ini juga memegang peranan krusial dalam agenda dekarbonisasi nasional.

Pengoperasian PLTS 100 GWp ditargetkan sanggup menekan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga mencapai 140,16 juta ton CO2.

Peresmian secara tatap muka di Bali tersebut terhubung secara daring dengan tiga titik lokasi proyek lainnya, yakni PLTS Terapung Gajah Mungkur (Jawa Tengah), PLTS Desa Sembur (Kepulauan Riau), serta PLTS Pulau Rengit (Bangka Belitung).

Khusus untuk proyek di Gilimanuk, fasilitas PLTS berkapasitas 198 MWp dan BESS 666 MWh di atas lahan 211 hektare ini ditargetkan beroperasi pada 2028 sebagai bagian dari Program Fat Burning Bali.


 

Indonesia Kejar 100 GWp Energi Surya dalam Tiga Tahun

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang ditargetkan tercapai dalam tiga tahun. Program tersebut diawali dengan peluncuran 14 PLTS di enam provinsi berkapasitas total 5,3 GWp.

“Saya luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak diawali dengan 14 PLTS di 6 Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak,” ucap Presiden di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Selasa (25/8/2026).

Prabowo menegaskan pemerintah serius mengejar target pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp dalam tiga tahun. 

“Kita akan membangun 100 gigawatt. Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” kata Presiden.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan program tersebut dirancang memberikan dampak pada sejumlah sektor, mulai dari penghematan anggaran subsidi dan penggunaan diesel hingga penciptaan lapangan kerja serta penurunan emisi karbon.

Menurut Bahlil, total investasi untuk mencapai kapasitas 100 GWp diperkirakan sekitar USD73 miliar atau setara lebih dari Rp1.140 triliun.  

“Total investasinya dari 100 gigawatt adalah kurang lebih sekitar USD73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih. Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja,” kata Bahlil.

Sebagai tahap awal program PLTS 100 GWp, pemerintah meluncurkan 14 PLTS yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Ke-14 PLTS tersebut meliputi:

  1. PLTS Tembesi, Kepulauan Riau.
  2. PLTS Pulau Sembur, Kepulauan Riau.
  3. PLTS Pulau Rengit, Kepulauan Bangka Belitung.
  4. PLTS Saguling, Jawa Barat.
  5. PLTS Purwakarta, Jawa Barat.
  6. PLTS Jatiluhur, Jawa Barat.
  7. PLTS Cirata, Jawa Barat.
  8. PLTS Jatigede, Jawa Barat.
  9. PLTS Waduk Gajah Mungkur, Jawa Tengah.
  10. PLTS Karangkates, Jawa Timur.
  11. PLTS Madura, Jawa Timur.
  12. PLTS Pasuruan, Jawa Timur.
  13. PLTS Banyuwangi, Jawa Timur.
  14. PLTS Site Gilimanuk, Bali.

Menteri Bahlil mengatakan pelaksanaan program tersebut melibatkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga serta dukungan TNI dan Polri.  “Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga yang telah membantu mendukung sehingga acara ini bisa terlaksana,” ujar Bahlil Lahadalia.

Program PLTS 100 GWp menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbesar pemanfaatan energi surya sekaligus mengurangi penggunaan energi berbasis diesel, menekan beban subsidi, membuka lapangan kerja, dan menurunkan emisi karbon.

Karhutla Riau Seret 35 Tersangka, Polisi Telusuri Keterlibatan Korporasi

Iki Radio - Polda Riau dan jajaran menetapkan 35 orang sebagai tersangka dalam penanganan perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari–Agustus 2026. Sebanyak 17 tersangka telah dilimpahkan bersama barang bukti kepada kejaksaan, sementara kepolisian membuka peluang mengembangkan penyidikan terhadap korporasi apabila ditemukan keterkaitan.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan (Foto : Tangkapan Layar Kanal Youtube BPMI Setpres)

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan perkembangan penegakan hukum tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan karhutla di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Menurut Herry, Polda Riau bersama jajaran mencatat 33 laporan karhutla sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Luas lahan yang berkaitan dengan perkara tersebut mencapai sekitar 8.657 hektare.

“Khusus Januari hingga Agustus 2026, Polda Riau mencatat 33 laporan karhutla dengan luas lahan yang terkait perkara mencapai sekitar 8.657 hektar,” kata Herry.

Herry mengatakan, berdasarkan penanganan kepolisian, karhutla umumnya berkaitan dengan aktivitas manusia, baik dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.

Polda Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Manggala Agni, dan unsur terkait juga memperkuat pencegahan serta edukasi kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah memasang papan peringatan di sejumlah lokasi bekas kebakaran untuk mencegah pemanfaatan lahan dengan cara dibakar kembali.

“Bekas kebakaran tidak boleh ada lagi melakukan penanaman. Karena ini biasanya modus perusahaan menyuruh orang pura-pura mancing, lalu melakukan pembakaran,” kata Herry.

Menurut Herry, pola tersebut ditemukan dalam penanganan tiga kasus pada 2025. Sepanjang 2026, kepolisian belum menemukan perkara dengan modus serupa.

“Tahun 2025 lalu, terdapat tiga kasus dengan pola tersebut,” jelasnya.

Selain penegakan hukum, Polda Riau melakukan langkah pencegahan melalui pembangunan sumur bor dan embung bersama pemangku kepentingan, terutama di Kabupaten Pelalawan.

Polda Riau juga menjalankan program Green Policing yang menyasar pelajar mulai jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Upaya pencegahan turut melibatkan bupati, camat, hingga kepala desa. Masyarakat yang akan membuka lahan didorong berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendapatkan pendampingan tanpa menggunakan metode pembakaran.

Untuk menangani dampak asap, pemerintah bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah membagikan masker, menyediakan oksigen, serta mendirikan posko di wilayah terdampak.

“Kami masih ada 30 tabung oksigen,” ujar Herry.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro mengatakan, dari 35 tersangka yang diproses, 17 telah memasuki tahap II berupa pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan.

“Dari 35 tersangka yang kita proses, 17 tersangka sudah kita tahap duakan ke jaksa. Sisanya masih dalam proses penyidikan, termasuk perkara yang terjadi pada Juli dan Agustus ini,” kata Ade.

Ade menyebut 32 perkara yang ditangani sejauh ini melibatkan pelaku perseorangan. Namun, penyidikan dapat dikembangkan terhadap korporasi apabila ditemukan bukti keterlibatan.

“Untuk 32 perkara yang kita tangani ini semuanya perorangan. Namun, tidak menutup kemungkinan jika memang ada unsur dari perkara yang sudah kita tangani ada kaitannya dengan korporasi, akan kita sidik,” ujarnya.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian kepolisian berada di wilayah PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL). Menurut Ade, kawasan tersebut merupakan area konservasi sehingga tidak diperbolehkan untuk aktivitas pembukaan lahan.

“Termasuk salah satu di daerah PT TKWL, itu daerah konservasi, tidak boleh adanya kegiatan apa pun,” jelasnya.

Sementara perkara kebakaran lahan di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, masih ditangani Polres Kampar. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap penyebab kebakaran.

“Untuk Rimbo Panjang ada satu perkara yang ditangani Polres Kampar. Kita akan lihat dulu. Beberapa saksi sudah diperiksa,” katanya.

Menurut Ade, sebagian besar pelaku dalam perkara yang ditangani kepolisian melakukan pembakaran untuk membuka lahan perkebunan. Satu perkara disebut terjadi akibat kelalaian.

“Rata-rata pelaku membuka lahan untuk perkebunan dengan cara membuka lahan. Memang ada satu yang tidak sengaja,” pungkasnya.

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Polisi Ingatkan Pengendara Jangan Ngebut

Iki Radio - Pengendara di Kota Pekanbaru diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu kendaraan. Menyusul kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengurangi jarak pandang di sejumlah ruas jalan.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau juga membagikan ribuan masker kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan Tugu Keris, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Pembagian masker dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, bersama personel Ditlantas sebagai upaya membantu mengurangi paparan asap terhadap masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan.

“Alhamdulillah, pagi ini ribuan masker berhasil kita bagikan kepada masyarakat dan pengendara yang melintas. Kondisi asap cukup tebal dan jarak pandang juga tidak terlalu jauh. Karena itu, kami mengimbau pengendara agar selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan dan memperhatikan kondisi jalan,” ujar Dasril.

Selain membagikan masker, personel Ditlantas memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas. Pengendara diminta menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan, serta tidak melaju dengan kecepatan tinggi ketika jarak pandang terbatas.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, mengatakan kondisi udara dan jarak pandang harus menjadi perhatian karena dapat memengaruhi keselamatan berkendara.

“Dalam kondisi kabut asap seperti saat ini, kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengendara, untuk meningkatkan kewaspadaan. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, nyalakan lampu kendaraan dan gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” tegas Jeki.

Ditlantas Polda Riau juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

Ia mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau, termasuk menjaga kondisi tanaman di sekitar tempat tinggal.

“Kita ketahui bersama saat ini memasuki musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tanaman di sekitar rumah dengan melakukan penyiraman secara rutin. Dengan lingkungan yang terawat, tanaman tetap segar dan suasana di sekitar kita tetap sejuk,” ujarnya.

Sementara itu, Jeki meminta masyarakat ikut mencegah munculnya kebakaran baru dengan tidak melakukan pembakaran terbuka.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama, jangan melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran. Mari kita jaga lingkungan tetap hijau dan asri karena kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kualitas hidup masyarakat,” tegas Jeki.

Presiden Menuju ke Riau untuk Cek Penanganan Karhutla

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026), untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memastikan langkah pencegahan diperkuat agar kebakaran tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Pekanbaru, Riau, pada Senin (24/8/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengatakan Presiden ingin melihat langsung kondisi terkini di lapangan setelah sebelumnya memimpin penanganan karhutla di Kalimantan. 

“Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam, dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat,” ujar Teddy, Senin (24/8/2026).

Menurut Teddy, perhatian Presiden tidak hanya tertuju pada pemadaman. Kepala Negara juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, gubernur, Pangdam, dan Kapolda dalam mencegah kebakaran kembali terjadi.

Presiden juga meminta pembangunan sistem pencegahan yang lebih kuat dan permanen sehingga pemerintah tidak terus menghadapi persoalan serupa setiap musim kemarau.  

“Arahan Bapak Presiden sudah jelas, bahwa kita tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api. Sistem pencegahannya harus diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung atau sumber air, pengawasan permanen, deteksi dini hotspot, hingga kesiapan desa-desa rawan Karhutla. Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul,” kata Teddy.

Dalam kutipan tersebut, Presiden menekankan sejumlah langkah pencegahan, mulai dari penyediaan sumur bor dan embung, pengawasan secara permanen, deteksi dini titik panas, hingga peningkatan kesiapan desa-desa yang rawan karhutla.

Selain memastikan proses pemadaman dan pencegahan, Teddy mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kebakaran.

Apabila dalam proses tersebut ditemukan unsur pelanggaran hukum, pemerintah akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

 

Dorong Produk Lokal Naik Kelas, 72 UMKM Binaan BI Jatim Unjuk Gigi di KKI 2026

Iki Radio – Sebanyak 72 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur berpartisipasi dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC).

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming meninjau stand peserta KKI 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta usai acara pembukaan. (Dok. BI)

Dari total peserta asal Jatim tersebut, 17 UMKM tampil secara luring (langsung) memamerkan produk unggulan seperti kopi, wastra, kriya, fesyen, hingga makanan dan minuman olahan. Sementara itu, 55 UMKM lainnya berpartisipasi secara daring.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dalam memperluas akses pembiayaan, akselerasi digitalisasi, inovasi produk, hingga pembukaan pasar ekspor.

Secara nasional, gelaran tahun ini diikuti lebih dari 550 UMKM luring dan 1.300 UMKM daring—meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan agar UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar.

"Pengembangan UMKM membutuhkan sinergi berkelanjutan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar," ujar Ibrahim.

Sementara itu, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka acara menyatakan bahwa penguatan UMKM berfokus pada tiga kunci utama.

"Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," tutur Destry.

Sektor UMKM memiliki peran yang sangat strategis bagi stabilitas ekonomi Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru, keberadaan UMKM di Jatim memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Jumlah unit usaha 2,57 juta unit UMKM, Penyerapan Tenaga Kerja 96,3 persen tenaga kerja lokal, lebih dari 57 persen berkontribusi terhadap PDRB Jawa Timur.

Hingga saat ini, KPwBI Jawa Timur secara konsisten membina 67 UMKM di berbagai sektor strategis guna mendorong akselerasi digitalisasi dan perluasan rantai nilai (value chain). Through ajang KKI 2026, pelaku UMKM tidak hanya berkesempatan bertemu konsumen langsung, tetapi juga mengikuti business matching untuk pembiayaan dan potensi pasar internasional.

Keterlibatan aktif ini diharapkan semakin memperkuat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI) sekaligus membawa produk-produk unggulan Jawa Timur bersaing di kancah global.

Presiden Susuri Lahan Terbakar di Desa Limbung, Pastikan Pemadaman Karhutla Berjalan

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026), setelah memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Pangkalan TNI AU Supadio.


Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi kawasan terdampak sekaligus memastikan operasi pemadaman dan pengendalian kebakaran berjalan optimal di lapangan.

Setibanya di lokasi, Prabowo berjalan menyusuri lahan yang terbakar dan mengamati dari dekat kondisi area terdampak serta proses penanganan yang dilakukan petugas gabungan.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden juga memberikan arahan kepada para menteri dan jajaran terkait yang mendampinginya.

Penanganan karhutla diminta dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar api segera dikendalikan serta tidak meluas ke kawasan lainnya.

Presiden Prabowo turut menghampiri dan menyapa petugas yang sedang melakukan pemadaman. Presiden melihat langsung aktivitas personel yang bekerja mengendalikan kebakaran di lapangan.

Selain menemui petugas, Presiden juga berinteraksi dengan sejumlah warga di sekitar lokasi untuk melihat kondisi masyarakat di wilayah terdampak karhutla.

Peninjauan di Desa Limbung merupakan kelanjutan dari rapat penanganan karhutla yang sebelumnya dipimpin Presiden di Pangkalan TNI AU Supadio.

Melalui pengecekan langsung tersebut, pemerintah ingin memastikan strategi dan pengerahan sumber daya dalam penanganan karhutla dapat diterapkan secara efektif sesuai kondisi di lapangan.

Pemerintah terus mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat pemadaman, mencegah kebakaran meluas, serta menekan dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan di Kalimantan Barat.

Presiden Perkuat Operasi Darat dan Udara Mengatasi Karhutla Kalbar

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penambahan sekitar 1.500 personel TNI dan enam helikopter pembom air untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Operasi modifikasi cuaca (OMC) serta penggunaan pompa dan bor air di kawasan gambut juga akan diperkuat.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat penanganan karhutla yang dipimpin Presiden sesaat setelah tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan Presiden menerima laporan terkini mengenai kondisi karhutla dan menekankan perlunya respons cepat serta koordinasi yang kuat di lapangan.  

“Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan terkini mengenai situasi karhutla serta menegaskan pentingnya penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan langsung di lapangan,” ujar Teddy.

Selain percepatan pemadaman, Presiden meminta pemerintah daerah memperkuat pencegahan dan menegakkan aturan agar kebakaran serupa tidak terus berulang.  

“Presiden juga menekankan agar Pemerintah Daerah tegas dalam menerapkan aturan di wilayahnya, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang,” ungkapnya.

Untuk memperkuat operasi darat, pemerintah akan mendatangkan tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan. Personel tambahan tersebut dijadwalkan tiba secara bertahap mulai Sabtu hingga Minggu (23/8/2026) pagi.  

“Penambahan tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan yang akan didatangkan mulai hari ini hingga Minggu pagi,” lanjutnya.

Personel di lapangan akan difokuskan untuk memperkuat pemadaman pada titik-titik kebakaran dan membantu operasi pengendalian agar api tidak meluas.

Dari udara, pemerintah juga menambah enam helikopter berkapasitas besar untuk mendukung operasi pemboman air.  

“Penambahan 6 helikopter besar water bombing yang dijadwalkan tiba pada sore hari untuk memperkuat upaya pemadaman,” jelas Teddy Indra Wijaya.

Selain operasi darat dan udara, pelaksanaan OMC akan diperbanyak untuk membantu penanganan karhutla sesuai kondisi dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap kebakaran di lahan gambut. Karakteristik gambut memungkinkan panas dan bara bertahan di bawah permukaan sehingga membutuhkan penanganan berbeda dibandingkan kebakaran pada lahan biasa.

Untuk itu, pemerintah akan menambah peralatan pompa dan bor air agar pembasahan dapat menjangkau lapisan gambut serta menekan potensi api kembali muncul.  

“Memperbanyak dan menambah alat pompanisasi dan bor air khususnya pada lahan-lahan gambut sehingga meredam titik panas bawah tanah,” tambah Teddy.

Selepas memimpin rapat, Presiden Prabowo langsung menuju Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, untuk meninjau kondisi lahan terdampak kebakaran dan proses pemadaman di lapangan.

Penguatan personel, armada udara, OMC, serta penanganan khusus lahan gambut menjadi bagian dari langkah pemerintah mempercepat pengendalian karhutla sekaligus mencegah kebakaran meluas dan berulang. 

BPOM di Surabaya Fasilitasi Vaksinasi HPV Dosis Ketiga untuk 400 Peserta

Iki Radio – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surabaya memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis ketiga pada Kamis–Jumat (20–21/8/2026). 

Sebanyak 400 peserta dari Surabaya dan wilayah sekitarnya memadati Kantor BBPOM di Surabaya untuk menyelesaikan rangkaian imunisasi tersebut.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pemberian vaksinasi HPV dosis pertama dan kedua yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

Penyelesaian dosis ketiga ini menjadi penentu optimalnya tingkat kekebalan tubuh terhadap infeksi virus HPV, yang dikenal sebagai salah satu pemicu utama kanker serviks.

Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, menekankan bahwa fasilitasi kegiatan ini merupakan bentuk edukasi nyata agar masyarakat lebih aktif melakukan upaya preventif sejak dini.

“Melalui fasilitasi vaksinasi HPV ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan perlu dilakukan sejak dini. Vaksinasi menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilengkapi dengan pola hidup sehat dan deteksi dini,” tutur Yudi, Jum'at (21/8/2026).

Manda, peserta asal Kabupaten Nganjuk, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengaku lega bisa menuntaskan seluruh tahapan dosis imunisasi dengan mudah. Menurutnya, program ini tidak hanya mendekatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga memperluas wawasan peserta mengenai bahaya kanker serviks.

Upaya pencegahan penyakit ini juga mendapat perhatian serius dari tingkat pusat. 

Kepala Badan POM RI, Prof. Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menekan angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia.

“Vaksinasi HPV bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi mengurangi beban kesehatan dan sosial dari penyakit yang dapat kita cegah. Setiap nyawa perempuan yang hilang adalah kehilangan yang tidak seharusnya terjadi,” tegas Taruna.

Melalui tuntasnya pemberian dosis ketiga ini, BBPOM di Surabaya berharap pemahaman masyarakat terus meningkat, sehingga langkah preventif—baik melalui vaksinasi, gaya hidup sehat, maupun deteksi dini secara berkala—dapat menjadi budaya kesehatan yang berkelanjutan.(ir)

Sinergi Pawitandirogo: Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jawa Timur

Iki Radio — Paguyuban Pawitandirogo kembali menggelar Sarasehan Kemerdekaan untuk tahun kedua di Kota Madiun, Jumat (21/8/2026). 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan sambutan melalui tayangan video dalam acara Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo di Kota Madiun, Jum'at (21/8/2026)


Forum strategis yang menghadirkan sinergi wilayah Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun Kota, Madiun Kabupaten, Trenggalek, dan Ponorogo ini berfokus memperkuat pembangunan kewilayahan serta menopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor ekonomi kreatif (ekraf) dan pariwisata.

Acara ini dihadiri oleh Anggota I Pimpinan BPK RI sekaligus Pembina Paguyuban Pawitandirogo Nyoman Adhi Suryadnyana, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf RI Teuku Riefky Harsya sebagai tamu kehormatan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Plt Walikota Madiun Bagus Panuntun, serta para bupati se-kawasan Pawitandirogo.

Pembina Paguyuban Pawitandirogo, Nyoman Adhi Suryadnyana, menekankan pentingnya kolaborasi kawasan untuk menciptakan keunggulan kompetitif di tengah tantangan geopolitik dan investasi global.

"Industri kreatif kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru. Sinergi pemda, pemerintah pusat, dan diaspora akan menghasilkan perkembangan ekonomi, lapangan kerja, serta taraf hidup yang lebih baik," tegas Nyoman.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasinya dan menegaskan kesiapan kementerian dalam mengawal potensi ekraf serta kekayaan budaya Pawitandirogo dari hulu ke hilir. Langkah ini diperkuat oleh terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif yang melibatkan 26 kementerian.

Kementerian Ekraf menyiapkan tiga program utama mulai semester kedua 2026. Diantaranya aktivasi desa kreatif sebagai upaya mengoptimalkan potensi desa-desa kreatif yang ada. Aktivasi Creative Hub yang menyediakan ruang kreatif indoor dan outdoor untuk meningkatkan kualitas talenta serta pendapatan pelaku usaha. Serta Creative by Indonesia untuk mengkurasi brand lokal (local hero) agar mampu naik kelas ke tingkat nasional hingga global.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menjelaskan bahwa kontur wilayah Pawitandirogo yang didominasi pegunungan—seperti kawasan Selingkar Wilis dan lereng Gunung Lawu—membuat kawasan ini lebih tepat memfokuskan pengembangan pada sektor berbasis potensi lokal.

"Pariwisata, agroforestri, dan ekonomi kreatif adalah tulang punggung penting untuk mengungkit potensi ekonomi kawasan yang dihuni hampir 5 juta penduduk ini. Pemerintah hadir untuk menyediakan platform bagi pelaku ekraf lokal agar mendapatkan exposure, kemudahan legalitas, hingga akses pembiayaan," ujar Emil.

Emil juga menyoroti komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung gig workers dan talenta digital melalui program Millennial Job Center (MJC), serta penyediaan fasilitas ritel eksklusif seperti gerai Dex di Surabaya untuk memperluas pasar produk lokal.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Madiun menyambut positif arahan dari Kementerian Ekraf. Plt Walikota Madiun, Bagus Panuntun, menegaskan komitmen Pemkot untuk mengawal perkembangan generasi muda dan potensi lokal, seperti seni budaya pencak silat.

"Kami menargetkan pencapaian sebagai Kota Kreatif pada tahun 2029. Pembentukan ekosistem kreatif menjadi fokus utama kami mulai tahun 2027 mendatang," ungkap Bagus.

Selain itu, Pemkot Madiun terus mendorong inovasi berbasis teknologi dan seni visual. Kesuksesan pertunjukan video mapping pada gelaran Padang Bulan dipastikan akan berlanjut ke edisi berikutnya dengan konsep yang lebih menarik.(ir)

Polresta Sumenep Galang Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Iki Radio - Solidaritas untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menggerakkan jajaran Polresta Sumenep mengumpulkan dan menyalurkan bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian personel kepolisian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.


Bantuan diserahkan secara simbolis dalam Apel Jam Pimpinan di Lapangan Tribrata Polresta Sumenep, Kamis (20/8/2026). Selanjutnya, bantuan akan disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu mengapresiasi keterlibatan personel dalam pengumpulan bantuan. Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari pengabdian Polri yang tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga persoalan kemanusiaan.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kami kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semoga bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban para korban, serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Bantuan tersebut merupakan hasil kontribusi personel Polresta Sumenep dan jajaran. Penggalangan dilakukan sebagai bentuk gotong royong internal untuk membantu warga yang membutuhkan dukungan setelah bencana.

Kapolresta menilai, semangat solidaritas seperti itu perlu terus dipelihara karena kepolisian berhadapan langsung dengan masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk ketika terjadi bencana.

Selain menyerahkan bantuan, Apel Jam Pimpinan menjadi kesempatan bagi Kapolresta untuk mengingatkan personel mengenai pentingnya disiplin dan profesionalisme. Pelayanan kepada masyarakat diminta terus diperkuat agar keberadaan Polri benar-benar memberikan manfaat.

Apel tersebut diikuti Wakapolresta, pejabat utama, para Kapolsek jajaran, perwira, bintara, ASN Polri, serta seluruh personel Polresta Sumenep. Kehadiran bantuan untuk korban gempa NTT memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian. Semangat gotong royong dan empati diharapkan terus tumbuh sehingga pelayanan Polri tidak hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga dukungan ketika masyarakat menghadapi musibah.

Koperasi Awards 2026: 21 Kepala Daerah Raih Kategori Bakti Koperasi Nayaka Mahambara

Iki Radio — Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop) menggelar Koperasi Awards 2026 pada Kamis (20/8/2026).


Dalam penghargaan tersebut, 21 kepala daerah dari tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi berhasil meraih penghargaan bergengsi untuk kategori Bakti Koperasi Nayaka Mahambara.

Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para pejabat negara yang dinilai berjasa besar dalam memberikan pengayoman serta dukungan luas bagi kemajuan gerakan koperasi. 

Kehadiran komitmen para kepala daerah tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di wilayah masing-masing agar makin berdaya saing.

Berikut adalah deretan 21 kepala daerah penerima Koperasi Awards 2026 kategori Bakti Koperasi Nayaka Mahambara:

  1. Johannes Rettob, S.Sos., M.Si. – Bupati Mimika
  2. Kasmarni, S.Sos., M.M.P. – Bupati Bengkalis
  3. H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. – Bupati Bone
  4. Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. – Bupati Kutai Timur
  5. dr. Fahmi Fadli – Bupati Paser
  6. H.M. Rusdi Sutejo, S.M. – Bupati Pasuruan
  7. Hj. Ika Puspitasari, S.E. – Wali Kota Mojokerto
  8. Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si. – Bupati Bandung
  9. H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak. – Bupati Madiun
  10. H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si. – Bupati Sleman
  11. H. Abdul Halim Muslih – Bupati Bantul
  12. H.M. Toha, S.H., CMSP. – Bupati Musi Banyuasin
  13. Asgianto, S.T. – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir
  14. Drs. H. Ratu Dewa, M.Si. – Wali Kota Palembang
  15. Suhaidi, S.Pd., M.Si. – Bupati Gayo Lues
  16. Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt. – Gubernur Nusa Tenggara Timur
  17. Andi Sudirman Sulaiman, S.T. – Gubernur Sulawesi Selatan
  18. Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K. – Gubernur Jawa Tengah
  19. Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. – Gubernur Jawa Timur
  20. Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M. – Gubernur Sumatera Selatan
  21. Andra Soni, S.M., M.AP. – Gubernur Banten

Sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan Kementerian Koperasi ini diharapkan dapat terus mendorong pergerakan koperasi sebagai pilar utama transformasi ekonomi daerah yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Agustus 2026 Ini, Yolla Yuliana Dapat Pengalaman Berbeda

Iki Radio - Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya, Yolla ikut ambil bagian dalam memeriahkan karnaval bersama Kemenpora yang dimulai dari kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin malam (17/8/2026) lalu.

Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/8/2026).(fotokemenpora.go.id)


Yolla tampak antusias saat ikut parade bersama Menpora Erick Thohir, Wamenpora Taufik Hidayat, bintang Timnas Indonesia Ivar Jenner, CdM Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu, hingga legenda renang Indonesia Richard Sam Bera.

Momen ini menjadi pengalaman perdana bagi Yolla berada di tengah rmenyapa ribuan warga yang memadati sepanjang rute parade. Yolla dan Ivar Jenner tampil dengan membawa semangat olahraga dan generasi muda Indonesia dalam momentum perayaan kemerdekaan dengan senyum dan semangat.

“Seru banget, ini kan baru pertama kali aku ikut parade 17 Agustus, melihat antusias masyarakat luar biasa sekali,” ujar Yolla, Kamis (19/8/2026).

Bagi Yolla, hadir di tengah perayaan bersama tokoh olahraga dan sesama atlet nasional memberikan kesan mendalam. Dia pun memaknai momentum Hari Kemerdekaan ini sebagai ajang untuk memperkuat rasa cinta Tanah Air sekaligus refleksi untuk melangkah ke depan.

“(Makna kemerdekaan) yang pasti kita sebagai warga Indonesia bangga dengan negara kita, dan ingin yang lebih baik lagi. Semoga HUT ini Indonesia bisa lebih maju,” jelasnya.

Kehadiran para tokoh olahraga dan atlet berprestasi tersebut menambah semarak Karnaval HUT ke-81 RI, yang disambut sorak-sorai dan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati lokasi perayaan. 

 

close
Pasang Iklan Disini